Key Issue: PPIH Medan: dua calon haji disuntik vaksin polio berangkat kloter 17
PPIH Medan: Dua Calon Haji Asal Sumatra Utara Diberangkatkan Setelah Menerima Suntikan Vaksin Polio
Key Issue – Medan, Sumatra Utara—Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengungkapkan bahwa dua calon haji dari provinsi tersebut telah menjalani vaksinasi polio dan akhirnya diberangkatkan dalam kelompok terbang (Kloter) 17. PPIH mengklaim bahwa keterlambatan ini bukanlah batalnya perjalanan haji, melainkan penundaan sementara. Hal ini dijelaskan oleh Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, setelah melangsungkan pelepasan 359 calon haji yang termasuk dalam Kloter 13 di Asrama Haji Medan, Rabu.
Menurut Zulkifli, kedua calon haji tersebut merupakan pasangan suami istri yang bermukim di Kota Medan. Mereka telah melaksanakan vaksinasi polio sebagai syarat wajib untuk berangkat ke Tanah Suci. Syarat ini diterapkan sesuai keputusan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan Indonesia sejak Maret 2025. Vaksinasi polio diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit di area yang padat dengan jemaah haji, khususnya untuk petugas haji Indonesia.
Kebutuhan Vaksinasi Polio Sebagai Syarat Berangkat
Zulkifli menambahkan bahwa ketentuan ini berlaku bagi seluruh jemaah calon haji. Dengan adanya aturan minimal tujuh hingga sepuluh hari setelah menerima suntikan vaksin, para calon haji diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci. “Karena ada jangka waktu minimum, maka baru boleh diberangkatkan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan kesehatan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BKKK) Medan, kedua calon haji tersebut ditemukan belum memenuhi syarat vaksinasi polio. Menurut Zulkifli, mereka mungkin tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai prosedur vaksinasi saat berada di Depok, Jawa Barat. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman, sehingga ketika tiba di Medan, mereka dianggap sudah divaksin.
“Mungkin di Depok, Jawa Barat, mereka belum mendapat informasi yang cukup, sehingga ketika di Medan mereka dianggap sudah divaksin,” kata Zulkifli.
PPIH Embarkasi Medan mencatatkan bahwa total calon haji yang berangkat dari Sumatra Utara mencapai 359 orang. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (30/4). Dua calon haji tersebut, yang diberi nama Ali Hadi Supomo dengan nomor manifes 332, dan Juliana Munthe dengan nomor manifes 331, ditunda perjalanan hajinya karena belum memiliki kekebalan terhadap penyakit polio.
Kesalahpahaman dalam Proses Vaksinasi
Zulkifli menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi karena adanya perbedaan pemahaman antara calon haji dan petugas kesehatan. “Karena ada jangka waktu minimal setelah vaksinasi, maka baru boleh diberangkatkan,” jelas Zulkifli.
Dalam proses pemeriksaan, ditemukan bahwa kedua calon haji tersebut belum melakukan vaksinasi polio. Meski demikian, mereka sudah diberikan suntikan vaksin di Medan, sehingga dianggap memenuhi syarat. Namun, karena jangka waktu minimal antara vaksinasi dan pemberangkatan belum terpenuhi, mereka ditunda sementara. Zulkifli menyatakan bahwa hal ini terjadi karena mungkin mereka tidak mengetahui bahwa vaksinasi harus dilakukan sebelum keberangkatan, bukan setelah.
Menurut informasi yang disampaikan, kejadian ini berdampak pada jadwal keberangkatan Kloter 17. Meski dua calon haji tersebut akhirnya diberangkatkan, tetapi ada proses penyesuaian yang dilakukan oleh PPIH. “Ditunda berangkat itu. Mereka ini berdomisili akibat tugas di Depok, sehingga proses pelaksanaan vaksinnya terjadi kesalahpahaman,” tutur Zulkifli.
Kelompok terbang 17 menjadi contoh nyata dari tantangan yang dihadapi calon haji dalam memenuhi syarat kesehatan. Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan Indonesia memutuskan bahwa vaksinasi polio menjadi keharusan, terutama karena penularan penyakit ini bisa terjadi di kawasan yang kerumunan jemaah haji. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan seluruh jemaah haji sebelum mereka tiba di Tanah Suci.
PPIH Embarkasi Medan terus memantau progres vaksinasi calon haji lainnya. Mereka berharap adanya kesalahpahaman seperti yang dialami dua calon haji ini bisa diminimalkan. “Kita berharap informasi mengenai vaksinasi polio bisa disampaikan secara jelas kepada calon haji sebelum mereka berangkat,” lanjut Zulkifli.
Dengan adanya vaksinasi polio, PPIH juga berupaya memastikan bahwa seluruh jemaah haji memenuhi syarat kesehatan sebelum pemberangkatan. Dalam hal ini, ada kebijakan yang diterapkan untuk menghindari risiko penularan di Tanah Suci. Hal ini menjadi perhatian serius karena penyakit polio bisa menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat.
Menurut Zulkifli, dua calon haji ini adalah bagian dari kelompok yang terlewat karena tidak terinformasi secara tepat. “Mereka berada di Depok, Jawa Barat, dan mungkin belum mengetahui bahwa vaksinasi polio harus dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci,” ujarnya.
Dalam upaya memperbaiki kesalahpahaman, PPIH Embarkasi Medan berkomitmen untuk memberikan edukasi tambahan kepada calon haji. Mereka juga berharap bahwa proses vaksinasi bisa dilakukan lebih awal guna menghindari ketundaan. “Kita ingin semua calon haji bisa berangkat sesuai jadwal tanpa hambatan,” pungkas Zulkifli.