Nusantara

Main Agenda: Anggota DPRD Veronika Lake Bantah Ikut Intimidasi Dokter Icha

Veronika Lake, Anggota DPRD TTU, Tolak Tuduhan Ikut Intimidasi Dokter Icha Main Agenda - Kupang, Beritasatu.com - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara

Desk Nusantara
Published Juni 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Veronika Lake, Anggota DPRD TTU, Tolak Tuduhan Ikut Intimidasi Dokter Icha

Main Agenda – Kupang, Beritasatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Veronika Lake membantah ikut serta dalam tindakan intimidasi terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di Rumah Sakit Leona. Melalui pernyataan resmi yang diberikan, Veronika menegaskan bahwa kehadirannya di rumah sakit hanya untuk mengunjungi pasien dan tidak terlibat dalam insiden yang sempat ramai diberitakan. Sebelum menyampaikan klarifikasi, ia juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dokter Icha.

Kehadiran di Rumah Sakit, Hanya untuk Mengunjungi Pasien

Veronika menyatakan, kehadirannya di RS Leona tidak terencana sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada 13 Juni 2026, dirinya hadir dalam acara arisan yang diadakan oleh istri seorang anggota DPRD di Kecamatan Insana. Usai kegiatan, Veronika pulang ke Kefamenanu bersama dua anggota DPRD lainnya dan seorang istri anggota DPRD. Di tengah perjalanan, salah seorang rekan anggota DPRD, Therensius Lazakar, mengajak rombongan singgah di RS Leona untuk menjenguk keponakannya yang sedang dirawat di instalasi gawat darurat akibat gigitan ular berbisa.

“Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya. Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang bersama rombongan tersebut,” ujarnya, Minggu (29/6/2026).

Menurut Veronika, saat tiba di rumah sakit, ia berada di depan ruang darurat sambil berbincang dengan istri salah satu anggota DPRD. Sebelumnya, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani sudah masuk ke ruang perawatan. Di dalam ruangan, Veronika mengaku hanya menyaksikan pertukaran argumen antara dua anggota DPRD dan seorang dokter. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di sana hanya untuk mengetahui perkembangan penanganan medis pasien.

“Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan,” katanya. Veronika menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam upaya menekan atau mengintimidasi dokter Icha. Kehadirannya dianggap sebagai bagian dari pengawasan pihak legislatif terhadap pelayanan kesehatan di institusi tersebut.

Katakan ‘Panggil Wartawan Saja’ Bukan untuk Menyakiti Dokter Icha

Veronika juga menjelaskan terkait ucapannya yang menjadi sorotan media, yakni kalimat “panggil wartawan saja.” Menurutnya, pernyataan tersebut bukan ditujukan kepada dokter Icha secara langsung, melainkan sebagai usulan agar pelayanan rumah sakit diperiksa secara transparan oleh media. “Terkait perkataan ‘panggil wartawan saja,’ itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, serta perbaikan kualitas pelayanan. Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan di rumah sakit,” jelasnya.

Veronika menegaskan bahwa seluruh tindakannya di RS Leona berdasarkan keinginan spontan dan tidak memiliki niat untuk merugikan dokter Icha. Menurutnya, pihak manajemen rumah sakit serta dokter lainnya sudah datang memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan pasien. Setelah itu, dua anggota DPRD yang terlibat berdiskusi dengan manajemen hingga persoalan tersebut diselesaikan secara baik. Ia juga menyebut kedua rekannya telah menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen rumah sakit maupun kepada keluarga almarhumah dokter Icha pada saat itu.

Menyatakan Siap Bekerja Sama dalam Proses Hukum

Setelah nama Veronika muncul dalam berbagai pemberitaan, ia mengaku siap memberikan keterangan apabila diminta oleh aparat penegak hukum. “Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan siap bekerja sama memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berwenang,” ujarnya. Veronika menegaskan bahwa dirinya tidak kembali ke RS Leona pada hari berikutnya untuk membesuk pasien tersebut. Ia memilih fokus pada proses hukum yang sedang dijalani pihak terkait.

Dalam pernyataannya, Veronika kembali mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dokter Icha. “Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya dokter Icha,” katanya. Ia menganggap kepergian dokter Icha sebagai kehilangan yang sangat berat bagi masyarakat dan lembaga kesehatan. Veronika juga berharap insiden ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak rumah sakit dan pihak legislatif untuk memperkuat kerja sama dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Konteks Insiden dan Klarifikasi Pernyataan

Insiden yang menimpa dokter Icha terjadi pada 13 Juni 2026, saat dirinya sedang menangani pasien di IGD RS Leona. Menurut informasi awal, terdapat konflik antara dokter dan dua anggota DPRD, yang kemudian menjadi bahan perdebatan publik. Veronika mengklarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat dalam konflik tersebut, dan kehadirannya di rumah sakit tidak memiliki maksud untuk menekan atau memperparah situasi.

Menurut Veronika, pertengkaran antara pihak DPRD dan dokter terjadi sebelumnya, sementara dirinya hanya turut serta karena kebetulan. Ia menekankan bahwa tindakan menanyakan penanganan pasien diambil untuk memastikan adanya kejelasan dalam proses medis. “Saya hanya ingin memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan sesuai standar, dan almarhumah dokter Icha bisa diberi penghormatan atas dedikasinya,” tuturnya.

Perspektif Veronika dan Upaya Memperbaiki Sistem

Veronika berharap pernyataannya mampu menenangkan publik dan menjelaskan fakta-fakta yang mungkin terlewat dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa kehadirannya di RS Leona adalah bagian dari upaya memastikan akuntabilitas dalam pelayanan kesehatan. “Saya ingin memperjelas bahwa kehadiran saya di situasi tersebut bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk memastikan keadilan dan transparansi,” ujarnya.

Dalam wawancara tambahan, Veronika mengakui bahwa kalimat “panggil wartawan saja” mungkin dianggap tajam, tetapi tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan di RS Leona bisa dipantau lebih dekat oleh publik. “Saya tidak bermaksud menyakiti siapa pun, termasuk dokter Icha. Kalimat itu justru bertujuan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan,” katanya. Veronika juga mengingatkan bahwa kejadian tersebut merupakan sesuatu yang bisa terjadi karena munculnya keterb

Leave a Comment