Hasil Pertemuan: Menteri Dody tegaskan tidak tahu perkara pengeledahan Kementerian PU

Menteri Dody Tegaskan Tidak Mengetahui Perkara Pengeledahan Kementerian PU

Dari Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengklaim tidak mengetahui latar belakangi investigasi yang sedang berlangsung di kementeriannya. Ia menyatakan hal tersebut saat diwawancara oleh media dalam jumpa pers, Jumat lalu. Dody memberikan sumpah demi Allah dan Rasulullah untuk memastikan ketidaktahuannya terkait kasus tersebut.

“Enggak, enggak ada diskusi dengan menteri sebelumnya. Jadi, ini soal APBN 2023-2024? Saya benar-benar tidak tahu, sumpah demi Allah,” ujarnya.

Dody menjelaskan bahwa tidak perlu adanya pembicaraan internal karena permasalahan sudah dalam ranah hukum. Menurutnya, kementerian tidak lagi berwenang mengintervensi penyelidikan yang dijalankan oleh aparat kejaksaan. “Ngapain diskusi lagi? Karena barang sudah berpindah ke tempat lain, bukan lagi ranah kami,” tambahnya.

Ia juga memperingatkan bahwa langkah aktif dari instansinya bisa dianggap sebagai penghalang proses hukum. Oleh karena itu, Dody memilih menyerahkan seluruh prosedur kepada pihak berwenang agar transparan dan akuntabel.

Pengeledahan Melibatkan Beberapa Ruangan Kementerian

Pada kesempatan itu, Dody menyebutkan bahwa ruangan kerjanya serta ruang kerja Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menjadi target penyidik. “Ya, ruangan menteri dan wamen PU digeledah oleh petugas Kejati DKI Jakarta,” katanya.

Dody menambahkan bahwa penyidik sempat meminta izin khusus sebelum masuk ke ruangan menteri, lantaran posisinya sebagai pembantu presiden. Ia kemudian melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum memberikan akses penuh.

Pengeledahan juga mencakup Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA), termasuk ruang utama kementerian. Selama operasi, penyidik menyita total 16 item, sebagian besar dokumen. Barang yang paling banyak disita berasal dari Direktorat Jenderal Cipta Karya.