Siloam TB Simatupang Raih Pengakuan Diamond untuk Layanan Stroke dan Saraf
Amalzakat.com – Siloam Hospitals TB Simatupang kembali mencatat pencapaian dalam layanan neurologi dan penanganan stroke, termasuk waktu tercepat memulai trombolisis yang mencapai 13 menit sejak pasien tiba di rumah sakit. Capaian ini menegaskan pentingnya respons cepat pada kondisi stroke, ketika setiap menit dapat memengaruhi peluang pemulihan pasien.
Rumah sakit tersebut menerima Diamond Excellence Award untuk layanan saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Siloam Hospitals TB Simatupang menjadi satu-satunya rumah sakit umum swasta di Jakarta yang memperoleh penghargaan tersebut.
Pengakuan juga datang dari tingkat global melalui Diamond Status Angels Awards dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode kuartal III 2025 hingga kuartal II 2026. Status itu menjadi pencapaian Diamond ke-12 yang diterima rumah sakit ini sejak 2022.
Kesiapan Layanan Stroke Terintegrasi
Dua penghargaan tersebut bertepatan dengan peringatan World Stroke Day dan memperkuat posisi Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai rumah sakit yang siap menangani stroke. Predikat stroke ready hospital mencerminkan kesiapan fasilitas, tenaga medis, serta alur pelayanan yang terhubung untuk memberikan pertolongan secara cepat dan mengikuti standar internasional.
Stroke masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian maupun kecacatan jangka panjang. Secara global, penyakit ini menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian di antara penyakit tidak menular. Stroke juga menjadi penyebab gabungan kematian dan kecacatan terbesar ketiga di dunia.
Dalam rentang 1990 sampai 2021, beban stroke meningkat tajam. Kasus baru bertambah 70%, jumlah kematian naik 44%, dan jumlah orang yang hidup dengan stroke meningkat 86%. Sementara itu, disability-adjusted life years atau DALYs mengalami kenaikan 32%. Indikator DALYs menggambarkan hilangnya tahun kehidupan sehat akibat kematian dini dan dampak kecacatan.
Risiko stroke dipengaruhi banyak unsur. Faktor metabolik menyumbang sekitar 69%, sementara faktor lingkungan berkontribusi 37% dan faktor perilaku 35%. Angka tersebut tidak dapat dijumlahkan secara sederhana karena berbagai faktor risiko itu dapat saling berkaitan.
Di Indonesia, persoalan stroke juga sangat serius. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 menunjukkan stroke terkait dengan 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian di Indonesia. Kondisi ini membuat kemampuan mengenali tanda bahaya serta memperoleh pertolongan medis segera menjadi sangat penting.
Target Terapi Kurang dari Satu Jam
Untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien, Siloam Hospitals TB Simatupang menjalankan sistem penanganan stroke yang melibatkan dokter dan perawat dengan pelatihan khusus. Salah satu indikator penting dalam layanan stroke iskemik adalah door-to-needle time, yakni durasi sejak pasien datang hingga terapi trombolisis dimulai.
Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dina Meliana, menjelaskan bahwa terapi trombolisis dapat dimulai dalam waktu kurang dari 60 menit bagi pasien yang memenuhi kriteria.
“Pada pasien strok iskemik, terapi trombolisis digunakan untuk membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak sehingga dapat mengurangi risiko kecacatan,” ucap dia dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak tersumbat, termasuk oleh bekuan darah. Trombolisis intravena bertujuan membantu melarutkan sumbatan tersebut. Namun, terapi ini tidak dapat diberikan kepada setiap pasien tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Sebelum terapi dilakukan, dokter mengevaluasi kondisi pasien dan melakukan pencitraan otak. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan tidak ada perdarahan serta menentukan apakah pasien layak menerima pengobatan. Trombolisis melalui infus umumnya diberikan secepat mungkin dalam waktu 4,5 jam sejak gejala dimulai atau sejak pasien terakhir diketahui dalam keadaan normal.
Pada kondisi tertentu, terapi reperfusi masih dapat dipertimbangkan di luar rentang waktu tersebut. Keputusan tersebut bergantung pada hasil pencitraan dan pertimbangan klinis dokter.
“Kami telah mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time). Pada strok iskemik, obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak untuk mengurangi risiko kecacatan,” paparnya.
“Pada pasien tertentu, terapi reperfusi dapat dipertimbangkan di luar rentang tersebut berdasarkan pencitraan dan penilaian dokter. Capaian door-to-needle time tercepat untuk trombolisis di Siloam Hospitals TB Simatupang adalah 13 menit,” jelas dr Dina.
Masyarakat Perlu Mengenali Tanda Awal
Kecepatan layanan di rumah sakit perlu didukung tindakan cepat dari orang-orang di sekitar pasien. Keterlambatan datang ke fasilitas kesehatan dapat mengurangi pilihan terapi yang tersedia, terutama karena sejumlah penanganan stroke memiliki batas waktu tertentu.
Siloam Hospitals TB Simatupang mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala melalui metode Be Fast. Pendekatan ini menjadi pengingat sederhana agar perubahan mendadak pada keseimbangan, penglihatan, wajah, kekuatan lengan, kemampuan bicara, dan waktu munculnya gejala tidak diabaikan.
Gejala stroke dapat muncul tiba-tiba, misalnya wajah tampak tidak simetris, salah satu lengan melemah, bicara pelo atau sulit dipahami, gangguan keseimbangan, maupun perubahan penglihatan. Dalam situasi seperti itu, pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan evaluasi medis. Menunggu gejala membaik sendiri dapat menyebabkan waktu penanganan yang berharga terlewat.
Capaian 13 menit dalam memulai trombolisis menunjukkan arti penting koordinasi sejak pasien tiba. Jalur pelayanan yang cepat, pemeriksaan yang tepat, dan keputusan klinis yang terukur menjadi bagian dari upaya menekan risiko kecacatan pada pasien stroke iskemik yang memenuhi syarat terapi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Siloam TB Simatupang Catat Rekor Penanganan?
Siloam TB Simatupang Catat Rekor Penanganan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Siloam TB Simatupang Catat Rekor Penanganan matter?
Siloam TB Simatupang Catat Rekor Penanganan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
