Berita Penting: PBB tegaskan target sipil Iran bukan sasaran perang

Ads
RumahBerkat - Post

PBB tegaskan target sipil Iran bukan sasaran perang

Dari Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa serangan terhadap bangunan kota dan fasilitas pendukung di Iran melanggar aturan hukum internasional, setelah ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan kemungkinan menyerang infrastruktur sipil. Dalam sebuah pernyataan, Stephane Dujarric, pembicara utama Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan kekhawatiran terhadap retorika Trump yang terdengar di media sosial Truth Social.

“Kami terkejut dengan pernyataan dalam media sosial tersebut yang mengancam serangan AS terhadap kilang minyak, jembatan, dan fasilitas sipil lainnya jika Iran tidak menyetujui kesepakatan apapun,” ujarnya, seperti yang tercatat dalam transkrip konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dujarric menambahkan bahwa tindakan serangan terhadap fasilitas sipil dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas. Menurutnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyampaikan bahwa fasilitas energi serta infrastruktur sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam perang, kecuali jika serangan tersebut tidak bisa dihindari dan menghasilkan korban yang signifikan.

Sebelumnya, pada 30 Maret, Trump menyatakan rencana untuk “meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya” pembangkit listrik, kilang minyak, pusat desalinasi, dan pulau Kharg jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tetap ditutup. Pada 5 April, ia kembali mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran pada 7 April jika Teheran belum membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Merespons ancaman Trump, pemerintah Inggris menegaskan akan membatasi penggunaan pangkalan militer AS untuk serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, menurut laporan harian The i Paper, Senin.

Ads
RumahBerkat - Post