Momen Bersejarah: Wamenpar jalin koordinasi dengan Kemlu soal travel warning dari Korsel

Wamenpar Jalin Koordinasi Dengan Kemlu Soal Travel Warning Dari Korsel

Kapolda Bali Respon Travel Warning Kedubes Korea Selatan

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dalam keterangan di Denpasar, Kamis, memastikan bahwa situasi keamanan di Pulau Dewata tetap stabil dan aman bagi para wisatawan. Pihak kepolisian mengakui kekhawatiran yang disampaikan Kedubes Korea Selatan kepada warganya yang berencana berkunjung ke Bali. Namun, mereka menegaskan bahwa upaya penjagaan keamanan terus dilakukan untuk memastikan pengunjung merasa nyaman, termasuk wisatawan asing.

Wamenpar dan Kemlu Koordinasi Terkait Peringatan Wisata dari Korea Selatan

Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai peringatan wisata yang diterbitkan oleh pemerintah Korea Selatan. “Saya pikir kita akan koordinasi terus dengan Kemlu, ya. Dan tentu pendekatan diplomatik juga kami terus lakukan koordinasi dengan pemerintah di sana dan utamanya dengan Kemlu,” ujar Ni Luh saat diwawancara di Jakarta, Sabtu.

“Itu kami harapkan pasti terus bisa berkuat, pasti terus bisa terjaga gitu ya,” pungkasnya.

Menurut Ni Luh, data jumlah wisatawan asal Korea Selatan yang kunjung ke Indonesia hingga kini masih menunjukkan tren positif. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperhatikan arahan serta masukan dari Kemlu, terlebih Korea Selatan berada di peringkat sepuluh besar negara pengunjung ke Indonesia. Pihaknya berharap pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dari Korea Selatan tidak terganggu meski ada peringatan tersebut.

Korsel Keluarkan Travel Warning karena Kejahatan Serius di Bali

Sebelumnya, Kedubes Korea Selatan menerbitkan travel warning yang meminta warganya berhati-hati saat mengunjungi Pulau Bali. Peringatan ini dilakukan karena terjadi serangkaian kejahatan menargetkan warga negara asing. Travel warning dikeluarkan pada Rabu (01/04/2026) dengan judul “Peringatan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius” di situs resmi kedubes.

Di dalam peringatan tersebut, pemerintah Korsel menyoroti kasus pembunuhan, penculikan, dan pelecehan seksual di wilayah seperti Jimbaran, Seminyak