Program Terbaru: KAI proyeksikan Kiaracondong Bandung jadi hunian TOD berbasis kereta

Ads
RumahBerkat - Post

KAI Rencanakan Kiaracondong Jadi Hunian TOD untuk MBR

Di Bandung, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang merancang kawasan Kiaracondong sebagai tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan pendekatan pengembangan terpusat di sekitar moda transportasi. Lokasi ini akan dikembangkan berdasarkan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menitikberatkan pada integrasi fasilitas hunian dengan akses kereta api yang mudah.

Pengembangan untuk Efisiensi Ekonomi

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa transformasi lahan di stasiun dan Balai Yasa Kiaracondong bertujuan meningkatkan kualitas hidup MBR. Ia menegaskan bahwa konsep ini dirancang agar warga bisa menghemat pengeluaran transportasi, karena keberadaan kereta api langsung terpadu dalam lingkungan tempat tinggal.

“Lahan KAI di Bandung akan dikembangkan menjadi hunian vertikal yang menyediakan fasilitas lengkap. Kami berfokus memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil, termasuk akses transportasi masal yang dekat dengan tempat tinggal,” ujar Bobby dalam keterangan di Bandung, Senin.

Peran KAI dalam Pengembangan Perumahan

Dalam rencananya, KAI tidak hanya menyediakan lahan untuk hunian, tetapi juga merancang area bisnis mikro serta ruang publik yang mendukung perekonomian warga. Bobby menyampaikan bahwa inventarisasi aset dilakukan dengan teliti agar tetap memenuhi standar keselamatan operasional kereta api.

Kolaborasi dengan Kementerian PKP

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi upaya KAI dalam mengubah lahan tidur menjadi kawasan hunian inklusif. Ia menambahkan bahwa KAI menjadi bagian penting dari tim gabungan dengan Kementerian PKP dan Danantara untuk mengevaluasi aspek teknis dan tata ruang proyek ini.

Ads
RumahBerkat - Post

“Tim akan mempresentasikan konsep dasar pada 25 April nanti. Kami berkomitmen melayani kebutuhan rakyat, dengan perencanaan yang matang agar lahan bisa dijadikan hunian terjangkau,” kata Maruarar.

Sinergi antara KAI dan pemerintah diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan akses perumahan di perkotaan. Proyek ini juga menunjukkan peran KAI sebagai penggerak pembangunan yang mampu mengubah sumber daya menjadi ruang hidup modern dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.