Dubes: Negosiasi mesti berlanjut agar kapal RI lolos dari Selat Hormuz
Dubes: Negosiasi harus terus berlangsung agar kapal Indonesia bisa lewat Selat Hormuz
Kapal-kapal Indonesia yang terjebak di Selat Hormuz masih memerlukan proses negosiasi dengan otoritas Iran, menurut Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Ia menjelaskan bahwa ketegangan di kawasan masih tinggi, sehingga semua kapal yang melewati area tersebut harus mematuhi protokol militer Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi setelah acara peluncuran buku peringatan almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu.
“Selama masa perang, kapal yang ingin melewati Selat Hormuz harus melewati beberapa prosedur, salah satunya adalah negosiasi dengan keamanan Republik Islam Iran,” ujarnya.
Selat Hormuz belum bisa dibuka sepenuhnya karena ranjau laut yang dipasang saat konflik belum ditemukan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menetapkan rute alternatif untuk mengurangi risiko, tetapi situasi masih dinamis. Menyingkirkan ranjau jauh lebih sulit dibandingkan memasangnya, apalagi kedua pihak, Iran dan Amerika Serikat, belum memiliki kemampuan efektif untuk membersihkannya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa Iran telah merespons positif permintaan pemerintah untuk memastikan keamanan kapal Pertamina. Langkah teknis dan operasional sudah dilakukan, tetapi belum ada jadwal pasti kapan kapal tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz. Berdasarkan data dari situs pelacak Vessel Finder, dua kapal tanker Pertamina masih terperangkap di wilayah Teluk Persia.


