New Policy: Ekspor Perdana Tuna Maluku ke Thailand Tembus Rp 1 Miliar Lebih
Pengiriman Pertama Produk Perikanan Maluku ke Thailand Capai Rp 1 Miliar
New Policy - Dalam upaya meningkatkan ekspor ke pasar internasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mempercepat proses pengiriman perdana hasil perikanan nelayan Maluku ke negara tetangga Thailand. Produk yang dikirimkan berupa 11 ton tuna loin beku, dengan nilai total lebih dari Rp 1 miliar. Aksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas destinasi ekspor produk perikanan nasional, terutama ke wilayah Asia Tenggara. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, keberhasilan ekspor ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. "Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemerintah daerah mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor," ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa produk perikanan yang dikirim telah memenuhi standar mutu internasional, yang dibuktikan dengan penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) oleh KKP.
SMKHP Jadi Pendorong Akses Pasar Global
Ishartini menegaskan bahwa sertifikat SMKHP memainkan peran krusial dalam menjamin kualitas dan keselamatan produk. "Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor," tambahnya. Ia menambahkan bahwa pengakuan dari Codex Alimentarius, organisasi standar pangan internasional, memberikan jaminan bahwa hasil perikanan Indonesia layak dikonsumsi di luar negeri serta memenuhi persyaratan ekspor.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Harapkan Momentum Peningkatan Penjualan
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Ahmad Jais Ely, berharap pengiriman pertama ini menjadi titik awal untuk mendorong penjualan lebih luas ke pasar internasional. "Saat keberangkatan tadi telah diserahkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) sebagai dokumen wajib untuk bisa masuk pasar Thailand," ujarnya. Ely menilai bahwa keberhasilan ini mendorong pengembangan kemitraan antara produsen lokal dan mitra internasional, serta memperkuat posisi Maluku sebagai sentra produksi ikan premium.
Penguatan Sistem Mutu untuk Meningkatkan Daya Saing
KKP mengungkapkan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di tingkat global. Dengan menerapkan standar yang lebih ketat sejak tahap produksi hingga distribusi, KKP berupaya menciptakan produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga menawarkan nilai tambah melalui kualitas. "Penguatan pengawasan mutu dari hulu hingga hilir diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk sekaligus memperluas akses pasar," kata Ishartini.
Persiapan dan Proses Ekspor yang Terstruktur
Sebelum pengiriman perdana, KKP melakukan serangkaian persiapan untuk memastikan produk memenuhi persyaratan ekspor Thailand. Proses ini melibatkan inspeksi kualitas, pelatihan pelaku usaha perikanan, dan penerapan sistem manajemen keamanan pangan. Menurut Ishartini, keberhasilan ekspor pertama ini menunjukkan bahwa Maluku siap bersaing di kancah internasional, terutama dalam memasarkan produk ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Kita perlu terus meningkatkan efisiensi logistik dan kerja sama antar sektor agar ekspor bisa berkelanjutan," imbuhnya.
Kebutuhan Infrastruktur dan Kebijakan Ekspor
Ekspor perdana ini juga menyoroti pentingnya infrastruktur pelabuhan yang memadai serta kebijakan yang mendukung pengembangan industri perikanan. KKP menekankan bahwa ketersediaan fasilitas pelabuhan modern dan peraturan yang jelas menjadi penentu utama keberhasilan ekspor ke pasar luar negeri. Dengan memperkuat rantai pasok, pemerintah berharap bisa mempercepat proses pengiriman barang dan mengurangi biaya logistik, sehingga meningkatkan profitabilitas bagi nelayan dan pengusaha lokal.
Kemitraan dengan Negara Tujuan Ekspor
Pengiriman ke Thailand, yang menjadi negara tujuan ekspor baru, menunjukkan tingkat keterlibatan pemerintah daerah dalam membangun kemitraan strategis. "Kami berupaya menjalin komunikasi intensif dengan pihak Thailand untuk memastikan permintaan pasar terpenuhi," kata Ishartini. Menurutnya, peningkatan ekspor ke negara-negara tetangga seperti Thailand juga menjadi langkah awal untuk mendorong ekspor ke pasar lebih luas, seperti Asia Timur atau Eropa.
Peran SMKHP dalam Menjaga Konsistensi Kualitas
Sertifikat SMKHP, yang menjadi prasyarat ekspor ke Thailand, dianggap sebagai dasar penting untuk menjaga konsistensi kualitas produk perikanan. "Sertifikat ini tidak hanya memastikan keamanan pangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pembeli internasional," ujar Ishartini. Ia menambahkan bahwa KKP terus berupaya memperluas pengakuan SMKHP ke negara-negara lain, sehingga produk perikanan Indonesia bisa lebih mudah diakses oleh konsumen di luar negeri.
Perspektif Ekonomi Lokal dan Nasional
Ekspor perdana ini memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian Maluku. Nelayan dan pengusaha lokal berharap bahwa keberhasilan ini dapat meningkatkan pendapatan mereka dan mendorong pembangunan industri perikanan. "Dengan masuknya pasar Thailand, Maluku bisa berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional," kata Ely. Selain itu, pemerintah pusat berharap ini menjadi contoh untuk daerah lain yang ingin memperluas ekspor ke luar negeri.
Perkembangan Globalisasi Produk Perikanan Indonesia
KKP terus mendorong globalisasi produk perikanan Indonesia melalui berbagai inisiatif, termasuk penguatan pengawasan mutu dan kerja sama dengan negara-negara mitra. Dengan memperoleh pengakuan internasional, KKP berharap bisa mengurangi ketergantungan pada pasar domestik dan meningkatkan daya tahan produk di tengah persaingan global. "Kami yakin, melalui SMKHP dan peningkatan kapasitas produksi, Indonesia akan semakin dikenal sebagai produsen ikan berkualitas tinggi," tutur Ishartini.
Komitmen Pemerintah untuk Pemenuhan Standar Internasional
Langkah KKP ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk memenuhi standar internasional dalam bidang perikanan. Dengan menyelaraskan praktik produksi dengan persyaratan Codex Alimentarius, KKP memastikan bahwa produk yang diekspor tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga dapat bersaing secara harga dan kualitas. "Ini adalah langkah penting untuk memperkuat citra Indonesia sebagai produsen ikan yang andal," ujarnya. KKP berharap bahwa penguatan ini bisa memberikan dampak