AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

4 Serangan Mematikan yang Pernah Terjadi di Bandara, Terbaru Riyadh

Published Oktober 13, 2026 · Updated Oktober 13, 2026 · By Dewi Santoso - amalzakat.com

Foto : Dewi Santoso - amalzakat.com

Amalzakat.com – Riyadh, Beritasatu.com- Bandara merupakan salah satu simpul penting transportasi internasional yang menghubungkan jutaan penumpang dari berbagai negara. Namun, tempat yang menjadi pusat mobilitas manusia tersebut juga pernah menjadi sasaran serangan mematikan, mulai dari ledakan bom hingga serangan bersenjata dan rudal. Peristiwa terbaru terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026).

Serangan beruntun pada fasilitas penerbangan tersebut menimbulkan korban jiwa, melukai ratusan orang, dan mengganggu aktivitas penerbangan. Insiden di Riyadh kembali mengingatkan dunia pada sejumlah serangan terhadap bandara di berbagai negara. Sebelumnya, serangan di Brussels, Istanbul, Roma, dan Wina juga menelan korban serta memicu perhatian internasional terhadap keamanan transportasi udara.

Berikut deretan serangan yang pernah terjadi di bandara, mulai dari insiden terbaru di Riyadh hingga serangan besar pada beberapa dekade sebelumnya. Peristiwa terbaru terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Pada Minggu (11/10/2026), serangan rudal yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman menghantam kawasan bandara dan menimbulkan banyak korban.

Berdasar laporanAl Jazeera, otoritas Arab Saudi menyebut sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Sementara, laporanReutersmenyebut jumlah korban tewas dalam serangan mencapai 13 orang. Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026).

Menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi yang dikutipAl Jazeera, sebuah proyektil menghantam terminal 3 dan 4, yang melayani penerbangan domestik. Insiden kedua ini menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Rangkaian serangan tersebut menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu.

Berdasar laporanReuters, Bandara Internasional King Khalid dijadwalkan tetap ditutup hingga 17 Oktober 2026 menyusul serangan rudal dan pesawat nirawak. Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini menjadi salah satu serangan terbaru terhadap fasilitas penerbangan yang kembali menyoroti dampak konflik bersenjata terhadap keselamatan warga sipil dan operasional transportasi udara.

Sebelum insiden di Riyadh, salah satu serangan paling mematikan yang melibatkan bandara terjadi di Brussels, Belgia, pada 22 Maret 2016. Dua ledakan mengguncang ruang keberangkatan Bandara Brussels di Zaventem pada pagi hari, ketika banyak penumpang berada di lokasi tersebut. Serangan tidak hanya menyasar bandara.

Sekitar satu jam kemudian, ledakan lain terjadi di Stasiun Metro Maelbeek, yang berada di pusat kota Brussels. Menurut laporan BBC, total 32 orang meninggal dunia dalam rangkaian serangan di bandara dan stasiun metro tersebut, tidak termasuk tiga pelaku. Sebanyak 340 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Peristiwa ini mengguncang Belgia dan mendorong perhatian luas terhadap keamanan fasilitas transportasi serta ruang publik. Serangan di Brussels juga memperlihatkan ancaman terhadap perjalanan tidak selalu berhenti di terminal penerbangan.

Dalam satu rangkaian kejadian, pelaku menyerang dua titik transportasi yang ramai digunakan masyarakat. Pada 28 Juni 2016, Bandara Internasional Atatürk di Istanbul, Turki, menjadi sasaran serangan yang melibatkan penembakan dan bom bunuh diri. Tiga pelaku menyerang kawasan bandara, termasuk area kedatangan, sehingga menimbulkan kepanikan di antara penumpang dan petugas.

Berdasar laporanCNN, jumlah korban meninggal dunia mencapai 44 orang setelah sebelumnya otoritas menyampaikan angka yang lebih rendah. Lebih dari 240 orang juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. Menurut laporanReuters,pihak berwenang Turki mengarahkan dugaan kepada ISIS, tetapi kelompok itu tidak secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Insiden ini mengganggu operasional bandara dan membuat keamanan di sekitar terminal diperketat. Serangan tersebut juga menjadi salah satu peristiwa paling mematikan di Turki pada 2016. Jauh sebelum serangan di Brussels dan Istanbul, dua bandara di Eropa menjadi sasaran serangan bersenjata yang terjadi hampir bersamaan pada 27 Desember 1985.

Kelompok bersenjata menyerang area konter maskapai El Al di Bandara Leonardo da Vinci, Roma, Italia, serta Bandara Schwechat di Wina, Austria. Menurut laporanLos Angeles Timespada 28 Desember 1985, para pelaku menggunakan senapan serbu dan granat dalam serangan tersebut. Mereka menyerang penumpang dan orang-orang di sekitar area konter, termasuk kawasan yang juga berdekatan dengan konter maskapai lain.

Laporan awal media tersebut menyebut 17 orang meninggal dunia dan sedikitnya 116 orang terluka. Angka korban dalam pemberitaan berikutnya berubah seiring perkembangan informasi mengenai korban yang meninggal setelah dirawat serta identifikasi para pelaku. Itulah deretan serangan yang pernah terjadi di bandara berbagai negara.

Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem keamanan dan kesiapsiagaan untuk melindungi penumpang, petugas, serta masyarakat di sekitar fasilitas penerbangan. Buruh Usulkan Kenaikan Upah Minimum hingga 9,5 Persen pada 2027 Batam Blackout, Kemenkomdigi Koordinasi Lintas Kementerian Asap Karhutla, 5 Penerbangan dari Soetta ke Ambon dan Ternate Batal Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen MotoGP, Marc Marquez Terancam Gerebek Kampung Ambon, Polisi Temukan Sabu hingga Airsoft Gun Serah Terima Jabatan Menteri Luar Negeri Pameran temporer Hutan dan Peradaban Masa Depan E-Mobility Indonesia Investor Daily Summit 2026 Hari ke-2 El Nino Menguji Ketahanan Pangan Investor Daily Summit 2026: Ketika Panggung Usai, Harapan Rakyat Menanti Indonesia–Thailand: Harapan Terakhir, Perlawanan Terbesar Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara sebagai Motor Penggerak Kekuatan Nasional

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 4 Serangan Mematikan yang Pernah Terjadi?

4 Serangan Mematikan yang Pernah Terjadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 4 Serangan Mematikan yang Pernah Terjadi matter?

4 Serangan Mematikan yang Pernah Terjadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.