Topics Covered: Aksi Bargain Hunting Angkat Harga Emas Dunia Lebih dari 1 Persen
Topics Covered: Harga Emas Global Naik Lebih dari 1 Persen
Topics Covered - London, Beritasatu.com – Pasar logam mulia global mencatatkan penguatan signifikan pada sesi perdagangan Jumat (10/7/2026) waktu setempat. Harga emas berhasil menembus level positif lebih dari satu persen, didorong oleh gelombang aksi bargain hunting yang muncul setelah komoditas tersebut sempat menyentuh titik terendah dalam kurun waktu satu minggu. Di sisi lain, para pelaku pasar juga terus memantau dinamika konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Topics Covered menjadi sorotan utama dalam laporan ini karena pergerakan harga emas yang menarik perhatian banyak investor.
Secara spesifik, harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 1,3 persen dan ditutup pada level US$ 4.130,58 per ons troi. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya emas sempat mencatatkan level terendah sejak tanggal 1 Juli 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman bulan Agustus juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 1,4 persen menjadi US$ 4.140,80 per ons troi. Topics Covered dalam laporan ini mencakup berbagai aspek yang mempengaruhi pergerakan harga emas global.
Penguatan Meluas ke Logam Mulia Lainnya
Gerakan bullish tidak hanya terbatas pada emas. Logam-logam mulia lain juga turut merasakan dampak positif dari sentimen pasar. Harga perak spot mencatatkan lonjakan sebesar 3,4 persen dan menyentuh level US$ 60,25 per ons troi. Platinum juga mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen ke level US$ 1.615,25 per ons troi. Tidak ketinggalan, paladium menunjukkan performa yang cukup menggembirakan dengan kenaikan 3,3 persen menjadi US$ 1.253,25 per ons troi. Topics Covered dalam analisis ini menunjukkan bahwa sentimen positif merambat ke seluruh sektor logam mulia.
Bob Haberkorn, seorang strategis pasar senior dari StoneX, menjelaskan bahwa penguatan harga emas kali ini terutama didorong oleh aksi bargain hunting. Langkah ini diambil investor setelah mengalami koreksi tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Haberkorn juga menyoroti peran kebijakan moneter Amerika Serikat dalam menggerakkan harga emas dalam jangka pendek. Topics Covered mencakup pandangan para ahli pasar mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas.
"Dorongan aksi bargain hunting muncul setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, faktor utama yang menggerakkan harga emas adalah kebijakan Federal Reserve (The Fed)," ujar Haberkorn, dikutip dari Reuters.
Menurut analisis Haberkorn, sikap The Fed yang lebih dovish terhadap suku bunga akan memberikan peluang bagi harga emas dan perak untuk melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, jika bank sentral AS memberikan sinyal perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, kedua logam mulia tersebut berpotensi mengalami tekanan kembali. Topics Covered dalam laporan ini juga menyoroti bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi sentimen pasar logam mulia secara keseluruhan.
Dinamika Geopolitik dan Dampaknya terhadap Inflasi
Di ranah geopolitik, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas. Militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS yang berlokasi di sejumlah negara Teluk. Serangan ini merupakan balasan atas serangan yang dilancarkan AS ke wilayah pesisir selatan serta provinsi timur Iran. Peristiwa ini semakin membebani kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan. Topics Covered dalam laporan ini menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik mempengaruhi harga emas global.
Kenaikan harga energi yang dipicu oleh konflik tersebut juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Hal ini pada gilirannya dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Meskipun emas secara tradisional dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil langsung. Topics Covered mencakup analisis mendalam mengenai hubungan antara inflasi, suku bunga, dan harga emas.
Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan September sebesar sekitar 62 persen. Risalah rapat Federal Open Market Committee periode Juni juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap inflasi. Sejumlah pejabat bahkan menilai terdapat alasan untuk kembali menaikkan suku bunga sebelum bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Topics Covered dalam laporan ini memberikan gambaran lengkap mengenai ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi AS pekan depan serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres untuk memperoleh petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter. Sementara itu, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas pada 2026 menjadi US$ 4.560 per ons troi dari sebelumnya US$ 4.864 per ons troi. Untuk 2027, proyeksi juga diturunkan menjadi US$ 4.925 per ons troi dari sebelumnya US$ 5.000 per ons troi. Topics Covered dalam laporan ini memberikan wawasan komprehensif mengenai prospek harga emas ke depan.