AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Kemenperin Bantah Isu Relokasi Industri Otomotif ke Vietnam

Published Juni 24, 2026 · Updated Juni 24, 2026 · By Fajar Hakim

Kemenperin Menyangkal Isu Relokasi Industri Otomotif ke Vietnam

Key Strategy - Di tengah isu yang beredar tentang relokasi fasilitas produksi dua perusahaan komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Dalam pernyataan terbaru, pemerintah menegaskan bahwa kedua perusahaan, yaitu PT JAI dan PT SAI, tetap beroperasi normal dan masih menjadi bagian penting dari ekspor industri manufaktur nasional.

Langkah Pemerintah untuk Menelusuri Isu

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk memverifikasi informasi mengenai dugaan relokasi pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua perusahaan tersebut. Febri menyampaikan, "Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menyelidiki kebenaran kabar relokasi produksi dari Indonesia ke Vietnam. Karena isu ini memiliki dampak besar terhadap industri dan investasi asing, maka kami memberikan update kepada publik hari ini," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan Selasa (23/6/2026).

"Berdasarkan hasil penelusuran, kami menyimpulkan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pindahnya fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI ke Vietnam. Selain itu, tidak ada indikasi pengurangan tenaga kerja di kedua perusahaan tersebut."

Dalam penjelasan lebih lanjut, Febri menekankan bahwa informasi yang beredar justru menyebabkan gangguan pada operasional perusahaan. "Isu relokasi ini telah memengaruhi kepercayaan pembeli dan pemasok terhadap komitmen perusahaan dalam menjalankan kontrak yang berlangsung saat ini," kata Febri. Ia menjelaskan, rumor tentang relokasi dan PHK tersebut menimbulkan ketidakpastian, sehingga perlu segera dibantah untuk menjaga stabilitas industri.

Kinerja Perusahaan yang Tetap Positif

Kemenperin mencatat, meskipun ada isu yang beredar, kinerja kedua perusahaan tersebut tetap menunjukkan tren yang baik. Pada triwulan pertama tahun 2026, PT SAI menghasilkan sekitar 1,2 juta unit komponen otomotif, sementara PT JAI mencapai produksi sekitar 1,6 juta unit. Seluruh output dari kedua perusahaan tersebut dikirimkan ke pasar ekspor, menegaskan orientasi produksi yang sepenuhnya fokus pada ekspor.

Febri juga mengungkapkan, kedua perusahaan berkontribusi signifikan terhadap industri manufaktur nasional. "Kedua perusahaan ini menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif, sekaligus memperkuat kinerja ekspor manufaktur Indonesia," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tetap menjalankan operasional secara optimal, tanpa mengalami penurunan dalam produksi maupun keberlanjutan investasi.

Investasi yang Menunjukkan Komitmen Jangka Panjang

Menurut Kemenperin, PT JAI dan PT SAI memiliki nilai investasi yang mencapai lebih dari Rp 1,9 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor industri otomotif di Indonesia. "Investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan usaha serta berpartisipasi dalam ekosistem manufaktur nasional," kata Febri.

Ia menambahkan, kedua perusahaan tersebut tidak hanya memberikan lapangan kerja, tetapi juga membantu memperkuat daya saing industri manufaktur dalam pasar global. "Dengan nilai investasi yang tinggi, mereka berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengurangan ketergantungan pada impor," jelas Febri. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam memastikan bahwa isu relokasi tidak mengganggu kontribusi industri komponen otomotif yang telah diakui secara internasional.

Langkah Mitigasi untuk Memastikan Stabilitas Industri

Kemenperin juga menegaskan akan terus memantau kondisi industri secara berkala. "Menteri Perindustrian memerintahkan jajarannya untuk memantau kinerja seluruh sektor industri dan mengambil langkah mitigasi tepat waktu jika ada gangguan pada rantai pasok atau permintaan pasar," ujar Febri. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarluaskan informasi terkait relokasi, karena bisa memengaruhi kepercayaan investor dan kinerja sektor manufaktur.

Febri mengungkapkan, isu relokasi yang beredar memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk perusahaan lain dalam rantai pasok. "Pemberitaan masif mengenai relokasi ini telah mengganggu kestabilan industri otomotif dan iklim investasi Indonesia," katanya. Dengan demikian, Kemenperin berkomitmen untuk melindungi keberlanjutan industri komponen otomotif dan memastikan tidak ada perpindahan yang tidak terencana.

Peran Industri Otomotif dalam Ekonomi Nasional

Industri otomotif adalah salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Kemenperin memastikan bahwa PT JAI dan PT SAI tetap menjadi bagian dari pilar industri ini. "Kedua perusahaan ini mencerminkan ketahanan industri komponen otomotif Indonesia di tengah tantangan global," ujar Febri. Dengan kemampuan produksi yang mencapai 100% untuk ekspor, mereka membantu meningkatkan devisa negara dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Febri juga menyinggung pentingnya rantai pasok yang terjaga dalam industri otomotif. "Kedua perusahaan ini tidak hanya menghasilkan komponen, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri lokal melalui keterlibatan pemasok dan pelaku usaha lainnya," tambahnya. Kemenperin berharap isu relokasi dapat segera diatasi agar tidak mengganggu pertumbuhan sektor yang masih berkembang ini.

Kesimpulan dan Pernyataan Akhir

Febri menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Kemenperin akan terus memastikan stabilitas industri otomotif. "Kami berkomitmen untuk mengawasi dinamika pasar dan mengambil langkah cepat jika diperlukan," katanya. Ia juga meminta semua pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada data yang jelas. "Kemenperin akan terus memberikan update terkini mengenai kondisi industri otomotif Indonesia, khususnya untuk PT JAI dan PT SAI," ujar Febri.

Dengan penegasan ini, Kemenperin berharap masyarakat dan investor dapat mempercayai keberlanjutan industri komponen otomotif di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jawa Timur tersebut, khususnya di Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto, menjadi contoh kepercayaan yang dibangun oleh pihak asing terhadap ekosistem manufaktur nasional. "Kedua perusahaan ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi mitra yang andal dalam industri otomotif," pungkas Febri.