Key Strategy: Nasib Eks Hotel Sultan Ada di Tangan Danantara
Nasib Eks Hotel Sultan Tergantung pada Masterplan yang Dibuat Danantara
Key Strategy - Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah masih dalam tahap menunggu pengembangan rencana Gelora Bung Karno (GBK) oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebelum memutuskan destinasi akhir kawasan eks Hotel Sultan. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pihaknya telah mendorong Danantara untuk merancang masterplan GBK, termasuk area bekas Hotel Sultan. "Kami meminta Danantara menyiapkan konsep pengembangan GBK, termasuk kawasan eks Hotel Sultan, yang nanti akan dipresentasikan," ujarnya saat diwawancara di Istana Kepresidenan, Rabu (24/6/2026).
"Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bangsa, dan negara," tambah Juri.
Menurut Juri, berbagai ide terkait penataan GBK, seperti ruang terbuka hijau atau hutan kota, belum bisa dijalankan tanpa hasil studi dan desain dari Danantara. "Sampai saat ini, berbagai skenario masih menunggu keputusan final dari pihak yang bertugas merancang," jelasnya. Meski belum ada detail pasti, Juri menyatakan bahwa pemerintah berharap penggunaan kawasan tersebut bisa memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan publik.
Pengosongan eks Hotel Sultan tetap berjalan sesuai mekanisme hukum. Juri mengungkapkan bahwa proses evakuasi akan memakan waktu 30 hari, sesuai putusan pengadilan. Proses ini dianggap sebagai bagian dari upaya menyelaraskan penggunaan lahan dengan rencana pengembangan jangka panjang. Sebelumnya, area tersebut sempat dipertanyakan karena masih ada penghuni yang belum pindah. Namun, pemerintah memastikan semua langkah diambil secara transparan dan berdasarkan aturan yang berlaku.
Proyek Revitalisasi GBK Dipandang sebagai Ikon Baru Bangsa
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah berniat mengubah kawasan eks Hotel Sultan menjadi pusat kegiatan baru yang bisa mewakili citra Indonesia di tingkat internasional. "Kami yakin proyek ini akan menjadi ikon baru Tanah Air, meskipun belum bisa memastikan detailnya sekarang," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026). Rosan menegaskan bahwa masterplan GBK tidak hanya fokus pada eks Hotel Sultan, tetapi juga mencakup seluruh kawasan kompleks tersebut.
"Selain itu, kawasan yang diusulkan akan tetap menyediakan fasilitas perhotelan dan akomodasi komersial, bahkan jumlah hotel diperkirakan akan meningkat untuk mendukung pariwisata dan kegiatan skala besar," ujarnya.
Rosan juga menyebutkan bahwa proyek ini dirancang dengan standar internasional, sehingga diharapkan mampu meningkatkan dampak ekonomi sekaligus memperkuat citra GBK sebagai pusat kegiatan nasional. "Kami ingin GBK tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang yang multifungsi dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," imbuhnya. Selain itu, pemerintah akan melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang aviasi, pariwisata, dan pengelolaan destinasi untuk memastikan proyek berjalan efektif.
Perkembangan Pengembangan GBK dan Eks Hotel Sultan
Kawasan GBK, yang berlokasi di tengah Jakarta, menjadi sorotan karena potensinya dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Proyek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya transformasi kawasan yang sebelumnya terkesan stagnan. Rosan menyatakan bahwa selama proses pengosongan, beberapa bagian dari eks Hotel Sultan sudah diubah fungsi, meski tidak sepenuhnya dirobohkan.
Juri menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin mengembangkan GBK secara fisik, tetapi juga mengoptimalkan penggunaannya untuk memperkuat ekosistem kawasan. "Tujuan utamanya adalah agar GBK bisa menjadi pusat yang lebih dinamis dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini serta di masa depan," kata Juri. Ia menekankan bahwa arah pengembangan selalu mengacu pada kebijakan presiden untuk menyelaraskan kepentingan nasional.
"Presiden meminta GBK dikelola sebaik-baiknya agar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat," jelas Juri.
Sebagai bagian dari revitalisasi, pihak Danantara juga berencana mengintegrasikan teknologi modern dalam pengelolaan kawasan tersebut. Rosan menyebutkan bahwa penggunaan ruang akan didesain agar lebih ramah lingkungan dan efisien. "Kami ingin GBK menjadi contoh kawasan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi lokal," kata Rosan. Selain itu, proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi dan kenyamanan pengunjung.
Perspektif Masyarakat terhadap Perubahan GBK
Perubahan GBK menjadi fokus perhatian masyarakat sejak awal. Sejumlah warga mengapresiasi upaya pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut, terutama jika bisa memberikan kesejahteraan ekonomi. "Kalau bisa menghasilkan peluang kerja dan pengembangan wisata, maka ini sangat bagus," kata salah satu warga sekitar. Namun, ada juga yang khawatir dengan penataan ulang yang bisa mengganggu sejarah kawasan.
Rosan memastikan bahwa proyek ini tidak akan menghilangkan nilai sejarah GBK. "Meskipun tampilan fisik akan berubah, spirit GBK sebagai simbol kebangsaan tetap dijaga," katanya. Juri juga menegaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, dalam pengambilan keputusan. "Kami ingin GBK menjadi kawasan yang relevan dengan era modern, tetapi tetap berakar pada identitas Indonesia," jelas Juri.
Dalam proses ini, pemerintah akan mengawasi pelaksanaan masterplan secara ketat. Rosan menyebutkan bahwa beberapa aspek seperti struktur bangunan dan fasilitas akan diperbaiki sesuai dengan kebutuhan. "Tidak hanya penampilan eksternal, tetapi juga fungsi internal kawasan yang akan ditingkatkan," katanya. Selain itu, pengembangan GBK diharapkan bisa menjadi magnet investasi baru yang menarik perusahaan-perusahaan swasta untuk berpartisipasi.
Kawasan eks Hotel Sultan, yang merupakan bagian dari GBK, diprediksi akan menjadi pusat kegiatan kreatif dan komersial. "Fasilitas perhotelan dan akomodasi akan diperluas agar mampu menampung kebutuhan wisatawan dari dalam dan luar negeri," ujar Rosan. Pemerintah juga berencana menyediakan ruang terbuka hijau yang luas, dengan harapan bisa memberikan manfaat kesehatan dan lingkungan bagi sekitar kawasan.
Dengan rencana ini, Danantara berharap bisa menyelesaikan proyek dalam waktu yang terbatas. Juri menegaskan bahwa masterplan akan segera dipresentasikan untuk mendapatkan persetujuan terkait penggunaan lahan. "Proses ini butuh koordinasi yang baik antara pemerintah dan pengelola," katanya. Menurut Rosan, pengembangan GBK juga akan menjadi langkah awal untuk memperkuat kawasan sekitar, termasuk kawasan selatan Jakarta yang memiliki potensi pariwisata tinggi.
Dalam jangka panjang, kawasan eks Hotel Sultan diharapkan bisa menjadi pusat yang lebih menarik dan menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. "Kami ingin GBK tidak hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai ruang kreatif dan ekonomi," kata Rosan. Pemerintah, menurut Juri, akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar proyek ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.