Yang Dibahas: Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?
Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?
Jakarta, CNBC Indonesia – Pada masa mendekati Ramadan atau Idul Fitri, pembicaraan seputar penetapan awal bulan Hijriah kerap menjadi perbincangan hangat. Metode perbedaan seperti hisab dan rukyat sering kali menimbulkan variasi tanggal puasa di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Dalam konteks perdebatan tradisional tersebut, konsep baru muncul: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Apa itu KHGT?
Kalender Hijriah Global Tunggal
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah sistem penanggalan Islam berbasis perhitungan astronomi global. Tujuannya adalah agar seluruh umat Islam di dunia mengikuti hari yang sama untuk memulai puasa dan merayakan Lebaran. Dengan KHGT, tanggal 1 Ramadan ditentukan tanpa mengandalkan pengamatan hilal lokal.
Beda dengan metode tradisional yang mempertimbangkan visibilitas hilal di setiap area, KHGT menggunakan perhitungan hisab dengan parameter universal. Kalendernya bahkan bisa dibuat hingga beberapa tahun ke depan, mirip dengan kalender Masehi.
Mengapa KHGT Dianggap Revolusioner?
Ada beberapa alasan yang membuat KHGT dianggap sebagai inovasi besar. Konsep ini berasal dari tradisi hisab, tetapi diaplikasikan secara lebih menyeluruh dan bersifat internasional. Meski sebagian besar ulama dan lembaga keagamaan masih mempertahankan rukyat lokal, KHGT tidak mustahil untuk diimplementasikan.
Kebutuhan dunia modern yang ditandai oleh mobilitas tinggi, komunikasi global, dan sistem kalender terintegrasi semakin memperkuat relevansi penggunaan KHGT. Dengan adanya kalender tunggal, keseragaman dalam merayakan bulan suci dan hari raya bisa tercapai.
(mae/mae) Add as a preferred source on Google



