AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Saham Nike Tiba-tiba Anjlok 6 Persen

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By Yusuf Kurniawan - amalzakat.com

Foto : Yusuf Kurniawan - amalzakat.com

Tekanan Baru Menimpa Nike Setelah Kinerja Kuartalan Melemah

Amalzakat.com – Saham Nike Inc merosot sekitar 6% dalam perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Penurunan itu memperpanjang tekanan yang telah muncul sehari sebelumnya, setelah perusahaan olahraga tersebut mengungkap penurunan pendapatan sekaligus rencana pengurangan jumlah pekerja yang akan dimulai pada 2027.

Reaksi pasar terjadi ketika investor menimbang dua persoalan utama: perlambatan bisnis Nike di sejumlah lini penting dan langkah efisiensi jangka panjang melalui model operasi baru bernama Pace. Rencana itu diarahkan untuk memangkas biaya hingga US$ 2,5 miliar sampai 2031, tetapi juga akan mengurangi jumlah posisi kerja di perusahaan.

Pelemahan terbaru menambah beban bagi saham Nike yang telah turun hampir 45% sejak awal 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu bukti pemulihan yang lebih kuat, terutama dari segmen Nike Sportswear, Jordan Brand, serta kawasan China Raya.

Pendapatan Kuartal Pertama Turun 4%

Dalam laporan untuk kuartal I tahun fiskal 2027 yang dirilis Kamis, 1 Oktober 2026, Nike mencatat pendapatan US$ 11,2 miliar. Nilai tersebut turun 4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kontraksi paling besar berasal dari China Raya. Pertumbuhan di Amerika Utara memang membantu menahan dampak penurunan tersebut, namun belum cukup untuk menutup pelemahan dari pasar China. Perkembangan ini menjadi sorotan karena China Raya merupakan salah satu kawasan yang dipandang penting bagi pertumbuhan merek global Nike.

Laba bersih perusahaan juga menurun, meski lebih kecil dibandingkan penurunan pendapatan. Nike membukukan laba bersih US$ 712 juta, turun 2% dari US$ 727 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka-angka tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan tidak hanya terkait penjualan, melainkan juga kemampuan menjaga profitabilitas saat bisnisnya mengalami tekanan.

Untuk 2027, Nike memperkirakan pendapatannya akan menyusut dalam kisaran persentase satu digit tinggi. Panduan tersebut berada di bawah harapan pasar dan memperkuat kekhawatiran bahwa proses pemulihan perusahaan membutuhkan waktu lebih lama.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan di Nike Sportswear, Jordan Brand, dan Greater China. Kami mengambil langkah-langkah yang terukur untuk memperkuat bisnis tersebut dengan cara yang tepat dalam jangka panjang,” kata Presiden dan CEO Nike Elliott Hill.

Program Pace dan Target Penghematan US$ 2,5 Miliar

Di tengah prospek pendapatan yang melemah, Nike memperkenalkan Pace sebagai kerangka operasional baru. Program ini dirancang untuk menghasilkan penghematan biaya sebesar US$ 2,5 miliar hingga 2031. Strategi tersebut mencakup penyederhanaan organisasi, pembaruan rantai pasok global, serta perubahan cara perusahaan mengatur operasionalnya.

Nike akan membagi pengelolaan operasional ke dalam tiga wilayah geografis. Perusahaan juga merencanakan pembangunan kampus baru di India. Sejumlah langkah itu dimaksudkan untuk membuat proses kerja lebih efisien dan memperkuat kemampuan perusahaan merespons kebutuhan pasar di masing-masing kawasan.

Namun, efisiensi ini turut membawa konsekuensi bagi tenaga kerja. Hill menyampaikan bahwa program tersebut akan menghasilkan jumlah posisi yang lebih sedikit di Nike, dengan keputusan mengenai pekerjaan yang terdampak mulai dijalankan pada 2027 dan berlanjut setelahnya.

“Pekerjaan ini akan menghasilkan lebih sedikit posisi di Nike, dan saya ingin mengakui bahwa kabar seperti ini menciptakan ketidakpastian. Saya tidak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang ringan,” ujar Hill dalam pengumuman terpisah.

Bagi investor, program penghematan biaya dapat memberikan ruang untuk memperbaiki margin dalam jangka panjang. Akan tetapi, manfaat finansial dari restrukturisasi biasanya tidak muncul seketika. Nike masih harus menjaga penjualan, memperbaiki daya tarik merek, dan membuktikan bahwa perubahan operasional dapat mendukung pertumbuhan yang lebih sehat.

Pengurangan Karyawan Telah Terjadi pada 2026

Rencana pengurangan tenaga kerja mulai 2027 bukan langkah pertama Nike dalam memangkas jumlah karyawan. Sejak awal 2026, perusahaan telah melakukan dua putaran pemutusan hubungan kerja.

Pada Januari 2026, Nike mengurangi 775 pekerjaan di pusat distribusi di Amerika Serikat. Kemudian pada April, perusahaan kembali memangkas 1.400 karyawan, terutama dari divisi teknologi. Rangkaian tindakan ini menandakan bahwa penyesuaian biaya telah menjadi bagian penting dari respons Nike terhadap tekanan bisnisnya.

Pengurangan tenaga kerja dan penyederhanaan struktur dapat membantu perusahaan mengendalikan pengeluaran. Di sisi lain, pelaksanaannya perlu berjalan seiring dengan upaya mempertahankan kemampuan inovasi, distribusi, serta hubungan dengan konsumen. Nike bersaing di industri yang perubahan tren produknya bergerak cepat, sehingga efisiensi tidak dapat menggantikan kebutuhan untuk tetap relevan di pasar.

Pasar Menanti Bukti Pemulihan

Analis Citi mempertahankan sikap neutral terhadap saham Nike setelah proyeksi penjualan perusahaan berada di bawah ekspektasi pasar. Mereka melihat Nike kini semakin dipandang sebagai cerita pemangkasan biaya, ketika manajemen menghadapi tekanan besar di Sportswear, Jordan, dan China.

Citi menilai penjelasan lebih rinci mengenai pandangan lima tahun Nike akan disampaikan pada acara investor day. Dampak Pace terhadap kinerja perusahaan diperkirakan baru akan terlihat lebih jelas pada 2029. Artinya, pasar kemungkinan akan tetap fokus pada perkembangan penjualan dan laba dalam beberapa kuartal ke depan, bukan hanya pada target penghematan jangka panjang.

Masih ada peluang Nike melampaui sebagian proyeksi yang baru disampaikan. Namun, peluang tersebut dinilai belum cukup untuk mendukung valuasi premium Nike dibandingkan perusahaan sejenis yang sedang berkembang. Ke depan, kemampuan perusahaan memulihkan pertumbuhan di China Raya, menguatkan Jordan Brand, dan membenahi Nike Sportswear akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah sahamnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Saham Nike Tiba tiba Anjlok 6 Persen?

Saham Nike Tiba tiba Anjlok 6 Persen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Saham Nike Tiba tiba Anjlok 6 Persen matter?

Saham Nike Tiba tiba Anjlok 6 Persen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.