AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Siapkan Infrastruktur untuk Kembangkan Bioetanol E20

Published Juli 23, 2026 · Updated Juli 23, 2026 · By Rizki Maulana - amalzakat.com

Foto : Rizki Maulana - amalzakat.com

Pertamina Siapkan Infrastruktur untuk Kembangkan Bioetanol E20 di Indonesia

Amalzakat.com – Jakarta – PT Pertamina (Persero) sedang melakukan persiapan komprehensif untuk memperkuat fondasi infrastruktur guna mendukung pengembangan bioetanol E20 di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa perseroan telah menyelesaikan berbagai persiapan terkait infrastruktur blending, terminal bahan bakar minyak, dan jaringan distribusi yang diperlukan.

Salah satu fokus utama dalam persiapan ini adalah pengembangan fasilitas blending yang mampu menangani campuran bioetanol dalam berbagai proporsi. Terminal BBM yang ada juga telah dimodifikasi untuk mengakomodasi penyimpanan dan distribusi bioetanol secara efisien. Fasilitas distribusi yang tersebar di berbagai wilayah menjadi kunci keberhasilan implementasi program E20 secara nasional.

"Pertamina telah menyiapkan infrastruktur blending, terminal BBM, serta fasilitas distribusi," ujar Baron seperti dilansir dari Antara, Kamis (23/7/2026).

Implementasi Bertahap Produk Bioetanol

PT Pertamina Patra Niaga saat ini telah memasarkan Pertamax Green 95 di 177 stasiun pengisian bahan bakar umum yang tersebar di Pulau Jawa. Produk ini merupakan campuran Pertamax dengan 5% bioetanol yang berbahan baku tebu atau dikenal sebagai E5. Implementasi bertahap ini dimulai dari E5, kemudian dilanjutkan dengan E10, dan akhirnya mencapai target E20 dalam jangka menengah. Setiap tahap implementasi memerlukan penyesuaian infrastruktur yang sesuai dengan proporsi bioetanol yang digunakan.

Pertamax Green 95 telah mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi langkah awal dalam pengembangan bioetanol lebih lanjut. Pertamina juga memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan keandalan produk bagi konsumen.

"Pertamina juga memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat secara aman dan andal," kata Baron.

Selain itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sebesar 30.000 kiloliter per tahun, yang akan mendukung peningkatan pasokan bioetanol nasional. Kapasitas produksi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar berbasis bioetanol untuk berbagai wilayah di Indonesia.

Pengembangan program E10 menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan impor bensin sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, Indonesia diharapkan dapat menghemat devisa dan meningkatkan kemandirian energi. Presiden Prabowo Subianto juga berencana menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia dengan membangun sekitar 30 hingga 50 pabrik baru. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengembangan BBM berbasis campuran etanol secara masif di seluruh nusantara.

Presiden mencontohkan India telah menerapkan E20, sedangkan Brasil telah mencapai E100. Berdasarkan pengalaman kedua negara tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat mencapai target penerapan E20 dalam waktu dekat. Pengembangan bioetanol tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan hidup. Dengan infrastruktur yang semakin matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu negara terdepan dalam pemanfaatan bioetanol di kawasan Asia Tenggara.