15 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir Pagi Ini – Berikut Daftarnya
Banjir Merendam 15 RT di Jakarta Timur, BPBD DKI Siapkan Upaya Penanggulangan
Nah, malam minggu lalu, Jakarta Timur terjebak dalam kondisi yang agak
“gundah”
karena banjir yang melanda area perumahan. Tinggi genangan sampai 8 cm, tapi untuk beberapa titik, air bisa naik hingga 30 hingga 80 sentimeter. Bayangkan, jalan-jalan yang biasanya kering tiba-tiba jadi seperti danau kecil, dan mobil-mobil warga terpaksa
“berenang”
melintasi genangan yang tak terduga. Ternyata, ini semua berawal dari curah hujan tinggi yang membanjir Kali Ciliwung. Tapi, apakah kita benar-benar siap menghadapi bencana ini?
Konteks Banjir dan Tanggapan BPBD DKI
Kali Ciliwung, sungai yang sering dianggap
“lupa”
akan kemampuannya, tiba-tiba menjadi musuh terdekat warga Jakarta Timur. Intensitas hujan yang luar biasa membuat aliran air sungai meluap, menggenang di permukiman. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memberikan penjelasan singkat mengenai situasi.
“Sampai pukul 09.00 WIB, terdapat 15 RT yang terendam banjir,”
ujarnya, menggambarkan betapa luasnya dampak bencana ini.
“Sampai pukul 09.00 WIB, terdapat 15 RT yang terendam banjir,”
Yohan menjelaskan bahwa banjir ini bukan terjadi dalam semalam, tapi akumulasi dari hujan deras yang terus-menerus.
“Selain itu, kami juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan surut dalam waktu cepat,”
lanjutnya. Walaupun genangan tak terlalu dalam, tali-tali air tetap menjadi penentu kritis. BPBD DKI pun sudah mengerahkan personel untuk memantau setiap titik genangan dan mengkoordinasikan Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air. Tapi, apakah upaya ini cukup untuk mengatasi masalah yang terus berulang?
Data Genangan di Wilayah Terdampak
Menurut data yang diterbitkan BPBD DKI, beberapa kelurahan menjadi korban banjir dengan tingkat keparahan berbeda. Kelurahan Bidara Cina, misalnya, hanya tergenang hingga 30-35 sentimeter, sementara Kampung Melayu dan Cawang mengalami genangan hingga 80 cm. Di Cililitan, air mencapai 50 cm.
“Ini seperti badai yang mengunjungi rumah-rumah warga secara berurutan,”
kata Yohan, menggambarkan keragaman dampak banjir. Warga di area tergenang pun harus beradaptasi, kadang harus menyimpan barang-barang penting di atas meja, atau mengalihkan jadwal kegiatan sehari-hari.
Kemensos dan Upaya Kemanusiaan
Sementara itu, di sisi lain, Kemensos juga memperlihatkan respons cepat mereka dengan menggelar Funwalk HDI 2025. Acara ini bukan hanya untuk mempromosikan kegiatan olahraga, tapi juga sebagai ajang penggalangan bantuan untuk korban bencana di Sumatera.
“Kemensos Gelar Funwalk HDI 2025 Sambil Galang Bantuan Korban Bencana Sumatera,”
tulis Antara. Ini menunjukkan betapa tanggung jawabnya lembaga pemerintah dalam membantu warga yang terkena dampak bencana, bahkan di luar Jakarta. Tapi, apakah masyarakat Jakarta Timur bisa berharap bantuan yang sama untuk mereka?
Yang menarik, dalam situasi darurat, warga diimbau untuk segera menghubungi nomor 112. Layanan ini gratis dan operasional 24 jam, menjadi jembatan antara warga dan pihak penyelamat. Meski banjir tak terlalu parah, peringatan ini adalah ingatan agar kita tidak terlena dengan kenyamanan, dan selalu siap menghadapi kejadian tak terduga. Seperti kata Yohan, banjir ini masih dalam penanganan, tapi respons yang cepat bisa menjadi penyejuk hati bagi warga yang sedang waswas.