Yang Terjadi Saat: Kor’a Inasua, pesta prasmanan ala Teon Nila Serua
Kor’a Inasua, Pesta Prasmanan Khas Teon Nila Serua
Di Kecamatan Teon Nila Serua, Waipia, Maluku Tengah, hari Sabtu (11/4) menjadi hari istimewa bagi masyarakat setempat. Acara utama Festival Kor’a Inasua diadakan di lapangan utama, menarik ribuan warga dari berbagai usia yang antusias menghadiri pesta prasmanan tradisional. Meja-meja di sana dihiasi oleh berbagai jenis karbohidrat alami, seperti ubi, kasoami (singkong yang diproses menjadi bentuk kerucut), sayuran segar, telur balado, dan inasua, yang menjadi ikon utama acara.
Budaya Laut yang Terus Dilestarikan
Inasua, hidangan yang menjadi ciri khas masyarakat Teon Nila Serua, merupakan warisan nenek moyang dari para pelaut. Ikan yang diproses melalui fermentasi tradisional dengan garam digunakan sebagai bekal perjalanan laut. Proses pengawetan ini memungkinkan tekstur lembut ikan tetap terjaga hingga beberapa tahun. Meski masyarakat dari pulau Teon, Nila, dan Serua dipindahkan ke Pulau Seram akhir 1970-an, tradisi ini tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas mereka.
Pesta Rakyat dengan Varian Masakan Baru
Ketika kor’a, istilah untuk pesta tradisional, dimulai, warga berbondong-bondong mengantre untuk mencicipi inasua. Hidangan ini dikenal sebagai menu wajib dalam acara adat maupun keagamaan. Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang membuka Festival Kor’a Inasua pertama, menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal. “Inasua lebih dari sekadar makanan, ia adalah identitas dan kearifan masyarakat TNS,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kreasi masakan baru dari ibu-ibu setempat dalam lomba cipta kreasi.
“Inasua rasanya lebih dari ekspektasi,” kata Zulkarnain setelah mencicipi beragam hidangan inasua.
Dalam festival ini, inasua tidak hanya dihidangkan dalam bentuk tradisional, tetapi juga diubah menjadi variasi masakan modern. Menu seperti perkedel, sate, bakso, ikan asam manis, pizza, dan rendang mulai muncul sebagai hasil inovasi dari para ibu rumah tangga. Meski demikian, inti dari hidangan ini tetap mempertahankan unsur tradisional yang diwariskan turun temurun.
Festival Kor’a Inasua juga didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nasional (YKAN). Tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian makanan tradisional yang telah ada ratusan tahun. Selain itu, acara ini diharapkan mampu memperkenalkan budaya yang sebelumnya hanya dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat.
Dalam rangkaian acara, terdapat juga gerai-gerai yang menampilkan produk dari inasua serta kuliner dan kerajinan Maluku. Aktivitas seperti tarian tradisional dan pertunjukan musik dari musisi Ambon memberikan nuansa kekinian. Sebelumnya, ada lokakarya terkait konservasi dan literasi keuangan yang bertujuan mendorong perikanan berkelanjutan, pengelolaan kawasan pesisir berbasis masyarakat, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.


