Pemerintah Siapkan 270.000 Tenaga Kerja Hijau dengan Anggaran Rp 1,7 T
Pemerintah Siapkan 270 000 Tenaga Kerja untuk Industri Hijau
Amalzakat.com – Pemerintah Siapkan 270 000 Tenaga Kerja melalui program pelatihan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri dalam masa transisi menuju ekonomi hijau. Program ini memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan keterampilan peserta agar selaras dengan perkembangan teknologi, tuntutan produktivitas, dan perlindungan lingkungan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa anggaran tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar pelatihan benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, peralihan menuju industri yang lebih ramah lingkungan bukan hanya menghadirkan tantangan bagi pekerja dan perusahaan, melainkan juga membuka kesempatan bagi munculnya jenis pekerjaan baru.
"Alhamdulillah dari pak presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270.000 orang. Total anggarannya Rp 1,7 triliun, ini harus kita optimalkan," kata Yassierli saat peringatan Hari Ozon Dunia di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026).
Program ketika Pemerintah Siapkan 270 000 Tenaga Kerja ini menempatkan pengembangan kompetensi sebagai bagian penting dari persiapan transisi industri. Kebutuhan tenaga kerja kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dasar. Pekerja juga perlu memahami cara kerja teknologi yang lebih efisien, penggunaan energi yang tepat, serta praktik kerja yang dapat membantu menekan dampak buruk terhadap lingkungan.
Pelatihan Vokasi Menyesuaikan Kebutuhan Industri
Kementerian Ketenagakerjaan akan mendorong balai-balai pelatihan untuk memperbarui skema kompetensi sesuai kebutuhan industri hijau. Pembaruan tersebut mencakup materi pelatihan, sarana praktik, hingga kemampuan instruktur yang menyampaikan pembelajaran kepada peserta. Langkah ini diharapkan membuat lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang relevan ketika memasuki sektor kerja yang terus berubah.
Penguatan kapasitas instruktur menjadi perhatian karena kualitas pelatihan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengajar dalam mengikuti perkembangan teknologi. Dengan instruktur yang memahami kebutuhan industri terbaru, peserta dapat memperoleh pembekalan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Fokus pada Refrigerasi dan Pendingin Udara
Salah satu bidang yang dikembangkan dalam program tersebut adalah refrigeration and air conditioning (RAC), atau sistem refrigerasi dan pendingin udara. Teknisi dan operator di sektor ini akan dibekali keterampilan yang mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Bidang RAC memiliki peran penting karena penggunaan peralatan pendingin berkaitan dengan konsumsi energi serta pengelolaan bahan yang dapat memengaruhi lingkungan. Karena itu, pelatihan bagi teknisi diarahkan agar mereka mampu memahami praktik kerja yang mendukung pengurangan emisi dan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah bekerja sama dengan Kemenaker dalam menyiapkan tenaga kerja bidang RAC. Dalam kolaborasi tersebut, Kemenaker menyediakan lokasi pelatihan, sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan peralatan yang diperlukan.
"Kalau ini berhasil, insyaallah dapat menghasilkan tenaga kerja hijau atau tenaga kerja yang diingatkan untuk mengurangi emisi, kerusakan lingkungan," kata Jumhur.
Tenaga Kerja Hijau dan Perlindungan Lapisan Ozon
Upaya Pemerintah Siapkan 270 000 Tenaga Kerja juga berkaitan dengan perlindungan lapisan ozon. Jumhur menilai penguatan kemampuan teknisi refrigerasi dan pendingin udara penting untuk mendukung penggunaan teknologi yang lebih baik bagi lingkungan. Ia menyebut kondisi lapisan ozon menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kepatuhan negara-negara terhadap Protokol Montreal dan Amendemen Kigali.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap tenaga kerja Indonesia tidak hanya memiliki keahlian yang dibutuhkan industri, tetapi juga mampu menerapkan standar kerja yang lebih bertanggung jawab. Pengembangan tenaga kerja hijau dinilai dapat mendukung penciptaan lapangan kerja baru sambil mendorong pengurangan emisi dan kerusakan lingkungan.
FAQ Program Pelatihan Tenaga Kerja Hijau
Apa tujuan program 270.000 tenaga kerja hijau?
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang bergerak menuju teknologi dan praktik kerja yang lebih ramah lingkungan.
Berapa anggaran yang disiapkan pemerintah?
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun untuk pelatihan 270.000 orang.
Bidang apa yang menjadi salah satu fokus pelatihan?
Salah satu bidang yang dikembangkan adalah RAC atau sistem refrigerasi dan pendingin udara, termasuk peningkatan kompetensi teknisi dan operatornya.