Rencana Khusus: Pengamat: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, 94 Persen Masyarakat Puas
Pengamat: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, 94 Persen Masyarakat Puas
Dalam evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof Albertus Wahyurudhanto menyatakan bahwa kegiatan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran berjalan lancar dan efektif. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil riset akademik yang dilakukan secara objektif, menggabungkan metode triangulasi.
Metode Penelitian dengan Tiga Sumber Data
Prof Albertus menjelaskan, penelitian ini memadukan tiga jenis data: survei persepsi masyarakat terhadap 3.200 responden dari delapan Polda, informasi operasional dari posko yang memantau pergerakan kendaraan dan kecelakaan lalu lintas, serta pendekatan Delphi yang melibatkan para ahli untuk mengevaluasi fenomena di lapangan.
“Hasil riset menunjukkan bahwa Operasi Ketupat tahun ini berjalan baik, meski masih ada beberapa catatan seperti konsentrasi petugas terlalu berfokus pada jalur darat. Masalah juga muncul di area pelabuhan dan rest area,” ujar Prof Albertus saat audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026 bersama Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Kamis (2/4/2026).
Keunggulan Sistem Monitoring Berbasis Data
Dalam evaluasi, salah satu peningkatan signifikan adalah penggunaan sistem pemantauan real-time serta penerapan strategi predictive traffic policing yang memanfaatkan data untuk mengantisipasi kemacetan. Metode ini, menurut Prof Albertus, mengubah pendekatan evaluasi dari sekadar pelayanan menjadi strategi yang lebih proaktif.
“Operasi Ketupat 2026 kini memanfaatkan sistem pemantauan real-time. Sebelumnya evaluasi hanya fokus pada aspek pelayanan, kini kepolisian beralih ke strategi predictive traffic policing berbasis data,” terangnya.
Menurutnya, pendekatan ini berhasil membentuk kesadaran masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas bukan hanya tugas polisi, tetapi juga kebutuhan bersama untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan.
“Strategi ini membuktikan bahwa rekayasa lalu lintas adalah kebutuhan publik, bukan hanya kewajiban polisi. Ini membantu masyarakat memahami pentingnya tindakan preventif,” tutup Prof Albertus.
Apresiasi Pengamat terhadap Penurunan Kecelakaan
Pengamat perlindungan konsumen dan kebijakan publik Tulus Abadi mengakui keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dalam menekan angka kecelakaan hingga 30 persen serta mencatat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 94 persen.
“Operasi Ketupat tahun 2026 telah menerapkan instrumen yang sangat efektif untuk memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar,” kata Tulus saat audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026 pada Kamis (2/4/2026).
Tulus menambahkan, survei menunjukkan kepuasan tinggi sebagai indikator bahwa pengamanan dan layanan kepada pemudik berjalan optimal. Ia menekankan perlunya menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan ini.
“Dari survei terlihat 94% masyarakat puas. Ini harus kita jaga dan tingkatkan agar perjalanan mudik ke depan lebih aman dan nyaman,” tegas Tulus.
Dalam penjelasannya, Tulus menyebutkan beberapa kebijakan seperti sistem one way (jalur satu arah) berkontribusi besar pada kelancaran arus mudik. Ia berharap instrumen ini dijadikan kebijakan tetap untuk memperbaiki petunjuk arah di jalan tol.
PFoto: Pengamat perlindungan konsumen dan kebijakan publik, Tulus Abadi (Dok istimewa).



