Yang Dibahas: Pemprov DKI perluas akses pasar bagi UMKM ke China lewat forum dagang

Pemprov DKI perluas akses pasar bagi UMKM ke China lewat forum dagang

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya memperluas kesempatan ekspor untuk pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke Tiongkok melalui partisipasi dalam serangkaian acara dagang di Wuhan dan Beijing, 30 Maret hingga 1 April 2026. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan bahwa kehadiran Jakarta dalam forum tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat jejaring perdagangan internasional, sekaligus mendorong UMKM meningkatkan daya saing dalam pasar global.

“Keikutsertaan Jakarta dalam rangkaian forum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi difokuskan pada penciptaan peluang kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi pelaku usaha, khususnya usaha binaan Pemprov DKI,” tutur Ratu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Forum dagang yang dihadiri Jakarta mencakup “Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026”, “The 14th China Food Trade Fair 2026”, “China-Indonesia Trade and Investment Forum 2026”, serta “Indonesia-China SME Trade and Investment Cooperation Forum 2026”. Dalam “The 14th China Food Trade Fair 2026” di Wuhan, Jakarta hadir melalui Paviliun Indonesia yang diperkuat oleh 17 peserta pameran, memperkenalkan berbagai produk unggulan seperti makanan olahan, hasil perikanan, dan barang kreatif dengan nilai tambah.

Partisipasi ini dilengkapi dengan serangkaian pertemuan bisnis yang mempertemukan pengusaha Jakarta dengan mitra potensial, sehingga membuka peluang kolaborasi nyata yang mendorong peningkatan hubungan dagang dan ekspansi jaringan distribusi ke pasar internasional. “Kami ingin pelaku usaha binaan tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Ratu.

Strategi Penguatan Kerja Sama

Dalam forum “China-Indonesia Trade and Investment Forum 2026 dan Indonesia-China SME” di Beijing, Jakarta menggarisbawahi perannya sebagai pusat perdagangan nasional serta node distribusi strategis yang memiliki sistem logistik efisien serta akses pasar ASEAN yang luas. Ratu menekankan pentingnya penguatan kerja sama di berbagai sektor potensial, seperti logistik dan rantai pasok, perdagangan ritel, serta ekonomi digital, yang mendukung aktivitas perdagangan lintas negara.

“Penguatan perdagangan tidak hanya soal peningkatan nilai transaksi, tetapi juga bagaimana UMKM dapat terlibat dalam rantai pasok global melalui kemitraan yang berkelanjutan,” tutur Ratu.

Dia menambahkan bahwa momentum kerja sama dagang dengan Tiongkok ini menjadi bagian dari langkah strategis Jakarta dalam memperkuat posisinya sebagai kota global yang terintegrasi dalam jaringan perdagangan internasional. “Sejalan dengan transformasi menuju 500 tahun Jakarta. Dengan keikutsertaan aktif dalam forum internasional ini, kami optimistis dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai perdagangan, serta mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing global,” ungkap Ratu.