AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Fajar Hakim

Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

Key Discussion - Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menegaskan akan mendorong penyederhanaan struktur badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencapai efisiensi anggaran. Dalam wawancara dengan Antara, Kamis (11/6/2026), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebutkan bahwa program ini bisa menghasilkan penghematan langsung hingga Rp 50 triliun setiap tahun. Menurutnya, kinerja BUMN selama ini terpengaruh oleh transaksi bertingkat yang terjadi antara perusahaan induk, anak perusahaan, hingga entitas yang lebih rendah, menyebabkan kerugian signifikan.

Transaksi Bertingkat Mengakibatkan Inefisiensi

Dony menjelaskan bahwa adanya sistem transaksi lapisan mengurangi efisiensi operasional. "Kita terbiasa melakukan transaksi bertingkat dari perusahaan induk ke anak perusahaan, hingga ke tingkat yang lebih rendah, yang mengakibatkan penurunan efisiensi. Besaran kerugian ini sekitar Rp 30 triliun," ujarnya dalam wawancara. Dony menekankan bahwa penyederhanaan ini tidak hanya memangkas biaya, tetapi juga mencegah pemborosan dana yang terjadi karena proses pengambilan keputusan yang terlalu rumit.

Kita terbiasa melakukan transaksi bertingkat dari perusahaan induk ke anak perusahaan, hingga ke tingkat yang lebih rendah, yang mengakibatkan penurunan efisiensi. Besaran kerugian ini sekitar Rp 30 triliun.

Program perampingan yang digagas Danantara bertujuan mengoptimalkan operasional BUMN dengan menghilangkan redundansi. Dony menambahkan bahwa merger atau penggabungan beberapa entitas bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mewujudkan tujuan ini. Contoh nyata telah terjadi dalam sektor energi, khususnya pada tiga perusahaan Pertamina, yaitu PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS).

Kasus Pertamina: Contoh Sukses Penghematan

Dony menyatakan bahwa merger tersebut berhasil mengurangi biaya transaksi internal dan potensi kerugian akuntansi. "Contoh pertama, kita merger sekarang, kita sudah menghemat sekitar US$ 600 juta hingga US$ 700 juta dari hasil merger ini," tuturnya. Dengan menggabungkan tiga perusahaan yang berada dalam rantai bisnis yang sama, Danantara mengatakan bahwa efisiensi diperoleh karena proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, serta pengelolaan sumber daya yang lebih terpadu.

Perampingan struktur perusahaan juga berdampak pada pengurangan biaya administrasi. Dony menjelaskan bahwa setiap lapisan dalam transaksi bertingkat mengakibatkan pengeluaran tambahan, baik dalam bentuk dana maupun waktu. Dengan menyederhanakan hubungan antarBUMN, alur operasional bisa lebih langsung, sehingga menghindari kelebihan beban yang tidak perlu.

Kasus Telkom Group: Transaksi yang Tersendat

Menurut Dony, kasus serupa juga terjadi di lingkungan Telkom Group. Dalam proyek pembangunan jaringan serat optik, beberapa pekerjaan harus melewati beberapa tahap perusahaan sebelum benar-benar dieksekusi. "Ini membuat biaya tambahan dan memperlambat proses," katanya. Dony menegaskan bahwa penyederhanaan bisa mengatasi masalah ini dengan memastikan bahwa tugas-tugas penting dikerjakan oleh entitas yang lebih tepat.

Dony berharap dengan menyeluruhkan proses perampingan, jumlah perusahaan BUMN bisa dipangkas menjadi sekitar 254 entitas. Jika target ini tercapai, Danantara memperkirakan akan memperoleh penghematan langsung sebesar Rp 50 triliun setiap tahun. "Jadi kita punya Rp 50 triliun kalau proses ini selesai kita laksanakan. Kita punya immediate saving tanpa harus melakukain improvement terhadap kualitas pengelolaan dan profitability dari hasil penggabungan," pungkasnya.

Manfaat Strategis bagi Ekonomi Nasional

Dony menjelaskan bahwa penghematan ini berdampak langsung pada kesehatan keuangan negara. "Kita bisa mengalokasikan dana yang lebih besar untuk sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan," tambahnya. Selain itu, penyederhanaan juga membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran BUMN. Dony menilai bahwa sistem transaksi yang terlalu banyak memperbesar risiko korupsi dan kesalahan pengelolaan dana.

Kebijakan perampingan BUMN ini dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi global. Dengan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, BUMN bisa fokus pada inovasi dan pelayanan kepada masyarakat. Dony menekankan bahwa penyederhanaan tidak hanya menekankan aspek keuangan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan.

Perspektif Jangka Panjang: Efisiensi yang Berkelanjutan

Dony mengungkapkan bahwa penghematan Rp 50 triliun adalah proyeksi jangka panjang yang bisa dicapai setelah semua proses streamlining selesai. Ia menambahkan bahwa biaya langsung ini bisa diperoleh sebelum ada peningkatan profitabilitas. "Kita bisa melihat hasilnya dalam waktu singkat, tanpa perlu menunggu peningkatan performa dari hasil konsolidasi," ujarnya.

Dony juga menyebutkan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar penggabungan perusahaan, tetapi juga reorganisasi secara menyeluruh. "Ini melibatkan penyesuaian struktur organisasi, pembagian tugas, dan koordinasi yang lebih baik antarBUMN," jelasnya. Dengan langkah ini, Danantara berharap bisa meningkatkan kinerja BUMN secara signifikan, menjadikannya lebih responsif terhadap kebutuhan perekonomian nasional.

Potensi Pengembangan di Masa Depan

Menurut Dony, perampingan BUMN juga menjadi kunci dalam menciptakan entitas yang lebih kuat dan kompetitif. Ia menilai bahwa selama ini banyak BUMN yang memiliki fungsi yang tumpang tindih, sehingga memperlambat kecepatan eksekusi proyek. "Dengan menyederhanakan, kita bisa mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat, baik dalam hal strategi maupun operasional," tambahnya.

Program ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi BUMN lainnya dalam mengoptimalkan penggunaan dana. Dony menjelaskan bahwa BPI Danantara akan