AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Orang Kaya China Pindahkan Harta Kekayaan ke Bank AS Saat Pajak Menguat

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By Fajar Hakim - amalzakat.com

Foto : Fajar Hakim - amalzakat.com

Tekanan Pajak Dorong Pemilik Kekayaan China Melirik Rekening Bank di Amerika Serikat

Amalzakat.com – Sejumlah pemilik kekayaan dari China mulai mengalihkan aset luar negeri mereka ke rekening bank di Amerika Serikat di tengah pengetatan pengawasan pajak oleh Beijing. Pergeseran ini terlihat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah kebijakan pajak retroaktif atas aset di luar negeri diterapkan pada Juli 2026.

Selama ini, Singapura dan Hong Kong menjadi dua pusat keuangan utama bagi warga China yang menyimpan maupun mengelola kekayaan di luar negeri. Kini, Amerika Serikat semakin dipertimbangkan sebagai lokasi alternatif, khususnya oleh keluarga kaya yang ingin menata kembali struktur aset, rekening, dan investasi internasional mereka.

Pembukaan Rekening AS Kian Diminati

Permintaan pembukaan rekening bank di Amerika Serikat meningkat di kalangan klien asal China. Keith Tan, CEO Golden Acacia Capital yang berbasis di Singapura, menyebut perubahan tersebut telah cukup lazim terjadi sejak pertengahan tahun.

“Hal ini sudah menjadi relatif umum,” kata Keith Tan.

Ia menjelaskan, sejumlah klien telah menyusun rencana pemindahan aset sejak Juli. Sebagian di antaranya bahkan dapat menyelesaikan pembukaan rekening di Amerika Serikat dalam waktu kurang dari dua bulan. Tan menilai proses pembukaan rekening dan transfer dana ke AS tidak menghadirkan hambatan besar bagi banyak klien China yang memenuhi persyaratan bank.

Nasabah dengan nilai aset tinggi umumnya memilih layanan private banking yang disediakan bank-bank besar. Sementara itu, pemilik dana dalam jumlah lebih kecil cenderung menggunakan bank regional atau platform pialang berbasis daring untuk memperoleh akses terhadap rekening dan instrumen investasi di Amerika Serikat.

Aturan Baru terhadap Trust Luar Negeri

Perubahan perilaku ini berkaitan dengan aturan pajak China yang menyasar struktur perwalian atau trust di luar negeri. Pada Juli 2026, otoritas China menetapkan bahwa penghasilan serta keuntungan dari trust luar negeri milik penduduk pajak China dapat dikenai pajak sebesar 20%.

Kebijakan tersebut membuat pemilik aset harus meninjau kembali susunan kekayaan mereka. Pengacara di Singapura dan Hong Kong kini banyak membantu klien menghitung potensi tagihan pajak, menutup trust, menjual saham perusahaan terbuka, serta mencari pembiayaan untuk memenuhi kewajiban pajak.

Bagi pemilik kekayaan, peninjauan struktur aset tidak semata berkaitan dengan lokasi rekening. Mereka juga perlu mempertimbangkan status domisili pajak, jenis kepemilikan investasi, pendapatan dari luar negeri, serta kewajiban pelaporan pribadi kepada otoritas di China.

Perbedaan Sistem Pertukaran Informasi

Salah satu faktor yang membuat Amerika Serikat menarik perhatian adalah posisinya di luar Common Reporting Standard atau CRS. Kerangka yang dikembangkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tersebut memungkinkan lebih dari 100 yurisdiksi melakukan pertukaran otomatis atas data rekening keuangan.

Bank di Singapura dan Hong Kong memiliki kewajiban untuk melaporkan rekening tertentu yang berkaitan dengan China melalui mekanisme CRS. Sebaliknya, bank-bank Amerika Serikat tidak melakukan pelaporan otomatis kepada Beijing dalam kerangka yang sama.

James Wang, CEO Blue Brick Consulting Group, menyatakan bahwa nasabah nonresiden yang memiliki rekening di AS juga dapat menemukan instrumen investasi dengan persyaratan pelaporan pajak yang lebih ringan, atau tanpa kewajiban pelaporan tertentu kepada Internal Revenue Service (IRS).

Namun, kondisi tersebut tidak menghapus aturan pajak China. Individu yang tetap masuk kategori penduduk pajak China masih diwajibkan melaporkan sendiri penghasilan global mereka kepada otoritas pajak di Beijing. Artinya, perpindahan rekening ke negara lain bukan berarti kewajiban pajak di negara asal otomatis berakhir.

Bank New York Hadapi Lonjakan Pertanyaan

Meningkatnya minat dari klien China juga membuka peluang bagi bank-bank di New York. Seorang penasihat perencanaan kekayaan di kota tersebut yang menangani kantor keluarga asal China menyebut beberapa institusi keuangan menghadapi peningkatan permintaan yang cukup besar.

Dalam situasi itu, sejumlah bank dilaporkan memberi waktu lebih singkat kepada calon klien untuk memenuhi komitmen modal minimum. Persyaratan tersebut biasanya diperlukan agar rekening tetap aktif setelah dibuka.

Tan menambahkan bahwa keluarga China yang memiliki anggota keluarga pemegang green card Amerika Serikat turut memanfaatkan skema foreign grantor trust untuk mengurangi sebagian paparan pajak di AS. Negara bagian dengan beban pajak lebih rendah, termasuk Nevada dan Florida, menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan struktur kekayaan.

Risiko Tetap Ada bagi Pemilik Aset

Para ahli hukum mengingatkan bahwa rekening di Amerika Serikat bukan jalan aman untuk menghindari kewajiban pajak China. Clifford Ng, mitra di firma hukum Zhong Lun di Hong Kong, menilai pemilik aset menghadapi risiko besar bila mengandalkan absennya pertukaran data CRS sebagai dasar untuk tidak mengungkapkan kekayaan mereka.

“Menyembunyikan bukanlah perencanaan pajak,” ujar Ng.

Peringatan tersebut penting karena perencanaan pajak yang sah berbeda dengan upaya menyembunyikan aset. Pengelolaan kekayaan lintas negara membutuhkan dokumentasi yang jelas, kepatuhan terhadap aturan setiap yurisdiksi, dan pemahaman atas kewajiban pelaporan pribadi.

Di sisi lain, ruang untuk memindahkan modal keluar dari China daratan disebut semakin terbatas. Jingkuan Lin, bankir swasta di Bank of Singapore, memandang layanan perbankan luar negeri bagi klien dari China dapat menghadapi pembatasan yang makin ketat.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pengetatan pajak dapat mengubah arah pengelolaan kekayaan global. Amerika Serikat memang menjadi tujuan baru bagi sebagian pemilik aset China, tetapi perpindahan dana tidak serta-merta menyelesaikan kewajiban hukum dan pajak yang tetap melekat pada pemiliknya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Orang Kaya China Pindahkan Harta Kekayaan?

Orang Kaya China Pindahkan Harta Kekayaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Orang Kaya China Pindahkan Harta Kekayaan matter?

Orang Kaya China Pindahkan Harta Kekayaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.