New Policy: ESDM Papua: 47 kampung di Mamberamo Raya belum teraliri listrik

ESDM Papua: 47 Kampung di Mamberamo Raya Belum Teraliri Listrik

New Policy – Jayapura, 18 Mei – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua mengungkapkan bahwa sebanyak 47 kampung di Kabupaten Mamberamo Raya masih mengalami kendala dalam akses listrik. Dalam upayanya untuk mengatasi masalah tersebut, lembaga tersebut menargetkan pengembangan sistem listrik komunal atau desa sebagai solusi utama. Sejumlah pejabat di lingkungan ESDM menegaskan bahwa program ini akan dijalankan secara bertahap, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik.

Kondisi Listrik di Wilayah Terpencil

Kepala Dinas ESDM Papua yang sedang melaksanakan tugas sementara, Karsudi, menyebut bahwa dari total 60 kampung yang ada di Mamberamo Raya, hanya 13 yang berhasil mendapatkan pasokan listrik. Dalam hal ini, dua titik kampung mengandalkan jaringan listrik PLN, sementara 11 kampung lainnya menikmati listrik melalui program yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Papua. “Pembangunan infrastruktur listrik di daerah terpencil memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar, terutama di lokasi yang sulit dijangkau,” jelas Karsudi. Ia menambahkan bahwa beberapa kampung masih mengandalkan alat seperti genset atau lampu minyak untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dari 13 kampung yang berlistrik, hanya dua titik yang telah teraliri listrik PLN, sementara 11 kampung lainnya mendapat pasokan listrik melalui program Pemerintah Provinsi Papua,”

Karsudi juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempercepat implementasi program Papua Terang 2030. Program ini bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh kampung di provinsi tersebut dapat menikmati listrik pada tahun 2030. Fokus utamanya adalah pemerataan, terutama di kawasan yang sulit dicapai. “Kami berupaya mempercepat kehadiran listrik di wilayah terpencil agar masyarakat dapat menikmati manfaatnya secara merata,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Perubahan Pendekatan dalam Pengembangan Listrik

Karsudi menjelaskan bahwa sebelumnya, pihaknya lebih mengandalkan teknologi panel surya untuk menyelesaikan masalah listrik di daerah-daerah terpencil. Namun, perlahan-lahan, ESDM Papua mulai beralih ke metode lain, khususnya pembangkit listrik tenaga mikrohidro. “Pemprov Papua berencana memanfaatkan aliran sungai Mamberamo untuk menghasilkan listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan,” tambahnya. Teknologi mikrohidro diharapkan bisa menjadi alternatif yang lebih efektif, terutama untuk kampung-kampung yang memiliki akses ke sungai atau sumber air aliran deras.

“Selama ini kami lebih banyak mendorong penggunaan panel surya untuk melistriki kampung-kampung terpencil. Namun, ke depan Pemprov Papua juga akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan memanfaatkan aliran sungai Mamberamo,”

Dalam rincian program Papua Terang 2030, Karsudi menyatakan bahwa total kampung yang ada di Papua adalah 999, yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota. Sampai saat ini, sebanyak 789 kampung sudah teraliri listrik, sedangkan 212 kampung lainnya masih membutuhkan dukungan tambahan. “Pengembangan ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Angka 1,7 triliun rupiah yang dibutuhkan untuk mencapai target ini, menurut Karsudi, akan terpenuhi melalui bantuan dari pemerintah pusat.

Peran Pemerintah Pusat dalam Program Papua Terang 2030

Karsudi menambahkan bahwa progres program ini membutuhkan peran aktif dari pemerintah pusat, khususnya dalam hal pendanaan dan koordinasi. “Kami yakin dengan bantuan dari pusat, program Papua Terang 2030 akan berhasil mencapai tujuannya,” tuturnya. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus pada pengembangan infrastruktur di daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah Papua. Dinas ESDM Papua berharap bantuan tersebut bisa digunakan secara optimal untuk mempercepat proses.

“Secara keseluruhan, terdapat 999 kampung di Papua yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota. Dari jumlah itu, sebanyak 789 kampung sudah berlistrik, sementara 212 kampung lainnya masih belum teraliri listrik,”

Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Karsudi bersama Gubernur Papua Mathius D Fakhiri ke Mamberamo Raya pada Minggu (17/5) menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong progres program ini. Dalam kunjungan tersebut, mereka meninjau beberapa lokasi yang belum teraliri listrik, serta berdiskusi dengan pemangku kepentingan setempat. “Kita perlu melibatkan masyarakat dalam proses ini agar implementasi bisa berjalan lebih efektif,” kata Karsudi. Dia menegaskan bahwa keberhasilan program Papua Terang 2030 tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada partisipasi aktif warga setempat.

Tantangan dan Prospek Pemenuhan Listrik

Mamberamo Raya, dengan kondisi geografis yang kompleks, menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan listrik. Wilayah ini memiliki medan yang terjal dan jauh dari pusat perkotaan, sehingga transportasi dan pembangunan infrastruktur memerlukan waktu yang lebih lama. Namun, Karsudi optimis bahwa dengan penggunaan teknologi yang tepat, seperti mikrohidro dan panel surya, kebutuhan listrik di kampung-kampung tersebut bisa terpenuhi secara bertahap.

Dinas ESDM Papua juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang memiliki kondisi serupa. “Kami ingin menunjukkan bahwa walaupun akses listrik di wilayah terpencil sulit, tetapi dengan strategi yang tepat, target bisa tercapai,” ujarnya. Progres pengerjaan pembangunan listrik akan terus dipantau, baik oleh tim ESDM Papua maupun lembaga lain yang terlibat dalam proyek ini. Karsudi mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi sejumlah lokasi prioritas untuk pengembangan listrik pada 2024.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat akses listrik, Dinas ESDM Papua juga mengadakan diskusi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. “Kita perlu memperhatikan kebutuhan setempat, termasuk jenis listrik yang paling sesuai dengan kondisi kampung,” ujarnya. Selain itu, mereka berencana mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dalam kebijakan jangka panjang, sehingga memastikan keberlanjutan program.

Dengan adanya program Papua Terang 2030, Karsudi berharap masyarakat di Mamberamo Raya bisa menikmati kenyamanan dan kemudahan yang sebelumnya belum tercapai. “Listrik menjadi kebutuhan dasar yang mendukung berbagai aspek