Sempat Muncul 17 Kasus – Dinkes Kota Malang Pastikan Tren Campak Kini Melandai

Ads
RumahBerkat - Post

Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Kota Malang Pastikan Tren Campak Kini Melandai

Kota Malang berhasil mengendalikan wabah campak setelah sebelumnya tercatat 17 kasus infeksi yang memicu kekhawatiran di tingkat kelurahan. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setelah kondisi penyakit tersebut menunjukkan penurunan signifikan. Dengan upaya yang dilakukan, tidak ada lagi kasus baru yang dilaporkan atau pasien yang dirawat di rumah sakit akibat komplikasi.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa semua pasien yang terpapar telah pulih sepenuhnya. “Kondisi campak di Kota Malang pada hari ini, Kamis (26/3/2026), sudah terkendali. Sebanyak 17 kasus yang kemarin sempat terpantau kini telah diperbaiki, dan tidak ada penambahan klaster baru,” jelasnya saat diwawancara pada hari yang sama.

“Kami tetap meminta masyarakat waspada, terutama bagi orang tua yang memiliki balita. Pastikan imunisasi MR (Measles-Rubella) anak sudah lengkap. Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah risiko komplikasi berat seperti radang paru atau radang otak akibat campak,” tambah dr. Husnul.

Pencegahan penyebaran penyakit ini didukung oleh tindakan cepat Dinkes dalam melakukan vaksinasi massal di area yang terdeteksi klaster kasus. Petugas kesehatan secara aktif menyisir balita yang belum mendapatkan vaksinasi dasar atau program catch-up immunization. Tindakan ini berdampak positif pada penurunan angka infeksi.

Sementara itu, dr. Husnul menekankan bahwa kekebalan kelompok (herd immunity) tetap harus dijaga agar tidak terjadi kenaikan kasus lagi. Ia menyoroti perlunya cakupan vaksinasi di Kota Malang tetap mencapai di atas 95 persen. Meskipun situasi kini stabil, peringatan ini diberikan untuk menghindari ke lengahan masyarakat.

Ads
RumahBerkat - Post

Berdasarkan data nasional tahun 2026, beberapa daerah di Jawa Timur masih mengalami peningkatan kasus campak. Namun, Kota Malang optimis mampu meminimalkan kemungkinan wabah susulan berkat penguatan sistem pemantauan di puskesmas. Warga juga disarankan untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami demam tinggi yang disertai ruam kemerahan.