AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Airlangga Andalkan Ekonomi Digital untuk Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen

Published Oktober 18, 2026 · Updated Oktober 18, 2026 · By Tegar Saputra - amalzakat.com

Foto : Tegar Saputra - amalzakat.com

Amalzakat.com – Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengandalkan ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan untuk mencapai target ekonomi 6% pada 2027. Strategi tersebut ditempuh melalui peningkatan investasi, produktivitas tenaga kerja, dan penguatan ekspor bernilai tambah. "Perekonomian Indonesia tumbuh 5,45% (c-to-c) pada Semester I 2026, yang menjadi pijakan menuju target tersebut.

Tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0%, inflasi 2,5%," kata Airlangga dikutip dari Antara, Minggu (18/10/2026). Ia menjelaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan tiga prasyarat, yakni pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), peningkatan produktivitas pekerja, serta penguatan ekspor bernilai tambah. Investasi ditargetkan tumbuh 8%-9% dengan nilai penanaman modal mencapai Rp 2.258 triliun.

Dalam kerangka tersebut, ekonomi digital menjadi salah satu penggerak pertumbuhan yang terukur. Nilai transaksi bruto atauGross Merchandise Value(GMV) ekonomi digital Indonesia mendekati US$ 100 miliar pada 2025, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah penggunaQuick Response Code Indonesian Standard(QRIS) mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 jutamerchant.

Airlangga mengarahkan pengembangan ekosistem digital sebagai rantai nilai terpadu yang didukung talenta digital berkualitas, pengembangan semikonduktor dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), serta infrastruktur yang memadai, termasuk pembangunan pusat data. Di tingkat kawasan, pemerintah telah menyelesaikan perundinganASEAN Digital Economy Framework Agreement(DEFA). Perjanjian tersebut ditargetkan ditandatangani bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada November 2026 di Filipina.

Ratifikasi ASEAN DEFA ditargetkan rampung dalam 180 hari setelah penandatanganan. Kajian Boston Consulting Group memperkirakan implementasi DEFA dapat meningkatkan nilai ekonomi digital kawasan ASEAN dari US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun pada 2030. Pertumbuhan transaksi digital juga perlu diimbangi dengan sistem keamanan yang memadai.

Bank Indonesia mencatat 12,99 miliar transaksi pembayaran digital pada Triwulan III 2025, tumbuh 38,08% secara tahunan. Untuk melindungi ekonomi digital, pemerintah menyiapkan kriptografi tahan kuantum guna mengantisipasi risikoHarvest Now, Decrypt Later(HNDL), yakni pencurian data terenkripsi untuk dibuka pada masa depan menggunakan komputer kuantum. Upaya tersebut didukung penerapanPost-Quantum Cryptography(PQC) dan pembentukan Gugus Tugas Nasional Penyiapan Migrasi Kriptografi Tahan Kuantum oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dari sisi infrastruktur, Airlangga menekankan bahwa pengembangan pusat data bergantung pada ketersediaan lahan, listrik, dan air. Ia menyampaikan kapasitas pusat data yang telah beroperasi mencapai 600-700 megawatt. Sementara itu, proyek dalam pipeline mencapai 1,3 gigawatt dengan perkiraan nilai investasi US$ 15 miliar-US$ 20 miliar.

NVIDIA juga menjajaki investasi senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,1 triliun di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB/FTZ) Batam. Rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan. Di sektor perdagangan, nilaie-commerceIndonesia diproyeksikan tumbuh lebih dari 14% menjadi US$ 71 miliar, sehingga menjadikannya pasar perdagangan elektronik terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah menargetkan transaksie-commercemelalui Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mencapai Rp 40 triliun pada akhir 2026. Target tersebut meningkat 10% dibandingkan realisasi Rp 36,4 triliun pada 2025. Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem perdagangan elektronik.

Sementara itu, kerja sama internasional di bidang AI melaluiWorld AI Collaboration Organization(WAICO) diperkirakan menarik investasi sebesar US$ 8 miliar-US$ 12 miliar selama periode 2026-2030. Airlangga menegaskan pencapaian target pertumbuhan ekonomi membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama tersebut, pertumbuhan diharapkan semakin tinggi dan inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

4 Suporter PSS Tewas Kecelakaan, Persebaya Berduka Paus Leo XIV Disambut Ribuan Umat, Ini Pesannya Merapi Kembali Bergejolak, 4 Guguran Lava Meluncur Sejauh 2 Km Sudah 19 Jam, Kebakaran TPA Aloppoe Parepare Belum Padam Pelabuhan Tanjung Perak Jadi Lokasi Uji Coba Pertama Penertiban ODOL Pengembangan Infrastruktur Flash Charging OTT Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Klaten Nilai Tukar Rupiah Melemah DPR, OJK, dan Danantara Tanggapi Pengumuman Dini MSCI El Nino Menguji Ketahanan Pangan Zakat Ekologis, Jalan Sufistik Akuntansi di Tengah Krisis Bumi Danantara Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di Tengah Dinamika Ekonomi Regional Investor Daily Summit 2026: Ketika Panggung Usai, Harapan Rakyat Menanti

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Airlangga Andalkan Ekonomi Digital untuk Kejar?

Airlangga Andalkan Ekonomi Digital untuk Kejar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Airlangga Andalkan Ekonomi Digital untuk Kejar matter?

Airlangga Andalkan Ekonomi Digital untuk Kejar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.