Pembahasan Penting: Dirut Bulog sebut pengadaan gabah setara beras capai 1,6 juta ton
Dirut Bulog sebut pengadaan gabah setara beras capai 1,6 juta ton
Jakarta – Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa jumlah pengadaan gabah setara beras hingga 5 April 2026 mencapai sekitar 1,6 juta ton. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.
“Kami laporkan realisasi pengadaan gabah dan beras hingga 5 April 2026 sekitar 1,6 juta ton dari target 4 juta ton. Ini capaian tertinggi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia hingga bulan April, mencapai 1,6 juta ton,” ujar Rizal.
Pada masa awal tahun, biasanya angka pengadaan hingga April berada di bawah 1 juta ton. Namun, tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan, yang menurut Rizal merupakan prestasi luar biasa.
Kepemimpinan Rizal di Bulog didukung oleh kerja sama berbagai pihak, termasuk aparat di lapangan yang mempercepat serapan gabah dari petani di berbagai wilayah. Kinerja ini menjadi bagian dari strategi swasembada pangan berkelanjutan berdasarkan UUD 1945 Pasal 33.
Bulog juga menjalankan fungsi strategis sebagai Badan Usaha Milik Negara sesuai UU No. 9 Tahun 2023, serta berbagai regulasi pendukung pengelolaan pangan nasional. Selain itu, peran Bulog dalam menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sangat penting, dengan stok nasional mencapai 4,59 juta ton.
Untuk memperkuat penyimpanan pangan, Bulog menyiapkan kapasitas gudang dengan sisa ruang 1,07 juta ton, ditambah dari sewa dan pembangunan baru. Selama periode hari besar keagamaan, seperti Natal, Tahun Baru, Ramadhan, dan Idul Fitri, Bulog bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan untuk menstabilkan harga bahan pangan.
Rizal menambahkan bahwa pengadaan jagung pipil kering juga mencatatkan realisasi positif, mencapai 131.673 ton hingga awal April 2026. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ke depan, Bulog akan terus membangun infrastruktur pascapanen dengan rencana menambah 100 unit fasilitas baru guna meningkatkan efisiensi pengelolaan beras dan jagung secara nasional.



