What we know about the Brown University shooting suspect who is als

Judul Section Utama

Nah, siapa sangka bahwa peristiwa yang mengguncang dua universitas ternama AS ini berakhir dengan penemuan yang mengagetkan. Setelah mengejar seseorang selama beberapa hari, polisi akhirnya menemukan petunjuk terakhir di sebuah unit penyimpanan di New Hampshire—dan justru menemukan mayat pelaku. Claudio Manuel Neves Valente, seorang pria berusia 48 tahun dari Portugal, tidak hanya menjadi tersangka pembunuhan dua mahasiswa Brown University dan melukai sembilan orang lain, tapi juga mencederai seorang profesor dari MIT. Kasus ini seolah membentuk cerita yang tak terduga, dengan akhir yang memperlihatkan pilihan tragis pelaku.

Siapa Claudio Valente?

Tersangka ini memulai perjalannya dengan pendidikan tinggi di Brown University pada awal 2000-an, mengejar gelar doktor ilmu pengetahuan di bidang fisika. Tapi, pada 2003, ia memutuskan berhenti tanpa sebab jelas. Kini, setelah sembilan tahun terlewat, kembali ke panggung berita sebagai pelaku kekerasan yang memicu pertanyaan:

“Mengapa ia memilih Brown University? Mengapa kelas itu menjadi sasaran?”

“I think that is a mystery,”

kata Peter Neronha, jaksa negara Rhode Island, saat menyampaikan pernyataannya.

“I don’t think we have any idea why now, or why Brown, why these students, why this classroom. That is really unknown to us.”

Analisis dari Neronha memberikan gambaran bahwa motivasi Valente tetap menjadi teka-teki. Selain itu, keterlibatan lembaga seperti FBI, IRS, dan bahkan kepolisian federal menunjukkan betapa seriusnya kasus ini. Dalam penyelidikan, polisi sempat mengendalikan seorang tersangka pada hari Sabtu, tapi informasi yang muncul selama beberapa hari sebelumnya justru menjadi kunci penemuan terakhir.

Penemuan di Unit Penyimpanan

Unit penyimpanan di Salem, New Hampshire, yang menjadi tempat ditemukannya Valente, sebenarnya sudah lama menjadi sasaran pencarian. Tapi, karena alasan tertentu, tim penyelidik dari FBI dan kepolisian Rhode Island baru bisa mengaksesnya.

“That information led police to a rental car, the suspect’s name and photos of him renting the car,”

jelas Ted Docks, agen FBI yang mengarahkan investigasi. Pakaian yang terlihat dalam foto itu bahkan sempurna menyerupai pakaian yang digunakan oleh pelaku saat menembak di Brown University.

Pelaku yang Tersembunyi

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana kecepatan investigasi bisa menjadi penentu. Seorang saksi yang melihat foto Valente menyelesaikan puzzle yang selama ini terlihat samar.

“Nah, bisa jadi alasan utama adalah karena ada koneksi yang tak terduga antara Valente dan Loureiro, profesor MIT,”

kata Docks, menambahkan bahwa keduanya mungkin pernah belajar di universitas yang sama di Portugal. Detail ini memberi kesan bahwa kasus ini tak hanya tentang kekerasan, tapi juga hubungan jaringan yang kompleks.

Dari hari Sabtu hingga hari Selasa, kepolisian dan badan intelijen terus bergerak. Video dan foto yang dibagikan membantu memperjelas identitas pelaku, sementara hadiah $50.000 menunjukkan upaya untuk menarik perhatian masyarakat. Namun, meskipun semua bukti terkumpul, satu hal tetap misteri: bagaimana seorang pria yang pernah menempuh pendidikan tinggi bisa menjadi pelaku kekerasan yang tak terduga? Jawabannya, mungkin, masih tersembunyi di sana-sini.