Kebijakan Baru: Bapanas antisipasi fluktuasi harga pangan saat Idul Adha sejak dini

Ads
RumahBerkat - Post

Bapanas Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan Saat Idul Adha Sejak Dini

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan persiapan awal untuk mengendalikan perubahan harga pangan sebelum perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa timnya telah bergerak lebih cepat guna mencegah fluktuasi harga, terutama pada komoditas daging yang menjadi fokus utama.

“Kita memasuki bulan Mei mendatang, yang merupakan waktu Idul Adha. Permintaan diperkirakan meningkat, sehingga pihak kami sudah memulai tindakan sejak jauh hari untuk menjaga stabilitas harga,” jelas Ketut dalam wawancara di Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan bahwa upaya antisipatif ini bertujuan menghindari lonjakan inflasi yang sering terjadi pada masa liburan besar. “Mudah-mudahan kita bisa menjaga harga daging kurban dengan baik,” tambahnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari strategi pengawasan harga. Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, yang telah beroperasi sejak sebelum Ramadan, berperan penting dalam memantau kondisi pasar.

Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren inflasi yang lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa kenaikan harga selama Ramadhan dan Lebaran 2026 tidak setinggi tahun lalu.

Ads
RumahBerkat - Post

“Tahun 2026, selama bulan Maret, inflasi pangan tidak setinggi inflasi di tahun lalu,” ungkap Amalia.

Bapanas juga memperkuat persediaan pangan untuk menghadapi permintaan meningkat. Stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) per 6 April 2026 mencakup 4,4 juta ton beras, 168 ribu ton jagung, 120 ribu kiloliter minyak goreng, 49 ribu ton gula pasir, serta 8.000 ton daging sapi dan 3.000 ton daging kerbau.

Dalam minggu pertama April 2026, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) berkurang. Misalnya, IPH daging ayam ras turun dari 237 daerah menjadi 148 daerah, sementara telur ayam ras juga mengalami penurunan dari 256 menjadi 145 daerah.

Pengawasan yang intensif menghasilkan dampak positif. Perubahan jumlah daerah dengan IPH meningkat menunjukkan bahwa stabilitas harga semakin terjaga. Namun, daging sapi tetap menjadi komoditas yang menunjukkan penurunan signifikan, dari 186 daerah menjadi 80 daerah.