Jalan lintas Sungai Penuh-Tapan sudah bisa dilalui pascalongsor

Ads
RumahBerkat - Post

Jalan Penghubung Sungai Penuh-Tapan Kembali Bisa Dilalui Setelah Pembersihan

Minggu (5/4) sore, terjadi kejadian tanah longsor dan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan lintas antara Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Dedy Hariadi, mengatakan bahwa jalur tersebut telah diperbaiki dan kembali dapat dilalui kendaraan. “Penyisihan tanah longsor dan pohon tumbang telah selesai dilakukan pada sore hari hingga malam hari, sehingga kembali dapat dilalui oleh kendaraan,” ujarnya di Jambi, Senin.

Dedy menegaskan bahwa alat berat akan tetap disiagakan di sekitar lokasi bencana untuk mencegah kemungkinan longsor susulan. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut. “Ya, benar intensitas curah hujan yang tinggi, maka alat berat tetap siaga di jalur tersebut,” tambahnya.

Lokasi Longsor Terjadi di Kilometer 35 Kota Sungai Penuh

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kerinci, Iptu DS Sitinjak, menambahkan bahwa kejadian longsor terjadi di area “Puncak” Kilometer 35 di Kota Sungai Penuh. Menurut dia, akses jalan belum sepenuhnya pulih, terutama untuk kendaraan berat.

Petugas Minta Pengguna Jalan Tetap Berhati-Hati

Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk bersikap waspada saat melewati jalur Sungai Penuh-Tapan. Mereka juga meminta masyarakat menghindari jalur tersebut jika tidak dalam keadaan darurat, karena risiko longsor susulan masih tinggi.

Ads
RumahBerkat - Post

Pengendara disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mengurangi kecepatan di area rawan, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan. “Setelah dicek di lapangan, ditemukan empat titik longsor. Dua di antaranya menutup sebagian badan jalan, sementara dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang menghambat akses,” tutup Kasi Humas Polres Kerinci.

“Penyisihan tanah longsor dan pohon tumbang telah selesai dilakukan pada sore hari hingga malam hari, sehingga kembali dapat dilalui oleh kendaraan,” ujar Dedy Hariadi.

“Ya, benar intensitas curah hujan yang tinggi, maka alat berat tetap siaga di jalur tersebut,” jelas Dedy.

“Setelah dicek di lapangan, ditemukan empat titik longsor. Dua di antaranya menutup sebagian badan jalan, sementara dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang menghambat akses,” tutup Kasi Humas Polres Kerinci.