Program Terbaru: Perbasi perkuat kerja sama dengan Kemenimipas guna awasi pemain asing
Perbasi dan Kemenimipas Jalin Kerja Sama untuk Pengawasan Pemain Asing
Kota Bandung menjadi lokasi pertemuan penting antara DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Direktorat Jenderal Imigrasi, yang bertujuan memperkuat pengawasan terhadap pemain asing yang berlaga di Indonesian Basketball League (IBL). Kemitraan ini dicanangkan sebagai upaya pencegahan pelanggaran aturan serta edukasi para pemain asing mengenai regulasi di Indonesia.
Kerja sama dengan Kemenimipas, khususnya Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, dinilai sangat berdampak dalam penyelenggaraan acara olahraga nasional dan internasional. Nirmala Dewi, Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, menyatakan setelah menghadiri pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, pada hari Sabtu, 11 April, bahwa dukungan dari lembaga tersebut luar biasa. “Belum pernah ada tingkat dukungan sebesar ini sebelumnya,” ujarnya.
“Kami melihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Dirjen Imigrasi terhadap bola basket Indonesia,”
Nirmala menjelaskan bahwa sinergi dengan Ditjen Imigrasi tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga memfasilitasi komunikasi intensif yang berkontribusi pada pengelolaan kompetisi lebih baik. Selain itu, Perbasi berencana menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh pemain asing.
Alasan kolaborasi dengan BNN terkait larangan penggunaan zat tertentu, karena sejumlah pemain asing belum sepenuhnya memahami peraturan Indonesia. Edukasi dinilai krusial agar mereka dapat beradaptasi dengan aturan lokal selama berkarir di negeri ini. Di samping itu, Perbasi juga sedang menyiapkan diri menjadi penyelenggara acara internasional, seperti FIBA U-17 Asia Cup dan partisipasi dalam FIBA U-19 World Cup.
Nirmala menegaskan bahwa kerja sama dengan lembaga keamanan dan pihak terkait akan terus diperkuat. Hal ini untuk memastikan Indonesia siap menghadapi tantangan global saat menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Sinergi ini bertujuan meminimalkan risiko dan meningkatkan kualitas pertandingan serta pengelolaan olahraga basket nasional.


