Menghadapi Tantangan: Mentan harap kenaikan harga pestisida tetap terkendali
Mentan Harap Kenaikan Harga Pestisida Tetap Terkendali
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pestisida agar tidak mengganggu keberlanjutan usaha petani. Ia menyampaikan hal ini dalam rangkaian diskusi di Jakarta, Selasa, dengan menyoroti dampak dinamika politik internasional dan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino terhadap sektor pertanian.
Amran, yang juga memimpin Badan Pangan Nasional, meminta para pengusaha di bidang pestisida untuk tetap berhemat dalam menaikkan tarif. Meski mereka telah mendapat keuntungan selama bertahun-tahun, dirinya mengingatkan bahwa harga pestisida perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi, terutama untuk mengurangi beban petani. “Kami perlu peduli pada saudara-saudara kita di lapangan, jadi tolong berikan keuntungan tanpa terlalu besar,” ujarnya.
“Jangan ambil untung banyak sampai harga naik 30 persen. Kita punya pabrik, ahli pestisida, dan ahli rodentisida. Jadi kalau bisa, jangan dinaikkan terlalu tinggi,” imbuh Mentan Amran.
Dalam penjelasannya, Amran menjelaskan bahwa kebutuhan pestisida secara kuantitas tidak sebesar input pertanian lainnya, sehingga kenaikan harganya bisa dikendalikan secara proporsional. Namun, ia tidak menyebutkan angka spesifik mengenai volume kebutuhan tersebut.
Pemerintah juga berupaya mengantisipasi gangguan pasokan dengan menyediakan dukungan pestisida kepada petani. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia tetap stabil karena adanya bantuan seperti irigasi, pompanisasi, serta peralatan pertanian. Dengan demikian, harapan ada bahwa kebutuhan pestisida tidak akan meningkat drastis, sehingga menjaga biaya produksi yang seimbang.
Selain pestisida, Amran menyoroti bahwa faktor utama dalam produksi pertanian adalah pupuk. Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah sekarang lebih fokus pada ketersediaan dan stabilitas harga pupuk agar tidak mengganggu produktivitas secara keseluruhan. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimis petani tetap mampu berproduksi meski menghadapi tantangan global dan perubahan iklim.



