Andalkan Wi-FI 7 Terbaru, Surge Luncurkan Internet 2 Gbps Rp 250.000
Surge Hadirkan Internet Rumah Wi-Fi 7 Berkecepatan 2 Gbps dengan Harga Terjangkau
Andalkan Wi FI 7 Terbaru Surge - PT Solusi Sinergi Digital Tbk yang dikenal dengan kode saham WIFI atau nama dagang Surge telah resmi memperkenalkan layanan internet rumah terbaru bernama Starlite Super. Layanan inovatif ini mampu menyediakan koneksi hingga 2 gigabit per detik atau setara dengan 2.000 megabit per detik bagi para pelanggan. Langkah strategis ini diambil oleh perseroan guna mempercepat adopsi internet berkecepatan gigabit di seluruh wilayah Indonesia serta memperluas penetrasi layanan fixed broadband bagi masyarakat. Dengan teknologi terkini, pelanggan kini dapat menikmati pengalaman streaming, gaming, dan kerja jarak jauh tanpa hambatan.
Shannedy Ong selaku Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk menjelaskan bahwa Starlite Super merupakan layanan fixed broadband berbasis Wi-Fi 7 pertama yang hadir di Indonesia. Dengan kecepatan maksimal mencapai 2 Gbps, layanan ini ditawarkan dengan tarif Rp 250.000 per bulan. Shannedy menyampaikan harapannya melalui pernyataan resmi pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa teknologi Wi-Fi 7 membawa revolusi dalam konektivitas rumah tangga dengan latensi yang lebih rendah dan stabilitas koneksi yang lebih baik.
Melalui Starlite Super, kami ingin membawa pengalaman internet kelas dunia dengan kecepatan hingga 2.000 Mbps ke rumah-rumah di Indonesia dengan harga yang tetap terjangkau.
Infrastruktur Digital Mendukung Ekspansi Layanan
Menurut Shannedy, kehadiran layanan ini menandai babak baru dalam perkembangan industri fixed broadband nasional. Indonesia kini diposisikan sebagai salah satu negara terdepan di kawasan Asia-Pasifik dalam penerapan teknologi Wi-Fi 7 untuk masyarakat umum. Untuk mendukung operasional layanan tersebut, Surge mengandalkan infrastruktur digital yang mengintegrasikan jaringan fiber-to-the-home berbasis teknologi XGS-PON. Backbone serat optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer membentang di koridor perkeretaapian nasional menjadi tulang punggung infrastruktur ini.
Pengembangan infrastruktur dilakukan melalui PT Integrasi Jaringan Ekosistem atau yang dikenal sebagai Weave, yang merupakan anak usaha Surge. Weave bertanggung jawab penuh dalam membangun dan mengoperasikan jaringan FTTH Starlite. Dalam proses pengembangan, NTT East melalui entitas NTT eASIA memiliki kepemilikan sebesar 49% di Weave. Sementara itu, implementasi teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7 didukung oleh Huawei sebagai mitra teknologi utama. Shannedy menekankan pentingnya kolaborasi dalam proyek ini.
Kami tidak membangun ini sendirian. NTT East membawa keahlian kelas dunia dalam pembangunan jaringan fiber, sementara para mitra teknologi kami menghadirkan solusi yang memungkinkan implementasi layanan Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2.000 Mbps. Bersama-sama, kami membangun fondasi bagi era Gigacity di Indonesia.
Strategi Jangka Panjang untuk Transformasi Digital
Selain memperkuat layanan internet fiber berkecepatan gigabit, perseroan juga melanjutkan ekspansi melalui program IRA-Internet Rakyat. Layanan ini merupakan 5G Fixed Wireless Access komersial yang beroperasi pada pita frekuensi 1,4 GHz. IRA menawarkan internet rumah tanpa batas dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif mulai dari Rp 100.000 per bulan. Shannedy menjelaskan bahwa biaya layanan IRA setara dengan sekitar 1,4% dari pendapatan nasional bruto atau gross national income per kapita bulanan Indonesia.
Angka tersebut berada di bawah ambang batas keterjangkauan sebesar 2% yang ditetapkan oleh UN Broadband Commission. Kondisi ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya layanan fixed broadband tingkat pemula di Indonesia yang mencapai sekitar 4,8% dari GNI per kapita bulanan. Perseroan meyakini kombinasi layanan Starlite Super dan IRA-Internet Rakyat akan memperkuat portofolio broadband secara keseluruhan.
Mulai dari layanan internet nirkabel yang terjangkau hingga layanan fiber berkecepatan gigabit, strategi ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap internet berkecepatan tinggi. Hal ini juga mendukung percepatan transformasi digital nasional melalui layanan broadband yang lebih cepat dan terjangkau. Atas inovasi tersebut, emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo berhasil meraih World Broadband Association Gigacity Champion Award.
Penghargaan ini diberikan pada ajang Broadband Development Summit APAC 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Surge menghadirkan Starlite Super sebagai salah satu pionir implementasi internet rumah berbasis Wi-Fi 7 di Indonesia. Dengan demikian, Andalkan Wi FI 7 Terbaru menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang menginginkan konektivitas super cepat dengan harga kompetitif.