KAI terapkan rekayasa operasi imbas KA Bangunkarta anjlok di Bumiayu
KAI Lakukan Penyesuaian Operasi Akibat Kecelakaan KA Bangunkarta di Bumiayu
Purwokerto, Jateng (ANTARA) – Sebuah insiden kecelakaan yang terjadi pada Senin di Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah penyesuaian dalam pola operasi kereta api. Peristiwa tersebut mengganggu perjalanan KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen, yang anjlok pada pukul 14.15 WIB di KM 312+1. Akibatnya, jalur ke arah hulu dan hilir terhambat, sehingga transportasi di daerah tersebut belum dapat berjalan normal.
“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi karena insiden ini,” ujar Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, dalam pernyataan resmi yang diterima di Purwokerto, Jateng, Senin.
Menurut Anne, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan seluruh penumpang serta awak kereta dalam kondisi aman. Saat ini, petugas dari TNI, Polri, serta pihak setempat sedang berupaya mempercepat evakuasi kereta yang anjlok. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan jalur secepat mungkin.
Sebagai upaya meminimalkan dampak gangguan, KAI mengatur angkutan tambahan berupa 10 unit bus untuk membantu penumpang menuju tujuan atau melanjutkan perjalanan yang terputus. Selain itu, pihaknya juga menyediakan layanan pemulihan, seperti makanan dan minuman, sesuai aturan yang berlaku.
Untuk menjaga kelancaran keseluruhan operasional, KAI melakukan beberapa penyesuaian rute dan pola perjalanan. Beberapa kereta dibatalkan sepenuhnya, termasuk KA Sawunggalih (113 dan 116), KA Taksaka (45 dan 48), KA Purwojaya (54-55, 60F-57F), serta KA Joglosemarkerto (185-186). Di lintas Prupuk-Purwokerto, KA Kamandaka, KA Sawunggalih, dan KA Purwojaya menerapkan skema pembatalan sebagian relasi atau pertukaran rangkaian kereta.
KAI juga mengubah rute perjalanan bagi beberapa kereta jarak jauh, seperti KA Argo Semeru, KA Gayabaru Malam Selatan, KA Progo, dan KA Senja Utama Yogyakarta, melalui jalur Kroya-Bandung-Cikampek. Sementara itu, KA Bima, KA Manahan, dan KA Jakatingkir dialihkan melalui jalur utara, yaitu Semarang.
Personel dari unit rel, jembatan, dan fasilitas terus bekerja di lokasi kejadian untuk memastikan jalur kembali siap digunakan sesuai standar keselamatan. KAI berkomitmen menjaga keamanan dan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.


