Coretax Perlu Dimanfaatkan untuk Perbaiki Penyaluran Bansos
Coretax Dinilai Bisa Membuat Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran
Amalzakat.com – Pemerintah didorong menjadikan Coretax sebagai fondasi pembaruan data ekonomi masyarakat agar penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung lebih akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi warga. Gagasan ini mengemuka karena penentuan penerima bantuan masih menghadapi tantangan besar dalam menggambarkan keadaan ekonomi rumah tangga secara nyata.
Ekonom Universitas Gadjah Mada, Media Wahyudi Askar, menilai sistem tersebut berpotensi menghimpun informasi yang lebih lengkap, mulai dari pendapatan, pola pengeluaran, sampai kepemilikan aset. Data yang terus diperbarui dapat membantu negara mengenali warga yang membutuhkan dukungan tanpa terlalu mengandalkan perkiraan statistik.
Dalam diskusi Metodologi Desil di Politeknik STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026), Media menyampaikan bahwa Coretax dapat dikembangkan melampaui fungsinya sebagai sarana administrasi bagi pembayar pajak. Ia mengusulkan sistem itu menjadi catatan ekonomi yang mencakup seluruh penduduk Indonesia.
“Idealnya di negara lain, aplikasi semacam Coretax tidak hanya diisi oleh pembayar pajak, tetapi harus diisi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena bantuan sosial itu adalah kontrak politik,” kata Media.
Data Aktual untuk Mengurangi Salah Sasaran
Pendataan penerima bansos dan pengukuran kemiskinan selama ini masih banyak ditopang estimasi serta pemodelan statistik. Pendekatan tersebut memang dapat membantu membaca gambaran luas, tetapi hasilnya berisiko tidak sepenuhnya mencerminkan perubahan cepat dalam kehidupan tiap keluarga.
Seseorang dapat kehilangan pekerjaan, mengalami penurunan pendapatan, atau menghadapi kebutuhan mendesak dalam waktu singkat. Sebaliknya, penerima bantuan juga dapat mengalami pemulihan ekonomi. Sistem data yang lebih langsung dan rutin diperbarui diharapkan mampu menangkap perubahan itu lebih cepat, sehingga bantuan tidak tertahan pada data lama.
Dalam rancangan yang dibayangkan Media, warga dengan pendapatan dan aset di bawah batas tertentu dapat melaporkan keadaan ekonominya lewat Coretax. Informasi itu kemudian dipakai untuk menilai kelayakan penerimaan bantuan. Ketika kondisi seseorang membaik, statusnya juga dapat disesuaikan sehingga bantuan berhenti dan warga tersebut masuk ke basis data pembayar pajak apabila telah memenuhi kewajiban.
“Jadi kalau seandainya pendapatan dan aset saya di bawah garis kemiskinan, saya isi Coretax, saya otomatis teridentifikasi miskin, negara otomatis mengirimkan saya uang. That's what we call tax benefit,” ujarnya.
Skema semacam ini menempatkan bantuan sosial sebagai bagian dari hubungan timbal balik antara warga dan negara. Informasi ekonomi digunakan untuk menentukan hak atas perlindungan sosial, sekaligus membantu memastikan kewajiban perpajakan diterapkan saat kapasitas ekonomi seseorang meningkat.
Keterbatasan Klasifikasi Desil dan PMT
Media juga menyoroti penggunaan klasifikasi desil serta proxy means testing atau PMT dalam membaca kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kedua metode itu bergantung pada variabel dan model yang dirancang dari data awal. Karena itu, ketepatan hasil tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan pengolahan, melainkan terutama oleh kualitas informasi yang masuk ke dalam sistem.
Apabila basis data memuat kekeliruan, pemrosesan menggunakan regresi maupun machine learning tidak otomatis menghasilkan keputusan yang tepat. Kesalahan pada tahap awal berpotensi terus terbawa hingga proses penetapan penerima bantuan.
“Menggunakan database yang rentan dengan garbage in, garbage out. Kalau datanya sudah tidak betul dari awal, mau pakai regresi atau machine learning apa pun pasti bermasalah,” kata Media.
Pesan utamanya adalah perlunya membangun data yang dapat menggambarkan keadaan warga secara lebih mutakhir. Teknologi analisis dapat menjadi alat penting, tetapi nilainya tetap bergantung pada keandalan data yang digunakan. Pembaruan sistem bukan semata soal digitalisasi, melainkan juga mengenai proses pelaporan, verifikasi, perlindungan informasi pribadi, dan mekanisme koreksi apabila warga menemukan kesalahan pada datanya.
Bantuan Tunai Dipandang Lebih Fleksibel
Selain pembenahan pendataan, bentuk bantuan sosial juga perlu dievaluasi. Media menyarankan agar porsi bantuan berupa barang, seperti beras dan sembako, dikurangi. Bantuan barang dipandang lebih mudah dikaitkan dengan kepentingan politik karena penerimanya dapat langsung melihat bentuk fisik bantuan yang dibagikan.
Ia mendorong penguatan transfer tunai langsung atau cash transfer. Uang tunai memberi ruang lebih besar bagi keluarga penerima untuk menentukan kebutuhan paling mendesak, baik untuk pangan, pendidikan, transportasi, kesehatan, maupun keperluan rumah tangga lain. Dalam konteks perlindungan sosial, fleksibilitas tersebut penting karena kebutuhan setiap keluarga tidak selalu sama.
Program Keluarga Harapan atau PKH disebut sebagai contoh bantuan yang memiliki dampak fiskal lebih kuat ketimbang bantuan dalam bentuk barang. Penilaian ini menekankan pentingnya memilih instrumen yang dapat membantu daya beli penerima sekaligus membuat dukungan negara lebih efisien.
“Selama ini bantuan sembako dan beras digunakan oleh politisi supaya ada bukti 'saya yang kasih beras'. Padahal dampak fiskal dari cash transfer jauh lebih powerful,” ungkapnya.
Pemanfaatan Coretax sebagai basis data ekonomi dan penguatan bantuan tunai merupakan dua gagasan yang saling berkaitan. Data yang lebih akurat dapat memperbaiki penetapan sasaran, sementara bantuan tunai dapat memberi penerima keleluasaan menghadapi kebutuhan riil mereka. Agar manfaatnya benar-benar terasa, penerapannya memerlukan sistem yang mudah diakses warga, prosedur yang transparan, serta pengawasan kuat atas ketepatan dan keamanan data.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Coretax Perlu Dimanfaatkan untuk Perbaiki Penyaluran?Coretax Perlu Dimanfaatkan untuk Perbaiki Penyaluran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Coretax Perlu Dimanfaatkan untuk Perbaiki Penyaluran matter?Coretax Perlu Dimanfaatkan untuk Perbaiki Penyaluran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.