Jamaah Bali menuju Embarkasi Surabaya – berangkat ke Tanah Suci Minggu

Jamaah Haji Bali Berangkat ke Tanah Suci, Kembali ke Indonesia pada Juni 2026

Jamaah Bali menuju Embarkasi Surabaya – Denpasar menjadi salah satu embarkasi penting dalam perjalanan jamaah haji dari Bali. Jumlah jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi mencapai 261 orang, terdiri dari 120 laki-laki dan 138 perempuan. Mereka telah berkumpul di Terminal Ubung Denpasar, Jumat sore, untuk memulai perjalanan menuju Embarkasi Sukolilo, Surabaya. Proses ini menandai awal dari rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan pada musim Haji 1447 Hijriah/2026.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Denpasar, Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa kloter ini tergabung dalam dua kelompok, yaitu Kloter 70 dan 71. Perjalanan ke Arab Saudi dijadwalkan dimulai pada 10 Mei 2026, sedangkan kembali ke Indonesia akan terjadi pada 19 Juni 2026. Sebelumnya, pihak Kemenhaj telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Kantor Imigrasi, Dinas Kesehatan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar.

Jamaah haji Kota Denpasar mencakup rentang usia yang beragam, mulai dari 13 tahun hingga 83 tahun. Usia muda dan tua ini menunjukkan bahwa ibadah haji menjangkau segala lapisan masyarakat. Selain itu, terdapat satu petugas haji daerah dan dua pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang akan mendampingi selama perjalanan. Mereka bertugas memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi dan proses ibadah berjalan sesuai aturan.

“Penyelenggaraan haji bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tapi melibatkan kerja sama dari berbagai pihak. Kemenhaj telah memperkuat koordinasi sejak awal untuk menghindari hambatan,” ujar Anwar Hidayat.

Persiapan sejak dini adalah kunci utama dalam menjaga kualitas pelaksanaan haji. Anwar Hidayat menegaskan bahwa seluruh staf dan pembimbing telah melakukan simulasi dan evaluasi berkali-kali. Hal ini dilakukan agar setiap aspek, seperti keamanan, kesehatan, dan logistik, dapat diantisipasi secara maksimal. Proses ini juga mencakup pemantauan kondisi jamaah secara berkala, termasuk pengecekan kesehatan sebelum keberangkatan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa turut memberikan pesan kepada jamaah haji. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama mengikuti ibadah haji. “Ibadah haji membutuhkan kekuatan tubuh dan pikiran, jadi jamaah wajib memperhatikan pola hidup sehat,” ujar Arya Wibawa. Ia juga mengingatkan agar para jamaah selalu mengikuti bimbingan manasik baik di dalam negeri maupun di Tanah Suci.

“Selain menjaga kondisi fisik, jamaah juga harus mampu memahami aturan ibadah secara mendalam. Manasik menjadi panduan utama untuk menjaga keselarasan dalam pelaksanaan haji,” tambah Arya Wibawa.

Arya Wibawa menambahkan bahwa selama perjalanan, para jamaah harus saling mendukung dan menjaga sikap baik. “Harus selalu berdoa agar bisa menjalani ibadah dengan lancar dan pulang dengan selamat serta menjadi haji mabrur,” pungkasnya. Pesan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menyelenggarakan haji yang berkelanjutan dan bermakna.

Kementerian Haji dan Umrah serta pihak terkait telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Denpasar, misalnya, memberikan pelatihan khusus kepada jamaah, terutama mereka yang berusia tua. Koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan juga dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan terpenuhi sejak saat keberangkatan. “Kita ingin semua jamaah tiba di Tanah Suci dalam kondisi prima dan siap mengikuti seluruh rangkaian ibadah,” jelas Anwar Hidayat.

Dalam persiapan terakhir, jamaah haji juga diberi penjelasan tentang bagaimana menghadapi tantangan di Tanah Suci. Selain itu, para jamaah diminta memperhatikan kesopanan dan sikap saling menghormati sesama jamaah, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Kesadaran akan keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama,” kata Anwar Hidayat.

Ibadah haji memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, baik secara spiritual maupun sosial. Bagi jamaah dari Bali, perjalanan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan dedikasi terhadap agama dan menjaga hubungan antarumat beragama di Tanah Suci. Selama perjalanan, para jamaah akan mengalami berbagai proses, mulai dari manasik hingga pelaksanaan ibadah sesuai dengan ajaran Islam.

Koordinasi dengan stakeholder seperti Kantor Imigrasi dan pelabuhan juga dilakukan secara intensif. Hal ini memastikan proses pemeriksaan administratif dan keimigrasian berjalan cepat dan lancar. Kemenhaj Kota Denpasar telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk penginapan, transportasi, dan layanan konsultasi bagi jamaah. “Semua hal telah direncanakan dengan matang agar tidak ada hambatan di hari keberangkatan,” imbuh Anwar Hidayat.

Perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang fisik, tetapi juga kesabaran dan ketekunan. Bagi jamaah yang berusia 13 tahun hingga 83 tahun, perjalanan ini menjadi pengalaman unik yang akan mengukir kenangan berharga. Kloter 70 dan 71 dari Denpasar akan berangkat bersamaan dengan kloter lain dari daerah lain, tetapi masing-masing diberi perhatian khusus dalam pengawasan dan pengarahan.

Dalam pidatonya, Arya Wibawa juga mengingatkan agar para jamaah tetap optimis dan bersemangat. “Haji adalah kesempatan langka, jadi jangan lewatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah,” kata wakil wali kota tersebut. Pesan ini menjadi motivasi bagi para jamaah untuk menjalani perjalanan dengan penuh semangat dan rasa syukur. Dengan persiapan yang matang, diharapkan semua jamaah dapat menyelesaikan ibadah haji secara maksimal.

Sebagai bagian dari perayaan tahunan umat Muslim, haji juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan antarjamaah. Selama perjalanan, jamaah dianjurkan untuk saling bantu dan berbagi pengalaman, terutama bagi yang memulai ibadah haji pertama kalinya. “Jangan lupa untuk bersikap ramah dan sabar di sana, karena itu akan membantu mempermudah proses manasik,” tambah Arya Wibawa.

Kemenhaj Kota Denpasar terus memantau kondisi jamaah haji sebelum keberangkatan. Data kesehatan para jamaah diupdate secara berkala, dan jika diperlukan, mereka akan diberi bantuan khusus. “Kita juga siapkan tim darurat untuk mengatasi situasi mendadak,” jelas Anwar Hidayat. Dengan demikian, perjalanan ke Tanah Suci dianggap sebagai bagian dari sistem yang terpadu dan terorganisir.

Masuknya jamaah haji Bali ke Embarkasi Surabaya menjadi langkah strategis dalam menjamin keberangkatan yang aman. Surabaya sebagai embarkasi utama di Jawa Timur, mempercepat proses kepulangan jamaah ke Tanah Air. Perjalanan dari Bali ke Surabaya juga ditempuh dengan sejumlah penerbangan, yang telah disinkronkan dengan jadwal keberangkatan menuju Arab Saudi.