AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Kurangi Ketergantungan Dolar AS, PBOC Borong Emas 20 Bulan Beruntun

Published Juli 13, 2026 · Updated Juli 13, 2026 · By Rizki Maulana

PBOC Borong Emas 20 Bulan: Latest Program Kurangi Ketergantungan Dolar AS

Latest Program - Beijing, Beritasatu.com – Bank Sentral Tiongkok atau yang dikenal sebagai People's Bank of China (PBOC) kembali melakukan penambahan cadangan emas pada bulan Juni 2026. Langkah ini menandai pembelian emas yang telah berlangsung selama dua puluh bulan secara berturut-turut. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi ketergantungan terhadap aset-aset yang berdenominasi dolar Amerika Serikat. Melalui Latest Program ini, Tiongkok menunjukkan komitmen kuat dalam diversifikasi cadangan devisa nasional.

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bank Sentral Tiongkok, cadangan emas negara tersebut mengalami peningkatan sebesar 480.000 troi ons pada bulan Juni 2026. Jumlah ini setara dengan sekitar 14,93 ton emas. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan emas Tiongkok mencapai 75,44 juta troi ons atau sekitar 2.346 ton pada akhir Juni 2026. Angka ini menunjukkan konsistensi dalam akumulasi emas selama hampir dua tahun terakhir. Latest Program pembelian emas ini menjadi sorotan utama pasar keuangan global.

Periode Akumulasi Terpanjang Sejak 2015

Menurut laporan Reuters, rangkaian pembelian emas yang dilakukan PBOC ini menjadi periode akumulasi emas bulanan terpanjang yang pernah dicatat sejak tahun 2015. Langkah strategis ini mencerminkan upaya Beijing untuk mendiversifikasi cadangan devisa sekaligus mengurangi eksposur terhadap aset-aset yang berdenominasi dolar AS. Diversifikasi ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Latest Program yang dijalankan PBOC ini juga sejalan dengan tren global yang semakin meningkat.

Meskipun demikian, berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), emas masih menyumbang kurang dari sepuluh persen dari total portofolio cadangan devisa Tiongkok. Proporsi ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut dalam alokasi emas sebagai bagian dari cadangan devisa negara tersebut. Melalui Latest Program ini, Tiongkok berencana untuk terus meningkatkan proporsi emas dalam portofolio devisa nasionalnya.

Cadangan Devisa dan Posisi Emas dalam Strategi Ekonomi

Secara terpisah, State Administration of Foreign Exchange melaporkan bahwa cadangan devisa Tiongkok mencapai US$ 3,4163 triliun pada akhir Juni 2026. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar US$ 26 miliar atau sekitar 0,75 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini tidak signifikan dan masih menunjukkan posisi yang kuat bagi cadangan devisa Tiongkok. Latest Program pembelian emas ini dilakukan meskipun cadangan devisa mengalami sedikit penurunan.

Para analis menilai bahwa emas semakin penting bagi para pembuat kebijakan di Tiongkok. Emas dinilai lebih tahan terhadap risiko sanksi internasional, ketegangan geopolitik, serta volatilitas sistem keuangan AS. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post dalam analisisnya mengenai strategi ekonomi Tiongkok. Latest Program ini juga mencerminkan kekhawatiran terhadap dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

Dalam laporan prospek tengah tahun yang dirilis pekan lalu, World Gold Council kembali menegaskan pentingnya emas sebagai aset cadangan strategis. Organisasi tersebut menilai bahwa pembelian oleh bank sentral, ketidakpastian geopolitik global, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter akan terus menopang pasar emas di masa mendatang. Latest Program PBOC ini menjadi salah satu faktor pendorong utama permintaan emas global.

Sementara itu, analis dari Goldman Sachs mempertahankan proyeksi harga emas sebesar US$ 4.900 per troi ons pada akhir 2026. Menurut mereka, permintaan yang tetap kuat dari bank-bank sentral akan terus menjadi penopang harga emas meskipun pasar sempat mengalami koreksi sepanjang tahun ini. Proyeksi ini menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental pasar emas global. Latest Program Tiongkok ini diperkirakan akan terus mendukung harga emas dalam jangka panjang.

Strategi Tiongkok dalam mengakumulasi emas ini juga sejalan dengan tren global di mana banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal ini didorong oleh keinginan untuk memiliki aset yang lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh kebijakan moneter negara-negara maju. Dengan memiliki cadangan emas yang besar, Tiongkok dapat lebih mandiri dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Latest Program ini menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lainnya.

Keputusan PBOC untuk terus membeli emas juga mencerminkan pandangan jangka panjang terhadap stabilitas mata uang dan nilai tukar. Emas dianggap sebagai lindung nilai yang efektif terhadap inflasi dan devaluasi mata uang fiat. Selain itu, emas juga memiliki nilai intrinsik yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah atau bank sentral tertentu. Latest Program ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis.

Ke depan, para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan pembelian emas oleh PBOC serta dampaknya terhadap harga emas global. Konsistensi dalam pembelian selama dua puluh bulan menunjukkan komitmen yang kuat dari Tiongkok terhadap strategi diversifikasi cadangan devisa. Hal ini juga dapat memberikan sinyal positif bagi investor global mengenai stabilitas ekonomi Tiongkok. Latest Program ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2027 dan seterusnya.