7 Golongan Penerima Sedekah yang Wajib Diketahui
7 Golongan Penerima Sedekah – Sedekah di Islam menyuruh kita memberi kepada orang tertentu. Kadang, kita bingung siapa saja yang berguna menerima sedekah. Artikel ini akan jelaskan siapa saja yang seharusnya kita beri sedekah.
Sedekah adalah memberikan harta untuk Allah. Ini tidak sama dengan zakat, tapi baiknya kita bersedekah. Kita harus memberi dari hati, tanpa mau dibalas oleh siapa pun, kecuali Allah.
Allah menggandakan pahala bagi yang rajin bersedekah, itu sebabnya bersedekah sangat baik. Banyak keutamaan bersedekah, seperti perlindungan dari Allah dan obat untuk penyakit. Jadi, bersedekah itu sungguh penting.
Pengertian Sedekah dalam Islam
Sedekah artinya memberi kepada fakir miskin atau yang berhak menerima. Ini dilakukan di luar zakat maupun zakat fitrah. Sedekah ini diberikan dengan ikhlas, mengharap ridho Allah tanpa imbalan.
Landasan Hukum Sedekah
Dalam Al-Quran, Allah di surah Al-Baqarah ayat 245 berfirman. Jika kita beri pinjaman kepada-Nya (sedekah), Dia akan ganti banyak lipatan. Allah juga mempersempit dan memperluas rezeki kita, karena akhirnya kita semua Kembali kepada-Nya.
Keutamaan Bersedekah
Sedekah adalah amalan mulia. Membuktikan keimanan kita pada perintah Allah. Ia punya banyak keutamaan, seperti melindungi dari naungan Arsy di hari kiamat. Menjadi obat penyakit fisik dan mental. Pahala bersedekah pun akan dilipatgandakan oleh Allah.
Sedekah menunjukkan keimanan yang tulus. Ia membersihkan harta, menyucikannya dari kotoran. Menjadi tanda ketakwaan dan pelindung dari api neraka. Di padang Mahsyar, sedekah melindungi pelakunya.
Urutan 7 Golongan Penerima Sedekah
Islam membagi 7 golongan yang berhak menerima sedekah. Ini penting untuk memastikan bantuan kita sampai pada yang membutuhkan. Dan agar manfaatnya bisa maksimal.
Fakir dan Miskin
Fakir adalah seseorang yang sangat kekurangan, baik harta maupun fisik. Mereka umumnya tidak punya sumber penghasilan. Sebaliknya, miskin sudah punya penghasilan, tapi tetap kurang. Fakir dan miskin, keduanya butuh pertolongan, tapi fakir lebih membutuhkan.
Amil
Amil adalah orang yang menyalurkan zakat. Mereka memastikan zakat sampai ke yang membutuhkan.
Muallaf
Muallaf adalah yang baru memeluk Islam. Mereka juga mendapat bagian dari zakat, untuk memperkokoh iman dan keyakinannya.
Riqab (Hamba Sahaya)
Riqab adalah budak atau hamba. Zakat diberikan untuk membebaskannya dari status budak.
Gharimin (Orang yang Berhutang)
Gharim adalah yang punya utang tapi tak mampu bayar. Mereka berhutang karena sulit memenuhi kebutuhan.
Fisabilillah (Pejuang di Jalan Allah)
Fisabilillah adalah mereka yang berjuang demi agama, misalnya dengan dakwah dan jihad.
Ibnu Sabil (Musafir)
Ibnu Sabil adalah musafir yang berjuang taat kepada Allah SWT. Mereka melakukan berbagai kegiatan positif, misalnya berdagang atau berdakwah.
7 golongan penerima sedekah
Menurut Kementerian Agama, ada delapan golongan yang bisa menerima zakat. Mereka antara lain fakir, miskin, amil, dan muallaf. Kesembilan golongan ini juga cocok menerima sedekah. Sebab, konsep sedekah dan zakat itu sama.
| No. | Golongan Penerima Sedekah | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1. | Fakir | Ini adalah orang dengan kekurangan harta dan kebutuhan jasmani. Biasanya, mereka tidak punya pekerjaan. |
| 2. | Miskin | Mereka yang punya cukup rezeki di mata orang lain, tapi masih ada yang kurang. |
| 3. | Amil | Orang ini bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat kepada yang berhak menerimanya. |
| 4. | Muallaf | Adalah para pemeluk agama Islam yang baru, mereka butuh bantuan untuk menguatkan keimanannya. |
| 5. | Riqab | Budak yang harus dibebaskan, sedekah digunakan untuk tujuan baik itu. |
| 6. | Gharimin | Orang yang berutang tapi tak mampu melunasinya, utang ini berkaitan dengan kebutuhan pokok. |
| 7. | Fisabilillah | Orang-orang yang memerangi keburukan atau mencari ilmu di jalan Allah, seperti dalam dakwah atau jihad. |
| 8. | Ibnu Sabil | Mereka yang dalam perjalanan khusus menuju ketaatan pada Tuhan, namun uangnya sudah habis. Mereka butuh bantuan. |
Pentingnya Mengetahui Urutan Penerima Sedekah
Mengetahui siapa yang harus kita sedekahi selangkah demi selangkah penting. Ini memastikan bantuan kita sampai ke tangan yang membutuhkan dengan tepat. Dalam ajaran Islam, urutan terbaik untuk memberi sedekah dimulai dari diri sendiri.
Selanjutnya, bantu keluarga yang membutuhkan kemudian kerabat dekat dan tetangga. Setelah itu, baru orang lain yang lebih luas. Imam Nawawi menegaskan, para ahli sepakat bahwa keluarga adalah prioritas utama dalam sedekah. Menjalankan hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang benar.
Kesalahpahaman Umum tentang Urutan Penerima Sedekah
Ada kesalahpahaman tentang siapa yang harus diberi sedekah. Beberapa orang pikir sedekah sebaiknya diberikan pada orang kaya atau yang berbadan kuat. Padahal, ajaran Islam sudah jelas. Sedekah seharusnya untuk mereka yang membutuhkan seperti fakir, miskin, dan kaum yang disebutkan lainnya.

Cara Memberikan Sedekah Secara Tepat
Cara tepat memberi sedekah adalah langsung pada yang berhak terima. Ini bersandar pada ajaran Nabi Muhammad SAW. Katanya, kerabat paling dekat itu paling pantas menerima.
Langsung kepada Penerima
Memberi sedekah kepada orang yang butuh langsung membuat bantuan itu pasti sampai. Ajaran Islam menunjukkan pentingnya membantu keluarga dan sesama.
Melalui Lembaga Pengelola Sedekah
Kita juga bisa sedekah lewat lembaga yang sudah terbukti amanah. Cara ini memudahkan aksi kita menyebarkan sedekah. Sehingga, bantuan kita mencapai lebih banyak orang yang membutuhkan.
Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari
Sedekah bukan hanya tentang memberi uang. Kita juga bisa memberi bentuk lain sedekah. Ini akan bermanfaat bagi yang membutuhkan di sekitar kita. Beberapa contoh termasuk makanan, pakaian, dan ilmu.
Sedekah Makanan
Memberi makanan yang dibutuhkan adalah sedekah berharga. Islam menganjurkannya.
Rasulullah Saw pernah berkata, “Perbanyaklah kuah sopmu dan bagikanlah ke tetangga.” Sedekah makanan bantu mempererat hubungan antara kita.
Sedekah Pakaian
Selain makanan, kita bisa beri sedekah berupa pakaian. Memberi pakaian layak kepada yang membutuhkan mencerminkan kepedulian.
Tidak hanya memberikan kenyamanan, pakaian juga tingkatkan rasa percaya diri penerimanya.
Sedekah Ilmu
Sedekah tidak selalu harta, bisa juga ilmu. Membagikan pengetahuan sangat bermanfaat, khususnya untuk yang membutuhkan.
Kita bisa bagi keterampilan, berikan petunjuk, atau sederhananya, informasi bermanfaat.
Dengan memahami sedekah, kita bisa lebih peduli dan bantu sesama. Sedekah adalah cara memperdalam hubungan dan mempertinggi harmoni.
Waktu Terbaik untuk Bersedekah
Sedekah adalah amalan mulia dalam Islam. Ada waktu-waktu terbaik untuk melakukannya. Sedekah subuh dan sedekah di bulan Ramadhan masuk dalam waktu terbaik.
Sedekah Subuh
Sedekah subuh adalah jenis sedekah yang istimewa. Waktu itu, banyak orang tidur, tapi Anda memberi. Malaikat langsung membawa doa kita ke hadapan Allah.
Keutamaan dari sedekah subuh sangat besar. Dua malaikat datang mendoakan kita. Permintaan kita pun lebih cepat dikabulkan. Sins kita akan diampuni. Harta yang kita sedekah jadi lebih barokah. Dan, pintu surga lebih dekat.
Kita juga lebih jauh dari neraka. Satu amalan membawa banyak kebaikan. Maka, jangan sia-siakan sedekah subuh.
Sedekah di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan kaya manfaat untuk beramal. Sedekah di bulan ini mendapat pahala lebih banyak. Ini kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah.
Amalan pun membantu meningkatkan rasa peduli pada yang membutuhkan. Sedekah di bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk berbagi kasih.
Hikmah Bersedekah
Bersedekah itu sangat baik dalam Islam. Ada banyak hikmah yang membuatnya penting untuk kita lakukan. Memahami hikmah-hikmah ini sangatlah penting.
mendapatkan keberkahan harta
Menyisihkan sebagian harta untuk disedekahkan membawa keberkahan. Allah SWT akan membuka pintu rezeki lebih luas bagi kita.
Ada manfaat lain dari
menumbuhkan rasa syukur
Melalui bersedekah, kita belajar bersyukur. Kita menyadari nikmat-nikmat yang Allah berikan. Ini membuat hubungan kita dengan-Nya semakin erat.
Bersedekah juga
meningkatkan keharmonisan sosial
Ikut bersedekah membantu menjaga keharmonisan masyarakat. Ia mempererat persaudaraan di antara kita. Sebuah masyarakat yang saling membantu pasti penuh kasih sayang.
Kesimpulan
Sedekah itu sangat mulia dan punya banyak keutamaan. Fakir, miskin, amil, muallaf, dan lainnya adalah yang benar menerima sedekah. Tapi, kita perlu tahu siapa saja yang memang layak.
Sedekah bisa berupa makanan, pakaian, atau ilmu. Waktu terbaiknya adalah saat subuh atau saat Ramadhan. Bersedekah bisa membuat uang kita lebih berkah dan menambah rasa syukur.
Kita semua harus rajin bersedekah, dengan niat tulus tentunya. Dengan begitu, amalan baik kita akan terus mengalir berkahnya. Semoga, melalui sedekah, kita semua mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.