AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Harga Perak Melonjak Hampir 3 Persen Didukung Harapan Soal The Fed

Published Juli 10, 2026 · Updated Juli 10, 2026 · By Intan Hidayat

Meeting Results: Harga Perak Naik Hampir 3 Persen

Meeting Results terbaru dari Federal Reserve memberikan dampak positif bagi pasar komoditas global. Pada sesi perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, harga perak mencatatkan kenaikan hampir tiga persen. Lonjakan ini sejalan dengan penguatan harga emas di pasar internasional. Investor memanfaatkan kondisi harga yang relatif murah melalui strategi bargain hunting. Meeting Results ini menjadi katalisator penting bagi sentimen pasar terhadap logam mulia.

Berdasarkan data Reuters, harga perak spot pada penutupan perdagangan naik sebesar 2,85 persen dan menyentuh level US$ 59,95 per ons. Angka ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek logam mulia. Meeting Results dari The Fed menunjukkan adanya perubahan sikap terhadap kebijakan moneter. Hal ini mendorong aksi pembelian dari berbagai investor global yang melihat peluang dalam pergerakan harga perak.

Reli Emas dan Pergerakan Harga Perak

Kenaikan harga perak terjadi bersamaan dengan reli harga emas yang menguat lebih dari satu persen. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dalam periode satu minggu sebelum bangkit kembali. Hingga pagi hari pada hari Jumat, 10 Juni 2026, harga perak tercatat berada di level US$ 59,89 per ons. Penurunan tipis sebesar 0,10 persen dari penutupan hari sebelumnya menunjukkan stabilitas harga.

Bob Haberkorn, Senior Market Strategist dari StoneX, menjelaskan bahwa Meeting Results menjadi pemicu aksi beli investor. Ia menyebutkan bahwa ada momentum pembelian kembali setelah koreksi tajam pada sesi perdagangan sehari sebelumnya. Investor tampaknya merespons positif sinyal dari bank sentral AS terhadap arah kebijakan suku bunga.

"Ada aksi bargain hunting setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, penggerak utama emas tetap kebijakan suku bunga The Fed," ujar Haberkorn dalam pernyataannya yang dikutip dari CNBC pada hari Jumat, 10 Juni 2026.

Dampak Kebijakan Suku Bunga terhadap Logam Mulia

Meeting Results The Fed akan menjadi penentu arah harga emas maupun perak ke depan. Apabila bank sentral AS mengambil pendekatan yang lebih dovish atau longgar terhadap suku bunga, maka harga emas dan perak berpotensi melanjutkan tren penguatannya. Sebaliknya, jika The Fed memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga, tekanan terhadap logam mulia diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Dari perspektif geopolitik, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat. Serangan ini merupakan respons langsung atas operasi militer yang dilakukan Washington di wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang baru saja berlangsung selama sekitar tiga pekan.

Meningkatnya konflik di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya dapat memicu inflasi. Meskipun emas dan perak secara tradisional dikenal sebagai aset lindung nilai, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik investasi pada logam mulia. Hal ini karena investor cenderung beralih ke instrumen keuangan lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dalam lingkungan suku bunga yang meningkat.

Ekspektasi Pasar dan Data Mendatang

Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 62 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang. Risalah rapat The Fed pada bulan Juni juga menunjukkan adanya peningkatan kekhawatiran terhadap inflasi di Amerika Serikat. Meeting Results ini menjadi acuan penting bagi para investor.

Sejumlah pejabat bank sentral AS menilai bahwa terdapat alasan yang cukup kuat untuk kembali menaikkan suku bunga sebelum akhirnya memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan saat ini. Investor global kini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pekan depan, serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres sebagai petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Kombinasi antara faktor fundamental ekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, dan dinamika geopolitik menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan harga perak dalam jangka pendek. Meeting Results The Fed menjadi fokus utama para analis yang memperkirakan volatilitas harga akan terus berlanjut hingga jelas terlihat arah kebijakan yang akan diambil dalam pertemuan mendatang.