Trump: AS terima usulan baru dari Iran usai batalkan misi ke Pakistan

Trump: AS Terima Usulan Baru dari Iran Usai Batalkan Misi ke Pakistan

Washington, AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya menerima usulan terbaru dari Iran setelah membatalkan rencana misi utusan ke Pakistan. Dalam wawancara pada hari Sabtu, Trump menyatakan bahwa pihak Iran memberikan dokumen yang dianggap lebih baik. Ia menambahkan bahwa dalam waktu singkat, setelah keputusan pembatalan diumumkan, mereka menerima penawaran baru yang menurutnya lebih menguntungkan.

“Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik. Dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapat dokumen baru yang jauh lebih baik,” kata Trump.

Menurut Trump, inti perundingan tetap berfokus pada jaminan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Ia menekankan bahwa hal ini menjadi prioritas utama. “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Pakistan pada Jumat. Negara itu menjadi penengah dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Sebelumnya, utusan khusus Trump—Steve Witkoff dan Jared Kushner—direncanakan berangkat pada hari Sabtu, tetapi laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.

Di bulan Februari, AS dan Israel melakukan serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan kematian warga sipil. Setelah itu, kedua pihak sepakat menghentikan perang dua minggu mulai 7 April. Namun, pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

AS lalu mengambil langkah blokade pelabuhan Iran, sementara mediator terus berusaha menyusun putaran perundingan yang baru. Trump mengatakan bahwa keputusan membatalkan misi ke Pakistan mempercepat proses negosiasi dengan Iran.