Pembahasan Penting: Menkeu: Insentif EV dalam pembahasan dengan otoritas dan industri

Menkeu: Insentif EV dalam pembahasan dengan otoritas dan industri

Jakarta – Pada Jumat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa studi mengenai kebijakan insentif untuk kendaraan listrik (EV) sedang dalam proses evaluasi bersama pihak-pihak terkait. Ia menjelaskan bahwa pembahasan ini melibatkan berbagai lembaga dan pelaku industri, termasuk di dalamnya pengembangan insentif untuk sektor mobil dan sepeda motor listrik.

Diskusi dengan Gaikindo

Dalam konteks mobil listrik, Purbaya mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk membahas strategi pemberian insentif. “Gaikindo mengundang untuk pameran mobil, namun juga memfasilitasi diskusi mengenai kebutuhan insentif, seperti jenis insentif yang tepat untuk mobil listrik dan lain sebagainya,” ujarnya kepada wartawan di Kejaksaan Agung.

“Gaikindo mengundang untuk pameran mobil, namun juga memfasilitasi diskusi mengenai kebutuhan insentif, seperti jenis insentif yang tepat untuk mobil listrik dan lain sebagainya,” kata Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung.

Pembicaraan dengan Gaikindo tersebut belum selesai, dan akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya. Sementara itu, untuk sepeda motor listrik, Menkeu sedang berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Purbaya, insentif yang diusulkan akan fokus pada motor listrik generasi terbaru.

“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” tuturnya.

Pada Kamis (9/4), Menperin menyampaikan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif motor listrik. Ia menegaskan bahwa besaran manfaat yang diberikan masih dalam tahap diskusi. “Masih dibicarakan,” kata Menperin saat diwawancarai di Jakarta.

Menurut Menperin, pemerintah tengah menyusun regulasi yang mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor. Di sisi lain, produksi motor konvensional tetap akan dijaga, dengan arahan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama di kawasan nontradisional.

“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.