Berita Penting: Negara Mana Saja yang Bisa Melintas di Selat Hormuz? Ini Kriterianya
Negara Mana Saja yang Bisa Melintas di Selat Hormuz? Ini Kriterianya
Dubes Iran, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi negara-negara yang mematuhi aturan lalu lintas perjalanan selama masa perang. “Negara-negara yang bekerja sama dengan pihak musuh tidak diizinkan melewati Selat Hormuz, sementara mereka yang mengikuti protokol lalu lintas bisa melintas,” ujarnya di kediamannya di Jakarta, Sabtu. Menurut Dubes, pengawasan keamanan di Selat Hormuz sangat penting, terutama dalam menghadapi serangan terus-menerus dari Amerika Serikat dan Israel.
Contoh Kapal Indonesia yang Diperbolehkan Melintas
Ia menyoroti bahwa dua kapal milik Indonesia telah diberi izin melintas melalui Selat Hormuz. Hal ini menjadi bukti bahwa negara-negara tertentu masih bisa memanfaatkan jalur tersebut selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Meski begitu, Dubes menekankan bahwa Iran tetap memprioritaskan perlindungan dirinya sendiri, terutama saat ancaman dari pihak musuh semakin intens.
Penjelasan tentang Protokol Lalu Lintas
“Jika jalur ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi siapa pun,” tambahnya. Pernyataan ini menggambarkan kebijakan Iran dalam memastikan keamanan selama masa perang. Protokol yang diterapkan berlaku untuk semua kapal yang melintas, termasuk dari negara-negara yang memperhatikan konsistensi kebijakan lalu lintas.
Context Serangan dan Kebangkitan Kesadaran
Dubes Boroujerdi juga menyebutkan bahwa serangan dari musuh imperialis dan Zionis masih terus berlangsung, mengarah pada kerusakan dan korban jiwa. Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, termasuk di Teheran, telah merenggut nyawa ratusan warga sipil, seperti 175 siswi SD Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Hormozgan, Selatan Iran. Serangan tersebut juga melukai lebih dari 95 anak di sekolah tersebut.
Sebelumnya, pada 28 Februari, serangan-serangan terhadap beberapa target di Iran menyebabkan kerusakan besar dan kematian massal. Dalam kesempatan tersebut, Dubes Boroujerdi menyampaikan pesan penolakan terhadap tindakan biadab pihak musuh. “Kami tidak akan menyerah, dan mereka harus diberi pelajaran,” katanya. Menurutnya, Iran masih jauh dari posisi yang aman, sehingga kebijakan lalu lintas di Selat Hormuz tetap diterapkan.
“Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh,” ujar Dubes Boroujerdi. Pernyataan ini disampaikannya usai acara santunan kepada 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap 175 siswi yang syahid di Kota Minab.



