Polisi Tangkap MAFA Penjual Video Porno Anak di Telegram
Penangkapan Pemuda di Bandung karena Jual Video Porno Anak
Kasus penjualan video porno anak kembali mencuat di Indonesia. Seorang pemuda berinisial MAFA (20) ditangkap oleh pihak berwenang karena terlibat dalam bisnis ilegal tersebut. Pemuda ini berhasil meraup keuntungan jutaan rupiah dari hasil menjual video porno anak melalui platform media sosial.
Penyelidikan dan Penangkapan
Proses Penyelidikan
Kasus ini pertama kali terungkap ketika Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan patroli siber. Selama patroli, mereka menemukan adanya aktivitas jual-beli video porno anak yang dilakukan melalui platform media sosial. Temuan ini memicu penyelidikan lebih lanjut yang akhirnya mengarah pada penangkapan MAFA.
Penangkapan di Bandung
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi berhasil menangkap MAFA di kawasan Coblong, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (26/7). MAFA diketahui sebagai admin dari grup Telegram bernama ‘Deflamingo Collection’, yang digunakan untuk memperjualbelikan video porno anak dan dewasa.
Operasi Penjualan Video Porno
Promosi Melalui Media Sosial
Menurut Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, tersangka menggunakan aplikasi X untuk mempromosikan konten video pornografinya. Dalam akun tersebut, MAFA memposting preview gambar dari video porno yang dijual dan memasang tautan untuk mengarahkan calon pembeli ke akun Telegram-nya.
- Tersangka memposting preview gambar untuk menarik perhatian.
- Tautan disertakan untuk mengarahkan calon pembeli ke Telegram.
Penawaran Paket Video Porno
Di grup Telegram ‘Deflamingo Collection’, MAFA menawarkan video porno anak dan dewasa dalam beberapa paket. Anggota grup bisa memilih untuk membeli paket bulanan seharga Rp 165 ribu atau paket eceran seharga Rp 15 ribu.
- Paket bulanan: Rp 165 ribu
- Paket eceran: Rp 15 ribu
Grup ini memiliki lebih dari 25 ribu anggota yang aktif berpartisipasi dalam transaksi ilegal tersebut.
Keuntungan dan Strategi Penjualan
Keuntungan Bulanan
Sejak mulai menjalankan bisnis haram ini pada Agustus 2023, MAFA berhasil mengumpulkan keuntungan hingga Rp 7 juta per bulan. Keuntungan ini didapatkan dari penjualan video porno melalui grup Telegram yang dikelolanya.
Strategi Promosi
MAFA tidak hanya menawarkan video porno dalam paket eceran dan bulanan. Ia juga menggunakan berbagai strategi promosi untuk menarik lebih banyak pembeli. Salah satunya adalah ‘promo Ramadhan’, yang ditawarkan kepada anggota grup.
- Promo Ramadhan: Strategi promosi khusus untuk menarik anggota.
- Berbagai ukuran file: Menawarkan video dengan berbagai ukuran file untuk memenuhi kebutuhan pembeli.
Bukti dan Tangkapan Layar
Bukti Percakapan
Dalam penyelidikan, polisi berhasil menyita bukti berupa tangkapan layar percakapan di grup Telegram. Dalam percakapan tersebut, terlihat bahwa MAFA menawarkan promo ‘Ramadhan’ dan berbagai jenis video porno anak dan dewasa.
Penyitaan Bukti
Bukti ini menjadi dasar kuat bagi polisi untuk menangkap dan menjerat MAFA dengan pasal terkait pornografi dan perlindungan anak. Bukti ini juga menunjukkan betapa terorganisirnya bisnis ilegal yang dijalankan oleh MAFA.
Dampak dan Tindakan Hukum
Dampak Sosial
Kasus ini menimbulkan keprihatinan besar di masyarakat. Penjualan video porno anak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak moral dan masa depan generasi muda. Orang tua diharapkan lebih waspada dan mengawasi aktivitas online anak-anak mereka.
Tindakan Hukum
MAFA kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya. Dia dijerat dengan pasal-pasal terkait pornografi dan perlindungan anak. Kombes Ade Safri Simanjuntak menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil untuk memutus rantai perdagangan video porno anak.
FAQ tentang Kasus Penjualan Video Porno Anak
Apa yang dilakukan MAFA?
MAFA menjual video porno anak dan dewasa melalui grup Telegram bernama ‘Deflamingo Collection’.
Bagaimana polisi menemukan aktivitas ilegal ini?
Polisi menemukan aktivitas ini saat melakukan patroli siber dan menemukan adanya praktik jual-beli video porno anak di media sosial.
Berapa keuntungan yang didapat MAFA per bulan?
MAFA mendapatkan keuntungan sekitar Rp 5-7 juta per bulan dari penjualan video porno anak.
Apa yang ditawarkan dalam grup Telegram ‘Deflamingo Collection’?
Grup tersebut menawarkan video porno anak dan dewasa dalam berbagai ukuran file, dengan paket eceran dan bulanan.
Apa saja bukti yang berhasil disita polisi?
Polisi menyita tangkapan layar percakapan di grup Telegram, yang menunjukkan promosi dan transaksi video porno anak.
Kesimpulan
Kasus penangkapan MAFA karena menjual video porno anak menyoroti pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap kejahatan siber. Dengan tindakan tegas dari pihak berwenang, diharapkan aktivitas ilegal seperti ini dapat diberantas dan memberikan efek jera bagi pelaku lainnya. Masyarakat juga diharapkan lebih waspada dalam mengawasi aktivitas online anak-anak mereka untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan.