Agenda Utama: Fauzan Zidni jadi Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia 2026-2030
Fauzan Zidni Jadi Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia 2026-2030
Kongres IV Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang berlangsung di Jakarta pada 10-12 April 2026 menghasilkan keputusan penting. Fauzan Zidni secara konsensus terpilih sebagai Ketua Umum BPI periode 2026-2030, menggantikan posisi Plt. Ketua Umum Celerina Judisari. Dalam pernyataan pers yang diterima, Senin, Fauzan menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang memberikan kepercayaan untuk memimpin BPI.
“Saya berterima kasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia,” ujar Fauzan.
Pengumuman Resmi
Kongres tersebut juga menetapkan lima anggota baru Dewan Pengawas BPI, termasuk Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro. Sebagai produser film dan eksekutif media, Fauzan memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun, termasuk pernah memimpin Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) selama 2016-2019 serta menjadi Dewan Penasihat sejak 2019.
Agenda Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Fauzan menekankan empat fokus utama kepemimpinannya. Pertama, penguatan sumber daya manusia perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang, serta pengiriman talenta muda ke institusi film ternama di luar negeri dan laboratorium film internasional. Kedua, gerakan anti-pembajakan film secara menyeluruh. Ketiga, penyelenggaraan Festival Film Indonesia. Keempat, revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat kelembagaan BPI, profesi perfilman, serta dukungan pemerintah.
Rencana Strategis
Kongres IV menjadi ajang diskusi Rencana Induk Pengembangan BPI, yang bertujuan mendukung Rencana Induk Perfilman Nasional sebagaimana amanah UU 33 Tahun 2009. Dokumen strategis ini akan menjadi pedoman untuk membangun ekosistem perfilman Indonesia secara berkelanjutan hingga 2045, termasuk pengembangan SDM, infrastruktur produksi, distribusi, promosi, dan kerangka regulasi yang inklusif serta kompetitif.
Karier dan Karya
Fauzan Zidni, sebelumnya dikenal sebagai produser film, telah terlibat dalam produksi beberapa karya terkenal seperti What They Don’t Talk About When They Talk About Love, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Tukar Takdir, dan Perang Kota. Ia juga pernah menjabat sebagai Executive Producer/Head of Original Content di The Walt Disney Company Indonesia pada periode 2022–2024.


