Sedekah Penghasilan Berapa Persen yang Tepat?
Sedekah Penghasilan Berapa Persen yang Tepat? Mengerti berapa banyak zakat penghasilan yang perlu kita bayar sangat krusial. Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah bagian penting dari zakat mal. Sebagian dari penghasilan tahunan, biasanya 2,5%, wajib diberikan pada mereka yang membutuhkan.
85 gram emas per tahun adalah nishab-nya. Kadar zakat tersebut adalah 2,5%. Kami juga akan membahas fatwa MUI tentang zakat penghasilan, termasuk dalam artikel ini.
Pengertian Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan disebut juga zakat profesi. Ini adalah kewajiban zakat mal bagi umat Muslim yang bekerja dan sudah menerima gaji. Pekerjaan yang diterima harus halal dan sesuai syariah Islam.
Definisi Zakat Penghasilan
Menurut Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003, zakat penghasilan ini dikeluarkan dari gaji atau hasil usaha yang halal. Contoh lainnya termasuk honorarium dan pendapatan dari berbagai sumber yang disetujui syariah.
Perbedaan dengan Zakat Mal
Zakat penghasilan dan zakat mal berbeda dalam banyak aspek. Salah satunya adalah kapan dan bagaimana nisab dan zakatnya dihitung. Zakat penghasilan dibayar setiap bulan setelah upah diterima, sedangkan zakat mal dibayarkan tiap tahun.
Nishab dan Kadar Zakat Penghasilan
Untuk membayar zakat penghasilan, penting tahu tentang nishab dan kadar zakat. Nishab adalah minimal jumlah harta yang perlu berzakat. Sementara, kadar zakat adalah persentase dana yang harus dibayarkan sebagai zakat.
Berdasarkan fatwa MUI, orang sudah wajib zakat penghasilan jika gajinya memenuhi 85 gram emas setahun. Dapat dibayarkan bulanan dengan nishab setara 7,08 gram emas sebulan.
Kadar zakat adalah 2,5% dari total penghasilan tiap bulan, menurut syariat. Jika penghasilan lebih dari nishab bulanan, harus berzakat 2,5% dari jumlah itu.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Nishab Zakat Penghasilan | 85 gram emas per tahun |
| Nishab Zakat Penghasilan per Bulan | 7,08 gram emas per bulan |
| Kadar Zakat Penghasilan | 2,5% dari total penghasilan |
Memahami nishab dan kadar zakat penghasilan membantu umat Islam membayar zakat dengan benar. Ini sesuai dengan aturan agama.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Zakat Penghasilan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan tentang zakat penghasilan. Mereka memberikan informasi lengkap tentang penghasilan yang harus dizakati. Ini berguna untuk mengetahui pendapatan mana yang disyaratkan.
Jenis Penghasilan yang Wajib Dizakati
Menurut fatwa MUI, semua pendapatan halal harus dizakati. Ini termasuk gaji rutin, honorarium, dan sejenisnya. Beberapa contoh lain termasuk pendapatan dari profesi bebas dan hasil usaha.
- Gaji, honorarium, upah, dan jasa dari pekerjaan tetap termasuk.
- Profesi bebas seperti dokter dan pengacara juga termasuk.
- Hasil usaha entah itu perorangan atau kelompok.
- Termasuk juga pendapatan dari menyewakan sesuatu dan investasi.
Fatwa MUI meminta agar zakat penghasilan dikeluarkan segera setelah pendapatan diterima. Ini dilakukan agar setiap Muslim yang wajib membayar zakat bisa melakukannya dengan benar. Mereka yang memenuhi syarat harus membayar zakat ini reguler.
| Jenis Penghasilan | Wajib Zakat? |
|---|---|
| Gaji tetap | Ya |
| Honorarium | Ya |
| Upah/Jasa | Ya |
| Profesi Bebas (dokter, pengacara, dll.) | Ya |
| Hasil Usaha/Bisnis | Ya |
| Sewa-menyewa | Ya |
| Investasi | Ya |
sedekah penghasilan berapa persen
Sebagai seorang muslim, kita wajib sedekah dari penghasilan kita. Sedekah ini sangat penting dalam agama Islam. Tujuannya adalah untuk membantu orang yang membutuhkan. Tapi, berapa banyak kita seharusnya memberi?
Para ulama berpendapat, sedekah penghasilan berkaitan erat dengan zakat. Jika kekayaan kita sudah mencapai nisab, berarti kita wajib membayar zakat 2,5% dari penghasilan kita. Bagi yang belum mencapai nisab, berapa pun yang dapat diberikan, itu harus dari hati yang tulus.
Tidak masalah kalau sedekah kita sedikit. Yang penting adalah niat membantu dan mencari keridhaan Allah SWT. Jadi, setiap muslim yang punya penghasilan sebaiknya memberi sedekah tiap bulan. Berikan seikhlasnya.
Namun, tidak ada aturan pasti tentang berapa besar sedekah penghasilan tersebut. Ulama merekomendasikan 2,5% dari penghasilan bulanan. Ini agar sedekah kita adil dan seimbang.
Cara Menghitung Zakat Penghasilan
Menghitung zakat penghasilan sangat penting. Ini membantu kita berbuat baik dengan harta kita. Proses menghitungnya sederhana dan mudah dilakukan.
Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan
Untuk zakat penghasilan, hitung 2,5% dari pendapatan setahunnya. Misal, jika Anda dapat Rp 5.000.000 setiap bulan, zakat Anda Rp 1.500.000 per tahun.
Lain lagi, jika 1 gram emas dihargai Rp 800.000, nishabnya adalah Rp 68.000.000. Jika Anda memperoleh Rp 120.000.000 setahun, zakatnya Rp 3.000.000.
Dari contoh tadi, menghitung zakat penghasilan terasa mudah. Anda cukup tahu pendapatan tahunan dan harga emas untuk mengitungnya.
Waktu Membayar Zakat Penghasilan
Waktu terbaik untuk membayar zakat penghasilan apa ya? Ikuti pedoman ini ya. Ini untuk pastikan Anda bayar zakat tepat waktu.
Untuk membayar zakat penghasilan, lakukan setiap bulan. Pastikan penghasilan Anda melebihi nisab. Nisab zakat penghasilan setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas.
Kalau penghasilan sebulan tidak cukup, kumpulkan selama satu tahun. Lalu, hitung 2,5% dari total penghasilan setahun penuh. Itu akan jadi zakat yang harus dibayarkan.
Bisa juga bayar zakat saat ada bonus, kenaikan gaji, atau penghasilan lain yang cukup. Tapi, pastikan penghasilannya sudah melebihi nisab.
Yang paling penting, selalu perhatikan penghasilan Anda. Hitung setiap bulan dan tahun, agar kewajiban zakat dikerjakan tepat waktu.
Membayar Zakat Penghasilan Melalui BAZNAS
Membayar zakat penghasilan melalui BAZNAS sangat mudah dan terpercaya. BAZNAS adalah lembaga pemerintah yang menangani zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya. BAZNAS memiliki prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Memakai BAZNAS untuk zakat Anda memastikan bantuan tepat sasaran. Hanya dengan melalui BAZNAS, zakat Anda benar-benar akan membantu yang membutuhkan.
Rekening BAZNAS untuk Zakat
Memilih zakat penghasilan dengan BAZNAS sangat gampang. Berikut rekening BAZNAS yang bisa Anda gunakan:
- BSI 955 555 5400
- BCA 686 0148 755
- Mandiri 0700 0018 55555
Semua rekening itu atas nama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan rekening resmi BAZNAS, dana Anda pasti ditangani dengan amanah dan akurat.

Mari bayar zakat penghasilan Anda via BAZNAS. Cara ini pastikan bantu Anda sampai pada yang membutuhkan, tepat dan bermanfaat.
Kesimpulan
Zakat penghasilan wajib bagi muslim berpenghasilan di atas nishab, setara dengan 85 gram emas per tahun. Besarnya zakat adalah 2,5% dari total penghasilan. Jika kamu punya penghasilan yang mencapai nishab, harus bayar zakat.
Zakat ini bisa dibayarkan setiap bulan atau disimpan satu tahun lalu dibayarkan. Bayar zakat dengan mudah lewat BAZNAS.
Bayar zakat itu bukan cuma kewajiban, tapi ibadah. Ini kesempatan bagus bagi kita bantu orang yang butuh. Kita bisa memperbaiki hidup orang di sekitar kita.
Jadi, bagusnya kita bayar zakat dengan senang hati. Semoga tambah subur rezekinya dan diterima oleh Allah SWT.
FAQ
Apa itu zakat penghasilan atau zakat profesi?
Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah kewajiban bagi sebagian muslim. Dikeluarkan dari pendapatan bulanan yang halal. Sebagai bagian dari zakat mal, diperuntukkan bagi harta hasil kerja yang tidak melanggar syariah.
Apa perbedaan antara zakat penghasilan dan zakat mal?
Zakat penghasilan dibayar setiap bulan setelah kita menerima penghasilan. Zakat mal dibayar di akhir tahun. Kedua jenis zakat ini punya aturan perhitungan yang berbeda.
Berapa nishab dan kadar zakat penghasilan?
Nishab zakat penghasilan adalah 85 gram emas setiap tahun. Besarnya zakat penghasilan adalah 2,5% dari pendapatan total setahun.
Apa saja jenis penghasilan yang wajib dizakati?
Menurut MUI, semua pendapatan halal harus dizakati. Termasuk gaji, upah, dan honorarium. Baik yang diterima rutin maupun tidak rutin.
Berapa persen sedekah penghasilan yang tepat?
Kita harus mengeluarkan 2,5% untuk zakat penghasilan. Lebih baik lagi jika memberikan sedekah bulanan. Tujuannya untuk membantu fakir dan miskin sesuai kemampuan.
Bagaimana cara menghitung zakat penghasilan?
Zakat penghasilan dihitung dengan 2,5% dari total pendapatan bulanan. Misalkan pendapatan kita Rp5.000.000, maka zakatnya Rp125.000 per bulan.
Kapan sebaiknya membayar zakat penghasilan?
Sebaiknya bayar zakat penghasilan setiap bulan. Nishab-nya adalah nilai 85 gram emas dibagi 12. Jika sepanjang tahun pendapatan kurang dari nishab, bayar tahunan.
Bagaimana cara membayar zakat penghasilan melalui BAZNAS?
Bayar zakat penghasilan lewat BAZNAS gampang. Pergi ke situs https://baznas.go.id/bayarzakat. Gunakan rekening BSI 955 555 5400, BCA 686 0148 755, atau Mandiri 0700 0018 55555 atas nama Badan Amil Zakat Nasional.