Hasil Pertemuan: Wamenkop pastikan Kopdes Merah Putih mampu bangkitkan ekonomi desa
Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Mampu Bangkitkan Ekonomi Desa
Di Kabupaten Lebak, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini sedang berkembang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. “Kita optimistis Kopdes Merah Putih dapat membangkitkan ekonomi masyarakat desa, terlebih masyarakat desa kaya dengan segala potensi yang ada, dan ini kesempatan mereka berdaya serta berdaulat untuk mengelola desa masing-masing,” katanya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Senin.
“Kopdes Merah Putih, menurut Farida, memiliki potensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.”
Kementerian Koperasi sedang mempersiapkan pembangunan fisik seperti gerai, pergudangan, serta kelengkapan lainnya melalui PT Argrinas Pangan Nusantara (Persero), termasuk pengadaan kendaraan. Program ini dijalankan sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 dan 17, yang menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih.
Dalam rangka mendukung proyek ini, pihak Kemenkop juga melakukan pendampingan kepada pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Farida menuturkan bahwa tahapan pembentukan KDKMP telah selesai, dengan jumlah total sekitar 83 ribu unit, termasuk kepengurusan yang sudah terbentuk.
“Sekarang hari ini, KDKMP di antaranya ada yang sudah menjalani bisnis secara mandiri,” tuturnya. Selain itu, jumlah KDKMP sekitar 34 ribu sampai 35 ribu unit sedang dalam proses pembangunan fisik, dengan progres hingga 20 hingga 70 persen.
Dalam rapat koordinasi terakhir, data menunjukkan sekitar 3.000 unit KDKMP telah diselesaikan 100 persen. Farida menjelaskan bahwa tahapan berikutnya meliputi operasionalisasi pengisian kelengkapan, barang yang dijual, penetapan personalia, serta rekrutmen anggota di desa dan kelurahan.
Di sisi lain, Manager Kopdes Merah Putih Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Aep Saepudin, mengungkapkan bahwa binaan koperasi yang dikelolanya sudah memiliki 294 anggota. Mayoritas anggota tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi beberapa produk seperti emping kaceprek, gula aren, sale pisang, serta bakso ikan.
“Kami optimistis KDMP dapat menumbuhkan ekonomi desa, sekaligus bisa menghapus kemiskinan ekstrem,” katanya.
Menurut Aep, produksi gula aren dari desa tersebut dipasok ke beberapa daerah di Jawa Timur. Produksi bulanan mencapai 10 ton, dengan harga Rp40 ribu per kilogram, sehingga perputaran uang mencapai Rp400 juta per bulan.



