Agenda Utama: KSAD terima laporan prajurit TNI kembali terluka di Lebanon
KSAD terima laporan prajurit TNI kembali terluka di Lebanon
Jakarta – Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), memberikan keterangan tentang adanya laporan prajurit TNI yang terluka di Lebanon. Dalam pemaparannya di Tangerang, Banten, Sabtu, ia menyebutkan bahwa tiga anggota prajurit TNI telah gugur dalam insiden tersebut.
Kondisi prajurit yang terluka
“Kami hari ini menyampaikan duka cita atas kepergian tiga anggota prajurit TNI. Selain itu, informasi terkini menunjukkan bahwa sejumlah personel sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dua di antaranya termasuk dalam Angkatan Darat,”
Dalam laporan terbaru, KSAD menjelaskan bahwa TNI AD belum menerima informasi lengkap mengenai urutan kejadian atau tingkat cedera prajurit. Sampai saat ini, data yang tersedia hanya berupa identitas serta kondisi kesehatan mereka.
Koordinasi dengan Markas Besar TNI
Koordinasi intensif terus berlangsung antara KSAD dan Markas Besar TNI. Maruli menyatakan bahwa jalur komunikasi langsung dengan satuan di luar negeri diatur melalui komando Mabes TNI. “Pihak Mabes TNI yang bertugas sebagai penghubung utama, sehingga kami hanya menerima informasi identitas tertentu,” ujarnya.
Persiapan investigasi dan jaminan keselamatan
KSAD menegaskan bahwa prajurit TNI di Lebanon telah dibekali SOP yang ketat. Dalam situasi konflik, instruksi khusus diberikan untuk segera berlindung di bunker guna mengurangi risiko cedera serius. Meski demikian, ia mengakui bahwa setiap tugas di wilayah konflik pasti mengandung risiko.
“Para prajurit sudah terlatih menghadapi berbagai situasi. Tapi semua pasti memiliki risikonya. Yang penting, doa saja agar semuanya berjalan baik,”
Diplomasi Indonesia terkait insiden
Pemerintah Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat khusus untuk menyelidiki serangan terhadap pasukan perdamaian di Lebanon, UNIFIL. Langkah ini sebagai respons atas gugurnya tiga prajurit: Mayor Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Serka Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon.
“Kami mengutuk keras semua bentuk serangan terhadap personel dan fasilitas PBB. Investigasi menyeluruh dijanjikan akan dilakukan oleh otoritas terkait,”
Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis, yang bertindak sebagai pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan PBB. Fokus utamanya adalah memastikan keamanan bagi seluruh anggota pasukan internasional di wilayah konflik tersebut.



