Yang Dibahas: Langkah Putri Kusuma Wardani Belum Terbendung di Swiss Terbuka 2026
Langkah Putri Kusuma Wardani Belum Terbendung di Swiss Terbuka 2026
Berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, pada hari Kamis (12/3), atlet tunggal putri berperingkat pertama, Putri Kusuma Wardani, berhasil melangkah ke babak perempat final Swiss Terbuka 2026 setelah mengalahkan pemain Malaysia, Wong Ling Ching. Pada pertandingan tersebut, Putri KW mencatatkan kemenangan dengan skor 21-17 dan 21-15. Meski menang, perjalanan menuju kemenangan tidak begitu mudah, khususnya di gim pertama.
Dalam pertandingan awal, Putri menghadapi tantangan berat karena ini pertemuan pertamanya dengan lawan yang dikenal memiliki akurasi bola atas yang cukup mengancam. Wong Ling Ching sempat memaksa Putri kewalahan dengan pola permainan yang baru dihadapinya. “Di gim pertama cukup tertinggal jauh karena ini pertemuan pertama dengan Wong Ling Ching, dia punya tangan yang cukup menyulitkan bola atasnya jadi tadi agak sedikit kaget,” ujar Putri dalam wawancara terpisah. “Saya sudah mempelajari mainnya sebelum bertanding agar tidak terburu-buru, tapi rasanya berbeda ketika sudah di lapangan,” tambahnya.
Momentum perubahan tajam terjadi di gim kedua. Putri menerapkan strategi lebih sabar, fokus menjaga area tengah, dan mengurangi pergerakan yang tidak perlu. Hal ini memungkinkan transisi permainan yang tepat, sehingga ia mampu menangani permainan lawan dengan baik. Teknik mengarahkan bola untuk memancing reli panjang terbukti efektif, memungkinkan poin demi poin di rebut. Dalam gim kedua, Putri juga memilih bermain lebih aman, menghindari variasi pukulan yang berisiko.
“Di gim kedua lebih banyak rally, di gim pertama saya banyak mati sendiri dan banyak buangan yang salah jadi di gim kedua saya tidak banyak variasi atau memberikan bola atas yang aneh-aneh. Lebih main safe saja dan banyak pukulan karena lawan juga mati sendiri kalau main rally. Besok harus lebih konsisten dan fokus dari awal laga,” pungkasnya.
Keberhasilan Putri dalam menghadapi lawan ternyata berawal dari adaptasi cepat terhadap gaya permainan yang berbeda. Meski sempat tertinggal, ia mampu bangkit dengan pendekatan yang lebih terorganisir. Kemenangan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju babak lebih lanjut, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptifnya.



