Strategi Penting: Banjir Grobogan Ganggu Perjalanan KA Jalur Utara, Delapan Kereta Terdampak
Banjir Grobogan Menghambat Operasional Kereta Api
Banjir yang menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menyebabkan sebagian jalur rel kereta api tergenang, memengaruhi delapan perjalanan kereta api jalur utara dan memperpanjang waktu tempuh hingga 15 menit. Sejak Jumat dini hari, 3 April 2026, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu gangguan pada perjalanan kereta api, yang dilaporkan oleh PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa genangan air mencapai ketinggian 25 cm di jalur hilir KM 32+7/8 antara Stasiun Karangjati dan Gubug. Dampaknya, satu dari dua jalur rel tidak bisa dilewati secara normal. Sebagai langkah pencegahan, perjalanan KA kini diatur dengan menggunakan jalur hulu, yang lebih aman.
“Genangan air di jalur hilir KM 32+7/8 telah surut sejak pukul 07.40 WIB, Jumat (3/4/2026). Jalur tersebut kini dinyatakan aman, meski kereta hanya bisa beroperasi dengan kecepatan terbatas,” ujar Luqman Arif.
PT KAI terus berusaha mengurangi dampak banjir ini agar tidak berlarut. Langkah-langkah pengamanan operasional telah diterapkan, dengan fokus pada keselamatan penumpang dan awak kereta. Keterlambatan perjalanan terjadi karena setiap kereta harus bergantian melalui jalur yang tidak tergenang.
Kondisi Banjir dan Dampak Sosial
Banjir Grobogan melanda 16 desa di lima kecamatan, mengakibatkan 3.176 keluarga terdampak dan 11 rumah rusak ringan. Namun, menurut BPBD Grobogan, kondisi banjir secara umum telah terkendali. Pemicu utama adalah curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Kamis sore, 2 April 2026, hingga Jumat dini hari, 3 April 2026.
Berdasarkan laporan BNPB, empat dari 50 desa di Grobogan masih tergenang, tetapi upaya penanganan bencana sedang berjalan optimal. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melakukan inspeksi langsung ke lokasi tanggul yang jebol, untuk memastikan logistik warga terpenuhi dan merencanakan strategi mitigasi jangka panjang.
Dampak banjir ini juga mengganggu sepuluh perjalanan kereta api dari dan menuju Jakarta. Penumpang diimbau memantau update terkini dari PT KAI untuk mengetahui perubahan jadwal. Keterlambatan diperkirakan antara 10 hingga 15 menit, tergantung pada jalur yang digunakan.



