New Policy: Atlet berkuda Indonesia Dinov lolos ke Olimpiade Remaja 2026 di Dakar

Kebijakan Baru: Dinov Lolos ke YOG Dakar 2026

New Policy – Dengan kebijakan baru yang diterapkan oleh PP Pordasi, atlet berkuda junior Indonesia, Dinov, berhasil meraih slot untuk mengikuti Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 dalam cabang equestrian show jumping. Ini menandai momen penting dalam sejarah olahraga berkuda di Tanah Air, di mana Dinov menjadi atlet pertama yang lolos ke ajang internasional tersebut berkat kebijakan yang memperkuat kompetensi dan eksposur atlet muda. Dinov, yang juga dikenal sebagai Nusrtdinov Zayan Fatih, memperoleh posisi empat besar dalam kualifikasi Zona Asia setelah tampil di FEI Jumping World Challenge Competition 3 di Equinara Horse Sports Jakarta, 15-16 November 2025.

Kebijakan baru ini memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan olahraga berkuda di Indonesia. Dinov menjadi contoh nyata bagaimana strategi peningkatan kualitas atlet junior dapat membuahkan hasil membanggakan. Berkat dukungan dari PP Pordasi dan pelatih Pak Aryo Djojohadikusumo, Dinov mampu mengikuti pelatihan intensif yang membawa keberhasilan berikutnya. “Kebijakan baru yang dijalankan PP Pordasi telah memberikan peluang besar bagi atlet muda seperti saya,” ujar Dinov dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kualifikasi yang Berhasil Mengubah Kehidupan

Kebijakan baru yang diterapkan dalam seleksi kualifikasi YOG Dakar 2026 menghasilkan keberhasilan luar biasa bagi Dinov. Ia menempati empat besar dari 10 negara di Zona Asia, yang memungkinkan Indonesia mendapatkan satu kuota untuk cabang show jumping. Tiga atlet lain yang lolos adalah Ruirui Sun dari Tiongkok, Neil Kendall dari India, dan Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab. Dinov menganggap ini sebagai bukti bahwa kebijakan baru mempercepat kesiapan atlet junior di tingkat internasional.

Pelatihan Dinov terutama diperkuat oleh kebijakan baru yang menekankan peningkatan kualitas teknis dan mental. Ia mempersiapkan diri dengan latihan di luar negeri untuk menambah pengalaman dan keterampilan. “Kebijakan baru tersebut memberikan kepercayaan bahwa olahraga berkuda Indonesia bisa bersaing di kancah global,” tambah Dinov. Selain itu, kebijakan ini juga memastikan pengakuan terhadap atlet muda, seperti Dinov, sebagai bagian dari strategi pembangunan olahraga nasional.

Komitmen untuk Masa Depan Olahraga Berkuda

Ketua Harian PP Pordasi, H. Eddy Saddak, menyambut positif keberhasilan Dinov. “Kebijakan baru yang mendorong perekrutan dan pengembangan atlet junior menghasilkan bukti nyata, yaitu Dinov yang mewakili Indonesia di YOG Dakar 2026,” ujar Eddy. Ia menegaskan bahwa ini adalah langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam olahraga berkuda. “Kami percaya Dinov bisa mengharumkan nama bangsa melalui prestasinya di Dakar,” lanjut Eddy.

Dinov sendiri menyatakan bahwa kebijakan baru memotivasi dirinya untuk terus berkembang. “Saya berharap bisa menjadi bagian dari keberhasilan olahraga berkuda Indonesia ke depan,” ujarnya. Kemenangan Dinov di Kejuaraan Arthayasa Open 2026, 9-10 Mei lalu, yang mengantarkan ia sebagai atlet berkuda junior pertama memenangkan kelas CSI 1* 130-140cm, menjadi bukti konsistensi dan kompetensi dalam sistem yang baru diterapkan. “Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan kolektif,” tambah Dinov.

Kebijakan baru yang diterapkan juga berdampak pada struktur kompetisi nasional. Pordasi menekankan pentingnya pengembangan atlet junior sebagai basis masa depan olahraga berkuda. Dinov dianggap sebagai salah satu contoh kebijakan tersebut berjalan efektif. “Kebijakan baru menjadikan atlet seperti saya bisa muncul dan bersinar di panggung internasional,” katanya. Dengan keberhasilan ini, Pordasi berharap dapat menarik lebih banyak minat masyarakat terhadap cabang olahraga yang sebelumnya kurang dikenal.

Persiapan dan Harapan untuk YOG Dakar

Dinov berkomitmen untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti YOG Dakar 2026. “Saya akan fokus pada latihan teknik dan mental di Eropa agar bisa bersaing dengan atlet terbaik dunia,” ujarnya. Kebijakan baru memungkinkan Dinov mengakses pelatihan di luar negeri, yang menjadi bagian dari strategi meningkatkan kompetensi atlet muda. Ia optimis bahwa keberhasilan di FEI Jumping World Challenge Competition 3 adalah awal dari prestasi besar di YOG Dakar.

Kebijakan baru tersebut tidak hanya membantu Dinov, tetapi juga memberikan peluang bagi atlet lain. Eddy Saddak menegaskan bahwa keberhasilan Dinov akan memicu peningkatan kualitas atlet berkuda Indonesia secara keseluruhan. “Kami berharap kebijakan ini terus berlanjut, karena menghasilkan atlet yang siap mengharumkan nama bangsa,” tutur Eddy. Dengan YOG Dakar 2026 sebagai platform, kebijakan baru diharapkan mendorong peran Indonesia dalam olahraga berkuda global.

Kebijakan baru ini menunjukkan komitmen kuat PP Pordasi untuk mengembangkan olahraga berkuda di Tanah Air. Dinov, sebagai atlet pertama dari Indonesia yang lolos ke YOG, menjadi simbol perubahan dalam sistem seleksi. “Kebijakan ini membuka jalan bagi atlet muda yang ingin mengejar impian mereka,” ujar Dinov. Dengan dukungan penuh, ia yakin bisa memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan olahraga berkuda Indonesia di kancah internasional.